TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-13



Mitha sangat kesal sekaligus cemburu melihat keakraban Bara dengan seorang wanita. Dia langsung keluar dari resto tersebut. Ia berjalan menyusuri jalanan kota dimana banyak orang berlalu lalang kesana kemari. Di belakangnya, Jason mengikuti. Jason memanggil dirinya, tapi Mitha tidak peduli. Ia terus berjalan. Sampai akhirnya langkahnya terhenti karena sebuah mobil mewah berhenti di sampingnya dan pintu mobil terbuka lebar.


Seakan mempersilahkan dirinya untuk naik. Mitha tidak peduli. Ia memalingkan wajahnya sambil melipat tangan di dada. Sementara, yg empunya mobil tampak duduk tenang sambil tersenyum.


Bara : "Kenapa, kau terlihat kesal begitu denganku. Apa, kau cemburu? Hingga, kau memalingkan wajahmu."


"Blush"


Seketika wajah Mitha jadi merah mendengar kata-kata Bara barusan.


Mitha : "Si...siapa yg cemburu."


Bara tersenyum.


Bara : "Jika, kau tidak cemburu. Coba palingkan wajahmu. Lihatlah, aku cantik?"


Mitha menolak.


Mitha : "Huh! Tidak mau!"


Bara : "Oh, tidak mau ya? Kalau begitu...."


Bara keluar dari mobil menghampiri Mitha. Ia menarik Mitha dalam pelukannya. Mitha terkejut.


Mitha : "Hei, apa-apaan ini. Lepaskan!!!"


Bara : "Tidak mau, tuh?"


Mitha : "Tuan Bara yg terhormat? Apakah, anda tidak khawatir wibawa anda akan jatuh hanya karena seorang wanita?"


Bara : "Memangnya kenapa? Aku malah khawatir, wanita yg kucintai. Cemburu dan marah padaku."


Bara tersenyum.


Mitha : "Lepas! Banyak orang yg melihat! Apakah, anda tidak tahu malu?"


Bara : "Urat maluku sudah putus semua. Jadi, untuk apa malu?"


"Hegh! Laki-laki ini!"


Mitha semakin kesal pada Bara. Sementara, Bara terus merayunya.


Bara : "Masuklah, dulu ke dalam mobil. Kita berbicara di dalam mobil saja. Bagaimana? Atau, kau memang suka aku berlaku begini pada dirimu?"


Mitha : "Huh! Ingin rasanya aku memukul kepalamu! Benar-benar, menyebalkan!"


Bara : "Jadi?"


Mitha : "Baiklah, tapi lepaskan aku dulu."


Bara melepaskan Mitha dan menarik tangannya masuk ke dalam mobil. Mitha menurutinya. Sementara, itu Jason melihat semuanya. Ia jadi semakin merasakan panas api cemburu merasuki dadanya. Ia mengepalkan tangannya penuh geram.


"Ck, sialan! Beraninya dia menyentuh Mithaku!"


Jason marah dan cemburu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia bukanlah apa-apa. Ia tidak bisa merebut Mitha saat ini. Ia harus menjadi seorang yg memiliki tahta dan harta dulu sebelum ia berebut wanita dengan pria yg memiliki segalanya seperti Bara. Untuk itu, ia harus membereskan Jhon dulu sebelum ia beraksi untuk mendapatkan Mitha.


Ia menghubungi Tian Cheng sang pembunuh bayaran yg disewanya. Ia tampak tidak sabar dengan pekerjaan yg dia berikan pada lelaki yg sudah banyak membunuh orang itu. Jason ingin Tian Cheng segera melaksanakan perintah yg ia berikan.


Jason : "Tian Cheng!"


Tian Cheng : "Ya, tuan Jason yg terhormat?"


Jason : "Bagaimana ini? Lama sekali kau beraksi. Aku ingin secepatnya kakak tiriku itu mati."


Tian Cheng : "Sabar, tuan Jason? Aku akan segera melakukannya. Anda tunggu saja, kabar dariku."


Jason : "Baiklah, tapi cepat!"


"Tut"


"Dasar, Tian Cheng sialan. Dikasih pekerjaan malah dia berlama-lama menjalankan aksinya. Benar-benar lamban."


Jason merutuki Tian Cheng. Karena, dinilai terlalu lamban dalam menjalankan pekerjaan yg ia suruh. Jason kembali ke rumah dengan segudang rasa kesal beserta amarah menyatu dalam dirinya. Sedangkan, Mitha masih bersama dengan Bara. Lelaki tampan itu masih sibuk merayunya yg sedang kesal.


Bara : "Ayolah, cantik? Jangan, cemberut begitu?"


Mitha : "Huh!"


