TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-46



Sedangkan, di sisi lain. Sean masih berada di dalam kantornya. Ia tidak tahu kalau Bara diserang oleh orang tak dikenal. Sean sedang sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Sedangkan, Bara ia sedang berjuang melawan maut yg sedang mengintainya.


Two Husband S2 Eps 46


Suara desing peluru terdengar bergesekan di seluruh body mobil yg dikendarai oleh Bara. Bara saat itu sendirian. Bara tidak suka jika ada bodyguard yg menemaninya kemana-mana. Padahal, sebagai orang nomor satu ia harus waspada. Dan, setidaknya ia harus memiiki dua orang bodyguard yg handal. Untuk selalu berada di sisinya.


Tapi, untuk saat ini ia mengindahkan gengsinya yg tak ingin direpotkan oleh banyaknya bodyguard. Ia segera menelepon asistennya Lee. Untuk mengkonfirmasikan keadaan darurat. Ia memberi perintah "Red Condition." Bila sudah turun perintah itu maka Lee pun langsung bergerak. Ia segera menelepon seseorang yg baru saja tiba di Indonesia.


Merupakan seorang mantan pembunuh bayaran nomor satu dunia. Yaitu Dakota Johnson yg merupakan orang bayaran yg cekatan dan handal di bidangnya. Dakota Johnson sesungguhnya merupakan teman lama dari Bara Standford. Dahulu Dakota Johnson bekerja pada Bara untuk menghabisi orang yg telah membunuh kedua orang tua Bara.


Lee : "Dakota, where are you?"


Dakota : "Aku baru saja tiba di Indonesia. Aku berada di bandara."


Lee : "Quick. Red Condition."


Dakota : "All right."


"**Setelah sekian lama pensiun, kini saatnya beraksi kembali. Bara tunggu aku, i will safe you my friend."


Visual Dakota Johnson**



Setelah mendapat telepon dari Lee. Dakota segera bergegas pergi dari bandara. Ia pergi dengan menaiki moge yg sengaja dikirim oleh Lee atas perintah Bara.


"Brrmmm...brmmmm."


Dan, tancap gas.


"Ngeeenggg...."


"Wussssshhh..."


Dakota bersama mogenya segera berlomba dengan angin. Dengan earphone di telinganya. Ia berkomunikasi dengan Lee. Ia meminta Lee segera mengirimkan lokasi Bara.


Dakota : "Lee, segera kirimkan lokasinya!"


Lee : "Okey, ini dia wilayah red condition!"


Lee segera mengirimkan lokasi Bara tadi terakhir menelepon dirinya. Tak lama terdengar pesan masuk ke ponsel Dakota.


"Ting"


Dakota segera membukanya. Lalu, ia tersenyum melihatnya.


Lee : "Dakota."


Dakota : "Got it, Lee!"


Dakota segera menambah kecepatan mogenya. Ia membelah jalanan yg ramai dan akhirnya ia menemukan wilayah red condition yg dikatakan oleh Bara. Ia melihat dari atas jembatan tampak sebuah mobil hitam sedang dikejar oleh seorang pengendara tak dikenal. Ia memakai pakaian serba hitam dan helm hitam pekat yg menyembunyikan wajah aslinya.


Kondisi mobil hitam itu benar-benar parah. Sudah berlubang dimana-mana di setiap bagian bodynya. Karena, sedari tadi pengemudi mobil itu sibuk menghindari tembakan-tembakan yg mengarah padanya. Dan, aksi kejar-kejaran pun masih terjadi. Melihat hal itu berlangsung di hadapan matanya. Membuat Dakota jadi terbakar semangatnya yg dulu sempat menghilang karena pensiun.


Ia segera melaju kembali. Sementara, Bara masih sibuk menghindari tembakan-tembakan itu.


"DOR...DOR...DOR...!"


Tapi, tembakan itu lagi-lagi meleset dan mengenai body mobilnya lagi.


"Psiuuuuu."


Bara mengumpat kesal.


Bara terus menghindari serangan dari sang pembunuh yg diutus oleh seseorang untuk membunuh dirinya. Dan, sang pembunuh tanpa kenal lelah terus menerus menyerangnya dan memojokkan dirinya. Terkadang sang pembunuh sudah bersisian dengannya sambil mengacungkan pistol ke arahnya kaca mobilnya. Berharap agar peluru itu menembus kaca mobil dan mengenai kepala Bara.


