TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-22



Sean menyusul Lova ke toilet. Tapi, belum lagi ia sampai disana ternyata Lova sudah keluar dari toilet dan sedang berjalan ke arahnya. Lova melihat wajah Sean yg terlihat kesal. Lova berkeringat dingin. Ia takut jika Sean akan marah dan memberinya hukuman lagi.


"Aduh, gawat! Itu, Sean! Mukanya seram amat? Dia pasti mau marah lagi sama aku!" ucap Lova dalam hati.


Sean : "Lama sekali kamu di toilet! Ngapain, aja kamu di toilet? Boker? Boker aja lama banget. Dua puluh menit aku menunggumu!"


Lova terpaksa berbohong untuk menyelamatkan dirinya dari hukuman Sean.


Lova : "Sean, maaf? Tadi, aku sakit perut. Jadi, tadi aku ke toiletnya agak lama. Sorry...!"


Begitu mendengar penjelasan Lova. Amarah Sean yg sudah sampai di ubun-ubun pun menghilang.


Sean : "Kau, sakit perut?"


Lova mengangguk.


Sean : "Sayang??? Kau, benaran sakit ya?"


Lova mengangguk lagi.


Sean : "Ya sudah! Kita ke dokter ya?"


Mata Lova membulat lebar kala Sean mengajaknya pergi ke dokter.


Lova : "Tidak usah! Tidak usah, ke dokter. Em? Kita beli obat sakit perut aja di apotik."


Sean menuruti Lova.


Sean : "Oh, begitu ya? Ya sudah! Kita ke apotik yg terdekat aja ya?"


Lova : "Iya, yuk berangkat!" ajak Lova.


Sean : "Iya, tapi tunggu sebentar! Aku bayar dulu tagihannya!" ucap Sean pada Lova.


Lova tersenyum. Dan, ia merasa lega. Sean sudah tidak marah lagi padanya. Lebih, lega lagi Sean tidak tahu kalau tadi ia berkenalan dengan seorang pria bernama Asraf. Jika, Sean tahu sudah pasti Sean akan menghukum dirinya. Dan, tidak akan mengampuninya.


Sean menghampiri Lova kembali. Ia sudah selesai membayar tagihan makanan yg tadi mereka pesan berdua.


Sean : "Yuk?"


Lova tersenyum dan menggandeng tangan Sean. Hal itu ia lakukan agar hati Sean merasa nyaman dan tak perlu marah lagi padanya. Sean sangat terkejut tiba-tiba saja Lova menggandeng tangannya. Namun, tersungging satu senyuman manis disana. Sean merasa sangat senang sekali Lova mau bersikap mesra padanya.


Sedangkan, di sisi lain sepasang tatapan mata tajam menatap kepergian Sean dan Lova. Dia tak lain adalah Asraf seorang pria yg tadi berkenalan dengan Lova.


"Hm? Ternyata, wanita cantik itu sudah punya pacar!" ucap Asraf dalam hati.


"Akh, sudahlah! Untuk apa, mengurusi wanita itu! Lebih baik, aku segera temui mama. Mama, pasti udah lama nungguin aku!" ucap Asraf lagi dalam hati.


Asraf pun segera berlalu dan kembali menemui Irene yg sudah menunggunya dengan perasaan cemas dan khawatir.


Irene : "Asraf? Nak, kau kemana saja? Lama sekali, mama nungguin kamu sayang?"


Asraf : "Iya, ma? Tadi pas, mau ke toilet. Ada seorang cewe nabrak aku ma?"


Irene : "Trus, kamu gak apa-apa kan nak? Ada, yg luka tidak?"


Asraf : "Mama, gak perlu khawatir! Aku gak apa-apa kok! Cewe itu juga udah minta maaf kok, ma?"


Irene : "Baik sekali wanita itu? Mau minta maaf segala! Zaman sekarang sudah semakin sedikit orang yg mau mengakui kesalahan dan mau minta maaf! Nak, kau harus tiru hal baik yg seperti itu ya?"


Asraf : "Iya, ma? Oh, ya apa mama sudah pesan makanan?"


Irene : "Belum!"


Asraf : "Lho, kok belum sih ma?"


Irene : "Mama, masih tungguin kamu buat makan sama-sama!"


Asraf : "Oh, begitu? Ya sudah! Asraf pesan makanan buat, mama ya?"


Irene mengangguk.


Irene : "Buat kamu juga ya, nak?"


Asraf : "Tentu saja, ma?" ucap Asraf sambil tersenyum.


Asraf memesankan makanan untuk ibunya dan juga untuk dirinya sendiri. Setelah, itu mereka berbincang-bincang sebentar sebelum makanan yg mereka pesan datang.


💦💦💦💦💦


Apotik....


Sean dan Lova sedang berada di apotik. Sean membelikan obat untuk sakit perut yg dialami oleh Lova. Setelah selesai, Sean segera masuk ke mobil. Menemui, Lova yg sedang menunggunya di mobil. Lova jadi serba salah. Sesungguhnya, ia tidak sakit perut. Ia terpaksa bohong pada Sean. Jika, tidak Sean akan marah padanya. Dan, ia takut jika Sean marah padanya. Sudah tentu, Sean akan memberikan hukuman padanya.


Mobil Sean bergerak menuju hotel tempat mereka akan menginap dan bulan madu. Sesungguhnya, Sean ingin sekali berbulan madu ke luar negeri. Tapi, waktunya tidak cukup. Karena, pekerjaan di kantor yg membutuhkan ekstra perhatian. Tapi, ia cukup beruntung karena ia berhasil membujuk Zean untuk menggantikan pekerjaannya sementara waktu. Sedangkan ia dan Lova sibuk berbulan madu dan memadu kasih. Dan, Zean tidak tahu jika Sean membawa Lova berbulan madu bersama.


Namun, agaknya rencana Sean yg sudah matang ini. Harus tertunda karena sakit perut, Lova. Setelah, sampai di hotel yg sudah di tuju. Sean membantu Lova untuk turun dari mobil sambil memegangi perutnya yg tidak sakit. Lova sengaja berakting. Agar, kebohongannya tidak terbongkar di hadapan Sean.


Setelah, memesan kamar. Sean pun membawa Lova naik ke lantai atas bersama seorang roomboy. Roomboy itu membuka pintu kamar hotel dan mempersilahkan Sean dan Lova masuk untuk beristirahat. Sean mengucapkan terima kasih kepada Roomboy tersebut. Lalu, roomboy itu pun pergi meninggalkan mereka berdua disana. Sean menyuruh Lova berbaring di atas tempat tidur. Lova menurut. Sedangkan, Sean ia pergi ke kamar mandi untuk mandi sejenak.


Setelahnya, ia menemui Lova lagi. Ia melihat Lova sudah tertidur pulas. Sean tersenyum melihatnya. Sean membelai wajah dan rambut Lova. Lalu, ia berbaring di samping Lova. Ia mengelus perut rata Lova agar wanita yg ia cintai itu merasa nyaman dan rasa sakit yg di rasakannya bisa berkurang.


❤❤❤BERSAMBUNG❤❤❤


💕TWO HUSBAND💕