TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-39



Bus yg di tumpangi Zean dan Mitha akhirnya sampai di daerah S. Para penumpang turun dari bus, tak terkecuali Zean. Zean berhasil menyingkirkan lengan Mitha yg menggamit lengannya. Lalu, ia segera turun dari bus tersebut menyisakan Mitha disana yg masih tertidur pulas. Masih dengan topi yg menutupi wajah cantiknya. Seorang konderktur bus membangunkannya.


Kondektur Bus : "Neng, bangun. Sudah sampai daerah S."


"Emh...?" geliat Mitha.


"Hoaammmm...."


Mitha terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan mata cantiknya.


Mitha : "Sudah sampai ya, pak?"


Kondektur Bus : "Iya, neng. Tuh, semua penumpang


sudah turun. Hanya neng saja yg masih asyik tidur di samping cowok ganteng sambil pelukan. Hehehe😁😁😁


Mitha kaget.


Mitha : "Ha😲😲😲 Ah, yg benar pak?"


Kondektur Bus : "Bener neng."


Mitha : "Lah jadi, cowo gantengnya mana?"


Kondektur Bus : "Sudah turun, neng dari tadi."


Mitha : "Oh, baguslah. Kalau ketemu kan, saya jadi malu." ucap Mitha dengan wajah merah.


Kondektur Bus : "Hehehe, ternyata eneng mah gayanya aja yg serampangan yak. Dibaliknya, gak nyangka eneng bisa malu juga. Hihihi😊😊😊


Mitha : "Ah, bapak ini ada-ada saja. Ya sudah, saya turun ya pak. Terima kasih, sudah membangunkan saya."


Kondektur Bus : "Oh, iya neng. Hati-hati, ya neng di jalan. Disini, mah musim copet. Jaga, dompet eneng yak."


Mitha : "Oh, oke. Permisi, pak."


Kondektur bus tersebut hanya manggut-manggut saja. Mitha segera turun dari dalam bus yg ia tumpangi. Ia menyetop taxi untuk membawanya ke alamat yg ditujunya. Yakni, rumah yg ditujunya adalah rumah temannya. Ia ingat temannya, dulu memiliki seorang pembantu rumah tangga yg namanya Ningsih. Ia curiga, jangan-jangan pembantu tersebut adalah orang yg sama yg sudah memberikan dirinya kepada Julia dan Robert.


Perjalanan menuju rumah temannya itu tidak lama. Tidak memakan waktu lebih dari 30 menit ia sudah sampai di depan rumah temannya. Mitha turun dari taxi setelah ia membayar ongkos sewa taxi tersebut. Ia memencet bel berulangkali.


"Assalamu Alaikum, atok oh atok."


Begitulah, kira-kira bunyi bel tersebut. Karena, bunyi bel tersebut lucu. Mitha jadi terkekeh geli karenanya. Ia tertawa sendirian seperti orang gila. Bersamaan dengan itu, ternyata Zean juga sudah sampai di depan rumah teman lamanya. Ia juga memencet bel beberapa kali. Ia melihat Mitha sedang memencet bel berulangkali sambil terkekeh geli. Zean tidak dapat melihat wajah Mitha. Ia hanya melihat punggungnya saja. Jadi, ia tidak menyadari kalau Mitha mempunyai wajah yg sama dengan Lova. Ia menggerutu kesal karena suara tawa Mitha yg keras.


"Ck, dasar! Cewek aneh. Ehh...tunggu dulu. Bukannya itu Cewek yg tidur sambil memeluk lenganku? Kebetulan nih, kusamperin tuh cewek." ucap dalam hati menahan kesal dan emosi.


Kemarin, sepanjang perjalanan wanita yg tidur di lengan Zean tidak mau melepaskan lengan Zean. Karena Mitha sedang bermimpi indah dan ia menganggap kalau lengan Zean itu adalah guling kesayangannya di rumah. Hal, itu cukup membuat Zean jadi emosi dan naik darah ketika mengingatnya. Jadi, ia mau menemui Mitha dan memarahinya sampai puas. Tapi, belum lagi ia melangkah untuk menemui Mitha. Tiba-tiba saja, pintu rumah temannya itu terbuka. Seorang, wanita paruh baya keluar dari dalam rumah dan menyambut Zean.