Mitha memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi, ia teringat akan kata-kata Bara untuk berbicara di dalam mobil. Sekaligus ia juga penasaran pada wanita yg tadi di bawa oleh Bara untuk memanasi dirinya.


Mitha : "Aku tidak ingin berlama-lama di dalam mobil. Jadi...?"


Bara memotong kata-kata Mitha.


Bara : "Dia Almia."


Mitha : "Apa!"


Bara : "Aku tahu kau ingin bertanya tentang wanita tadi kan?"


"Ehh? Dia tahu, apa yg ingin aku tanyakan?"


Bara menjelaskan lagi.


Bara : "Dia salah satu dari sekian banyak wanita yg kupacari."


Mitha : "Oh, lalu apa yg ingin kau bicarakan lagi selain ini?"


Bara tersenyum.


Bara : "Aku harap kau tidak kaget ketika kau mendengar ini."


Mitha harap-harap cemas.


Mitha : "Memangnya apa yg mau tuan katakan padaku."


Bara : "Aku mau kau menandatangani ini."


Bara menyodorkan map berisi file kepada Mitha. Mitha kaget dibuatnya.


Mitha : "Ap...apa ini, tuan?"


Bara : "Kontrak pernikahan!"


Mitha : "Hah??? Kontrak pernikahan?"


Bara : "Ya, silahkan kamu baca dulu."


Mitha membacanya dan ia sungguh tak menyangka setelah ia membaca point-pointnya.


Mitha : "Tuan Bara? Apakah, anda sudah gila? Saya adalah wanita bersuami. Bagaimana, mungkin anda menyodorkan hal ini pada saya?"


Bara : "Wanita bersuami? Memangnya kenapa dengan wanita bersuami. Aku bisa mendapatkan wanita mana pun yg aku suka. Baik itu yg masih lajang atau pun yg sudah bersuami sekali pun."


Mitha : "Anda sungguh tidak pantas melakukan ini pada saya."


Bara : "Oh, ya? Lalu, bagaimana dengan perasaanmu padaku. Apakah, rasa itu juga tidak pantas untuk hadir?"


Mitha terdiam.


Bara : "Jangan pernah membohongi hati dan perasaanmu Mitha. Karena, mereka jauh lebih jujur dibandingkan dirimu. Atau, kau ingin mengingkari perasaanmu padaku?"


Mitha kaget mendengar kata-kata Bara.


Mitha : "Ba...bagaimana kau tahu tentang perasaanku padamu."


Bara : "Baru saja kau marah padaku tadi. Sekarang, kau bertanya padaku bagaimana aku tahu perasaanmu. Mitha, apa kau sedang bersandiwara denganku?"


Mitha : "Tidak? Aku tidak sedang bersandiwara. Aku jujur kok. A...ak...aku...aku...suka sama kamu."


"Dhuaarr"


Jantung Bara seakan meledak karenanya. Sungguh ia tidak menyangka kalau Mitha menyatakan perasaannya padanya. Bara tersenyum senang sedang Mitha menahan malu karena wajahnya pasti memerah sekarang.


Bara : "Jadi, apakah kau tidak ingin menikah denganku?"


Mitha : "Pernikahan kontrak?"


Bara : "Iya, tapi dengan jangka waktu yg tidak ditentukan. Jika, nanti kau berubah pikiran dan tidak ingin lagi bersamaku. Maka, kau bisa pergi kapan saja. Ini, semua kulakukan bukan hanya untuk diriku akan tetapi juga demi kakek. Dia ingin kita menikah secepatnya. Aku tahu kau juga tidak bahagia dengan pernikahanmu kan?"


Mitha : "Bagaimana tuan tahu?"


Bara : "Kau tahu Mitha. Untuk mencari informasi tentang dirimu itu sangat mudah bagiku?"


Mitha : "Yah, tentu saja. Sangat mudah bagimu."


Bara : "Untuk itu, maukah kau menandatanganinya. Aku berjanji aku akan membuatmu bahagia. Aku tidak akan menyakitimu."


Mitha berpikir sebentar, lalu akhirnya ia pun berkata "Baik, dengan satu syarat."


Bara : "Apa itu?"


Mitha : "Tidak ada wanita lain selain aku dalam pernikahan kita. Awas saja, jika ada wanita lain dalam pernikahan kita. Maka, pernikahan kita batal."


Bara : "Baiklah, aku berjanji. Cium dulu dong."


Mitha : "Enak saja cium-cium. Huh!"


Bara : "Hehehe, sayangku galak sekali."


Bara cengengesan menggoda Mitha. Sedangkan, Mitha sengaja menjauh dari Bara. Ia segera menyodorkan map yg berisi file pernikahan kontrak mereka. Mitha segera menandatanganinya. Dengan begitu, Mitha menjadi milik Bara.


Bersambung....


TWO HUSBAND Season 2