Tapi, ternyata tak semudah itu untuk membunuh Bara sebab tiba-tiba saja Bara menambah kecepatan mobilnya dan meninggalkan pembunuh itu dibelakang. Melihat itu sang pembunuh jadi kesal. Ia marah.


Pembunuh : "Sial."


Ia pun menambah kecepatan sepeda motor gedhenya untuk menyusul Bara.


Pembunuh : "Tidak boleh. Target tidak boleh lolos."


Dan, sekarang pembunuh itu sudah berada tepat di belakang mobil Bara. Ia bersiap untuk menembak Bara dengan mengacungkan pistolnya. Tapi, belum sempat ia melakukannya tiba-tiba saja dari arah berlawanan muncul sebuah sepeda motor berwarna merah menghadang jalan Bara. Bara tersenyum melihatnya. Ia tahu siapa pengendara sepeda motor yg tiba-tiba datang dari arah berlawanan. Itu adalah Dakota Johnson sang pembunuh bayaran nomor satu dunia.


Ia datang dari arah depan dan sengaja ia melawan arah. Dakota ingin mengejutkan lawannya. Ia menganggukkan kepala memberi kode kepada Bara seakan berkata "serahkan padaku."


Bara mengerti akan kode itu. Bara terus melaju sementara Dakota sengaja menambah kecepatan sepeda motornya lalu berakrobat di udara sambil mengacungkan senjatanya ke arah sang pembunuh yg diutus oleh pihak lain itu.


"Brmmm...brmmmm..."


"Wusshhhh..."


Sang pembunuh itu sangat terkejut melihatnya. Ia sungguh mengenal siapa sosok yg sedang mengacungkan pistol ke arahnya dengan bibir tersenyum. Ia pernah berhadapan sekali dengan Dakota. Dan, ia kalah berhadapan dengan Dakota waktu itu. Sehingga ia gagal dan tak pernah mendapatkan tugas lagi dari sang ketua yg mengayominya karena ia gagal membunuh target.


Dakota mengacungkan pistol itu bukan untuk membunuh langsung sang pembunuh. Tapi, melainkan ia ingin bermain-main dulu dengannya. Dakota mengarahkan pistolnya ke arah ban depan dan ban belakang sepeda motor milik sang pembunuh.


"DOR...DOR...DOR..."


"Pssshhh..."


Akhirnya dengan sekali bidik peluru tersebut tepat mengenai sasaran. Dan, membuat sang pembunuh kehilangan keseimbangan mempertahankan motornya. Lalu, ia pun terjatuh. Sedangkan, Dakota ia berhasil mendarat dengan selamat. Ia menghentikan laju motornya dan berhenti untuk melihat siapakah orang di balik helm itu.


Tapi, belum lagi ia mendekatinya. Sang pembunuh langsung bangun dan ia membuka helm hitam yg dipakainya. Alangkah, terkejutnya Dakota siapa yg lihat di hadapannya.


Dakota : "Chu Liu Yue! Rupanya kau. Sudah lama tidak bertemu. Kau semakin payah saja."


Chu Liu Yue : "Hegh! Dakota Johnson. Kau selalu mengganggu pekerjaanku saja."


Senyum tipis.


Dakota : "Oh, aku selalu mengganggu pekerjaanmu?"


Chu Liu Yue : "Sudah tahu tapi masih banyak bertanya. Apakah, sudah menjadi tabiatmu selalu mengangguku!"


Dakota : "Kalau iya lalu kenapa."


Chu Liu Yue : "Kurang ajarr. Kau harus mati!"


Dakota : "Silahkan saja! Itu pun jika kau sanggup untuk membunuhku."


Chu Liu Yue : "Sombong! Terima ini."


Chu Liu Yue segera menyerang Dakota. Ia mengambil pedang yg tadi terjatuh. Dakota yg sigap langsung menghindari setiap serangan yg menyerang bagian vitalnya. Untuk saat ini Dakota tak menggunakan pedang yg sedari tadi terselip di bagian belakang tubuhnya. Ia hanya menghindari serangan Chu Liu Yue yg memang ternyata seorang pengguna pedang selain ahli menggunakan pistol dan senjata jenis lain.



Jika dilihat dari kemampuan dan keahlian Dakota memang jauh tertinggal. Namun, yg membuatnya berhasil mengalahkan lawannya kala itu adalah kewaspadaannya dalam setiap menghadapi serangan lawan yg mengarah padanya.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2