Ibu Dewi : "Siapa ya?" tanyanya.


Zean : "Zean, tante?" balasnya.


Ibu Dewi : "Ohh, nak Zean ya? Temen Bagas, waktu sekolah dulu itu?"


Ibu Dewi : "Wah, kebetulan sekali kamu datang. Bagas sedang mengadakan acara malam ini."


Zean : "Acara? Acara apa tante?"


Ibu Dewi : "Pertunangan."


Zean : "Pertunangan? Sama siapa tante?"


Ibu Dewi : "Sama Kinanti, tetangga sebelah rumah itu?" tunjukknya serius.


Zean melirik ke sebelah rumah tersebut. Ternyata, cewek tadi sudah masuk ke dalam rumah. Ada rasa kecewa di sudut matanya.


"Ya elah, tuh cewe udah masuk rumah lagi. Apa itu ya, cewe yg dibilang tante Dewi. Ah, mudah-mudahan aja bukan." ucap hati Zean.


Ibu Dewi : "Duhh, jadi keasyikan ngobrol. Ayo, masuk nak Zean. Mohon maaf, keadaan rumah sedang berantakan."


Zean : "Ehh??? Tidak apa-apa, tante? Zean ngerti kok."


Ibu Dewi tersenyum manis.


Ibu Dewi : "Mari ibu tunjukkan kamar kamu buat istirahat. Pasti kamu lelah sekali."


Zean : "Um, terima kasih tante?"


Ibu Dewi : "Iya, sama-sama."


Ibu Dewi menunjukkan sebuah kamar istirahat untuk Zean. Sementara itu di rumah Kinanti, calon tunangan Bagas. Tampak di dalam rumah itu sangat ramai sekali. Ternyata kedatangan Mitha ke rumah temannya itu waktunya kurang tepat menurutnya. Sebab, ternyata Kinanti temannya itu akan bertunangan dengan lelaki idamannya. Dan, acaranya akan dilangsungkan nanti malam.


Mitha merasa tak enak hati. Jadi ia memutuskan, untuk menunggu sampai acara selesai barulah ia akan mencoba bertanya tentang pembantu Kinanti yg bernama Ningsih tersebut. Mitha menginap di rumah Kinanti. Sambil ia membantu keluarga Kinanti memasak untuk acara pertunangan itu. Kinanti melarang Mitha untuk memasak. Ia meminta Mitha hanya menemaninya saja di dalam kamar pribadinya.


Mitha : "Wah, gak nyangka ya? Akhirnya, kamu akan bertunangan lalu menikah dan punya anak."


Kinanti : "Yah begitulah, ta. Aku juga gak nyangka aku akan berjodoh dengan anak tetangga sebelah rumah."


Mitha : "Padahal, dulu kalian sering bertengkar."


Kinanti : "Ya, dulu kami sering bertengkar. Terus entah mulai sejak kapan kami mulai saling jatuh cinta."


Mitha : "Tapi, apa pun itu dan dimulainya sejak kapan. Aku ucapkan selamat ya untuk pertunanganmu dengannya." ucap Mitha sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Kinanti : "Terima kasih, Mitha." balas Kinanti dan ia menyambut uluran tangan Mitha lalu memeluknya erat.


Mitha : "Sama-sama, temanku?" ucap Mitha sambil menepuk-nepuk punggung temannya itu.


Mitha dan Kinanti larut dalam kehangatan pertemanan mereka berdua. Mereka banyak bercerita hal-hal yg menarik dan mereka alami semenjak mereka berpisah beberapa tahun yg lalu setelah mereka sama-sama tamat sekolah. Berbicara tentang masa lalu, masa sekolah mereka dulu. Sungguh menyenangkan bagi keduanya. Hingga, akhirnya mereka berdua kelelahan lalu tertidur pulas dan terbang ke alam mimpi masing-masing.


Bersambung...


TWO HUSBAND