TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-27



Lova: "Dia siapa?" tanyanya pada Zean tentang wanita yg ia bawa pulang ke rumah itu.


Zean enggan menjawab pertanyaan Lova. Dia diam. Lova bertanya lagi pada Zean.


Lova : "Zean? Kenapa, diam saja? Dia siapa?"


Lagi, Zean tetap diam terpaku. Suzy tidak tahan melihat Zean diam tak menjawab. Akhirnya, ia pun menjawab pertanyaan Lova.


Suzy : "Aku akan menjawab pertanyaanmu!" ucap Suzy lantang.


Zean : "Suzy! Diam!"


Suzy : "Tapi, Zean dia harus tahu aku siapanya kamu?"


Zean : "Tidak perlu kau mengatakan apa pun, Suzy!"


Suzy : "Zean! Kamu harus jujur padanya. Katakan, aku siapa Zean?"


Zean membentak Suzy.


Zean : "Diaaaammmmm....!!!"


Suzy menangis sedih karena Zean membentaknya kasar.


"Hu....Hiks....Hiks"


Mendengar suara tangis Suzy, Lova berniat untuk menenangkannya. Tapi, Zean mencegahnya.


Zean : "Tidak perlu, Lova!"


Zean lalu menarik Suzy naik ke atas. Tanpa memperdulikan Lova disana yg terdiam dengan seribu tanya di hatinya.


"Maaf, Lova! Aku tidak bisa jujur padamu. Aku belum siap!" ucapnya dalam hati.


Di dalam kamar Zean....


Zean melepaskan tangannya dari tangan Suzy. Lalu, kemudian dia mendorong tubuh Suzy jatuh ke tempat tidur. Lalu, dengan kasar Zean merobek pakaian Suzy seluruhnya hingga Suzy full naked. Kemudian, Zean juga mempreteli pakaiannya sendiri hingga keadaannya sama dengan Suzy. Suzy bertanya pada Zean tentang perilakunya.


Suzy : "Zean! Kamu mau apa!"


Zean diam tak menjawab. Raut wajahnya benar-benar terlihat sedang marah.


Dengan kasar, ia mencium bibir Suzy. Sambil ia mencengkram bahu Suzy hingga Suzy meringis kesakitan. Puas ia mencium bibir Suzy dan membuatnya bengkak. Ia pun menggigit leher Suzy dengan sangat buas. Suzy merintih kesakitan. Bukan, rasa nikmat yg dirasakannya tapi rasa sakit.


Suzy : "Ooh...sa...kit. Hen...ti...kan, Zean! Kau menyakitiku!" ucapnya sambil mendorong tubuh Zean.


Zean terjatuh di tepi ranjang. Ia semakin marah pada Suzy karena barusan mendorongnya. Zean bangkit dan menjambak rambut Suzy dengan kuat. Suzy menangis dan menjerit merasakan rasa sakit.


"Aaarrrgghhh" jeritnya.


Bukan hanya menjambak rambutnya bahkan Zean juga menampar pipi Suzy kiri dan kanan.


"Plaaakkk! Plaaaaakkkk!"


"Aahhh...., sakit....hentikan....Zean!!!"


"Hu....hiks....hiks...."


Suzy : "Ze....Zean! Apa yg akan kau lakukan? Mengapa, kau mengikatku begini?"


Zean : "Dengan begini. Kau tak akan berontak lagi." ucapnya sambil menunjukkan seringai di ujung bibirnya membuat Suzy bergidik ngeri melihatnya.


Suzy : "Ze...Zean! Lepaskan akuuu! Tolong, jangan begini padaku. Aku istrimu, Zean? Dan, aku sedang hamil anak kita. Tolong, jangan siksa aku!"


Zean : "Istri? Hamil anak kita? Memangnya, kenapa? Hah? Dengan, begini kau akan lebih tenang. Tak akan memberontak padaku lagi! Hahaha....!!!"


Suzy : "Kau sakit, Zean? Sungguh, kau sakit!"


Zean : "Apa!!! Beraninya kau bilang aku sakit? Kurang ajarr!"


Zean mengangkat tangannya dan memukul Suzy lagi.


"Plaaakkk"


"Ahh" pekiknya.


"Hu....Hiks....Hiks..."


Zean memegang dagu Suzy dan berkata....


Zean : "Turuti aku! Jika, kau tak ingin ku sakiti!"


Dengan airmata berderai akhirnya, Suzy mengangguk. Itu berarti ia harus menerima segala perlakuan kasar Zean saat bercinta dengannya.


Zean : "Sekarang, aku benar-benar 'ingin' jadi? Jangan, coba-coba menolakku Suzy?" ucap Zean dengan nada mengancam.


Suzy : "Kau menginginkanku! Tapi, dengan cara yg sangat menyakitkan. Zean? Apa, tidak bisa kau sedikit lembut?" ucap Suzy sambil berlinang airmata.


Zean : "Diaaammm!!! Diam kau, *****!"


Zean melayangkan tangannya hendak menampar lagi Suzy. Tapi, tangannya terhenti. Ia berpikir tentang sesuatu.


"Jika, aku memukulnya lagi. Bukankah, akan menjadi masalah pada janinnya? Ck...., ah sudahlah!" ucap hati Zean.


Kemudian, Zean melepaskan ikatan tali pada kaki dan tangan Suzy. Kemudian, ia memakai pakaiannya kembali. Suzy heran melihatnya.


Zean : "Kau beruntung, kau sedang hamil. Jika, tidak aku akan menyiksamu tiada henti!" ucap Zean dan berlalu dari kamar itu.


Ia turun dari lantai atas lalu kemudian ia pergi entah kemana dengan motor miliknya. Sementara, Suzy menangis sedih di dalam kamarnya. Entah mengapa, Zean begitu kasar dan kejam padanya. Sesungguhnya, Lova mendengar semua kegaduhan yg terjadi tadi di sana. Ia berjalan pelan-pelan menuju kamar Zean yg tampak sepi hanya terdengar suara tangisan Suzy.


Lova mengintip dan ia menemukan Suzy sedang menangis sesenggukan dalam keadaan tiada berpakaian sama sekali. Ia terkejut, lalu ia masuk ke dalam kamar itu dan langsung mengambil selimut dan menutupi tubuh polos Suzy. Mendapat perhatian seperti itu. Tangis Suzy kian pecah. Lova memeluk Suzy erat. Lova tak berkata apa-apa. Ia diam saja hingga Suzy berhenti menangis.


Sesungguhnya, Lova tidak mengerti apa yg terjadi. Siapa, wanita yg dibawa oleh suaminya pulang. Dan, mengapa suaminya bersikap kasar pada wanita yg baru dibawanya pulang. Sebelumnya, Zean adalah lelaki yg baik, lembut dan perhatian. Ia berbeda jauh dengan kakaknya Sean. Sean yg sangat beringas bagaikan hewan buas terhadap dirinya. Yang selalu keinginan hasratnya di penuhi setiap malam. Yang membuat Lova sering kali lembur setiap malam. Hanya demi memuaskan nafsu birahi Sean yg tak pernah padam pada dirinya.


Bersambung......


TWO HUSBAND


NB :


Terima kasih saya ucapkan kepada kalian yg selalu setia membaca karya2 ku. Aku sudah terbitin satu novel baru judulnya OPPA GANTENG KU. Kalau berkenan singgah sekejap ya😊😊😊. Beri komentar dan like nya ya😊😊😊


Terima Kasih