TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-10



Esok hari, saat sarapan pagi......


Sean dan Lova sedang duduk di meja makan. Sedang menyeruput teh mereka masing-masing.Tak, lama Zean pun turun. Ia pun menyapa Lova. Tapi, Lova karena takut pada Sean. Ia tak menggubris Zean.


"Loh, kok Lova tak mempedulikan aku, sihh??? Apa, karena kakak ya?" ucap hati Zean.


Zean melirik Sean, tampak di ekor matanya. Kakaknya, sedang duduk dengan tenang sambil menyeruput tehnya. Demikian, juga dengan Lova. Dia pun tampak duduk dengan tenang meski hatinya merasa gelisah dan tak enak pada Zean. Namun, mau tak mau ia harus menuruti apa pun kata-kata Sean. Ia benar-benar takut pada Sean. Takut Sean akan berbuat hal seperti kemarin pagi.


Itu benar-benar, membuatnya ketakutan setengah mati. Untung saja, Sean tak membobol perawannya. Dan, membuat ia hancur sehancur-hancurnya. Sean, masih bisa mengontrol diri dan akal sehatnya. Hingga, ia tak berubah menjadi laki-laki paling bejat di atas dunia ini. Namun, apa pun itu yg terpenting saat ini adalah menjaga jarak dengan Zean. Agar, Sean tak berbuat hal yg lebih jauh kepada dirinya. Intinya, Lova sedang mencari cara aman. Agar, tak menjadi korban kebuasan amarahnya Sean.


💦💦💦💦💦


Sudah beberapa hari ini, Lova menghindari Zean. Semua itu, ia lakukan demi keselamatan dirinya sendiri. Tapi, bagi Zean itu merupakan hal yg sangat menyakitkan bagi dirinya. Bagaimana, tidak! Tinggal satu rumah dengan orang yg di sukai. Namun, sama sekali tak bisa bersenda gurau dengannya. Bukankah, itu merupakan hal yg sangat menyakitkan?


Hingga, suatu hari Zean sudah tak tahan lagi dengan semua sikap Lova kepada dirinya. Dan, akhirnya Zean berpapasan dengan Lova lalu menarik Lova ke tempat sepi. Agar, tak di lihat orang. Zean, ingin menginterogasi Lova. Mengapa, sikap Lova berubah drastis terhadap dirinya. Lova, mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman tangan Zean. Tapi, ternyata tangan Zean begitu erat memegang pergelangan tangannya.


Lova : "Zean! Apa, yang kau lakukan? Lepas!!!"


Zean : "Hal yg sama ingin kutanyakan padamu! Apa, yg kau lakukan? Mengapa, kau menghindar dariku? Ayo, jawab!"


Lova tampak takut untuk menjawabnya.


Lova : "Si....siapa, yg menghindarimu!"


Zean : "Ck....Lova? Ayolah? Kau tak perlu berbohong padaku! Katakan, mengapa kau menghindar dariku!"


Lova gugup.


Lova : "Ze....Zean? A.....aku.....tidak bo....hong....kok?"


Zean tak percaya dan marah.


Lova : "Baiklah, kalau begitu Lova? Kalau, kau tidak mau jujur padaku! Tidak apa-apa!"


Setelah, berkata demikan Zean pun pergi meninggalkan Lova disana. Lova, merasa bersalah kepada Zean. Ia semakin tidak enak pada Zean. Sedangkan, Zean ia merasa sangat marah dan dongkol bukan kepalang. Semua karena, Lova. Yang telah membuatnya menjadi orang gila karena cinta.


"Aarrgh!!! Semua ini karena Juan! Semenjak, Lova di serahkan ke kakakku! Sikapnya, jadi berubah! Sialan, kau Juan!!!" ucap hati Zean.


Lalu, Zean pun menghubungi seseorang melalui ponselnya.


Zean : "Baron!"


Baron : "Ya, bos!"


Zean : "Cepat, kau cari Juan! Dan, seret dia ke tempat biasa!"


Baron : "Baik, bos!"


"Tut"


Setelah, Zean menelepon Baron. Ia pun segera keluar rumah. Pergi entah kemana. Zean merasa sesak berada di rumah, apalagi dengan sikap Lova padanya. Yg nyatanya, sangat menghindari dirinya. Entah, apa sebabnya. Ia pun tak tahu, dan itu pula yg membuatnya jadi galau. Dan, ia ingin menumpahkan semua kekesalannya itu pada Juan. Yg, telah menyerahkan Lova pada kakaknya.


💦💦💦💦💦


Sean ini memang tipe lelaki aneh bin ajaib. Anehnya, ia tidak suka jika ada wanita yg mengganggunya. Dan, ajaibnya saat ini ia sedang menggandeng tangan Lova padahal nyatanya ia tidak suka jika ada wanita di sisinya. Tapi, yg namanya lelaki ya tetap saja lelaki pasti suatu saat butuh wanita juga. Hanya saja, belum saatnya.


Sean memasuki ruang kantor pribadinya bersama Lova. Ia menyuruh Lova duduk dengan tenang di sofa sambil membaca beberapa buku yg di berikan oleh Sean. Sedang, Sean sedang bekerja memeriksa beberapa file atau berkas yg sudah menumpuk di ruang kerjanya.


Lova melirik Sean dan Sean pun juga meliriknya. Pandangan mata mereka bertemu. Lova terkejut dan ia pun mengalihkan pandangan matanya. Lalu, ia pun pura-pura membaca buku lagi untuk menenangkan perasaannya yg campur aduk jadi satu. Dadanya bergemuruh, seakan sedang menabuh genderang perang.


Sean, memperhatikan semua yg dilakukan Lova. Jujur, Sean pun merasakan hal yg sama. Namun, ia mencoba menyembunyikannya. Tapi, justru perasaan itu begitu kuat untuk memaksanya mendekati Lova dan berbisik di telinganya....


Sean : "Kau sedang membaca apa???"


Lova terkejut ia tak menyadari kalau Sean sudah ada di sisinya. Ia sampai gugup menjawab pertanyaan Sean.


Lova : "Emm......!" Buku tentang....emm....!"


Sean : "Kau gugup, menjawab pertanyaanku?"


Lova menganggukkan kepalanya.


Sean : "Sudah berapa banyak buku yg kau baca?"


Lova : "Baru 2 buku yg aku baca!"


Sean : "Hm? Baru 2 buku?"


Lova : "Iya"


Sean : "Apakah, kau tidak lelah?"


Lova : " Tidak? Kenapa?"


Sambil menunjukkan kamar.


Sean : "Jika, kau lelah kau bisa tidur di kamar itu!"


Lova : "Iya, nanti aku akan tidur disana kalau aku lelah!"


Sean tersenyum dan Lova terperangah melihatnya. Ia tak menyangka kalau lelaki posesif seperti Sean bisa juga tersenyum.


"Oh, my gosh! Dia tersenyum?" ucap hati Lova.


Sean : "Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu sebentar disini! Jangan, kemana-mana! Okey?"


Lova mengangguk. Dan, Sean pun mengusap lembut kepala Lova. Membuat, Lova jadi bingung dengan semua sikap Sean pada dirinya.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💦💦💦TWO HUSBAND💦💦💦