TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband-24



Setelah, percintaan malam itu. Zean tak pernah lagi datang dan bertemu dengan Suzy. Seorang, pelayan bar yg sudah menggodanya dengan menggunakan tubuhnya yg sexy. Zean mengaku menyesal dan ia merasa mengkhianati Lova.


Setiap kali, ia melihat Lova maka rasa bersalah itu pun kian menusuk hatinya.


"Maaf, Lova!" ucap hati Zean kemudian pergi meninggalkan Lova dengan sejuta tanda tanya besar dalam hatinya.


Sean pun melihat hal itu. Tapi, ia masa bodoh dan tidak perduli. Toh, ia sudah sangat berbahagia pergi berbulan madu dengan Lova berdua saja selama beberapa hari.


Sean terkadang terlihat senyum-senyum sendiri tak menentu karena ia sedang bahagia. Hanya Lova saja yg tak bisa merasakan kebahagiaan seperti Sean. Karena, Zean juga suaminya. Ia juga turut merasakan perasaan sedih Zean. Ia juga ikut merasakan kekecewaan Zean. Namun, mau bagaimana lagi? Ia sendiri pun tak bisa menolak Sean. Karena, Sean juga suaminya.


"Duhh, repotnya punya suami dua!" ucap hati Lova.


Lova pun menyadari bahwa ia pun sungguh kerepotan dalam menghadapi kedua suaminya. Terkadang, yg satu mau begini. Dan, yg satunya maunya begitu. Ia jadi pusing sendiri bila sudah begitu.


Dua bulan kemudian......


Suzy : "Zean! Kamu harus tanggung jawab!" ucap Suzy pada Zean ketika ia secara tak sengaja bertemu dengan Zean.


Zean tersenyum ketika ia mendengar barusan kata-kata Suzy.


Zean : "Tanggung jawab, apa? Hm? Kau suka tidur dengan semua pria. Siapa, tahu itu bukan anakku tapi anak orang lain."


Suzy marah ketika mendengar ucapan Zean.


Suzy : "Asal kau tahu saja, Zean. Setelah, aku berhubungan denganmu. Aku tidak berhubungan dengan laki-laki manapun."


Zean tersenyum sinis.


Zean : "Oh, ya?"


Suzy : "Zean! Jika, kau tidak mau tanggung jawab. Maka, aku akan mengadukanmu pada pak bos!"


Zean tertawa.


"Hahaha"


Zean : "Silahkan, saja jika kau mau melapor pada kakakku. Sebab, aku tidak akan pernah mengakui anak yg ada di dalam rahimmu itu."


Suzy : "Zean! Kau memang laki-laki brengsek!"


Zean : "Baru tahu ya aku brengsek? Siapa, suruh kau menggoda seorang laki-laki brengsek seperti aku! Aku sudah menyuruhmu pergi. Tapi, kau masih saja berusaha menaiki tubuhku!"


Suzy : "Cih! Bukannya, kau juga mau?"


Zean : "Buaya mana mau menolak bangkai, Suzy? Apalagi, bangkai itu terlihat menggoda dan menggugah selera!" ucap Zean kembali tersenyum sinis.


Suzy : "Kurang ajarr!!!"


Zean : "Apa!!! Mau menamparku???" ucap Zean sembari memegang kuat pergelangan tangan Suzy. Suzy jadi mengaduh kesakitan. Ketika, Zean memperlakukannya demikian.


Suzy : "Arrrgghh! Zean! Sakit!!!"


Zean : "Sudah tahu sakit, tapi kau masih saja memaksaku! Pergilah, dari hadapanku! Dan, jangan pernah muncul lagi di hadapanku! Aku tidak suka wanita jalang sepertimu!" ucap Zean kemudian berlalu meninggalkan Suzy disana.


Suzy menangis histeris kala mendapati kenyataan bahwa Zean tidak mau bertanggung jawab terhadap anak di dalam kandungannya. Padahal, anak tersebut merupakan anak dari Zean sendiri. Ia terluka dan ia menderita. Ia tidak ingin anaknya lahir tanpa seorang ayah di sisinya. Jadi, Suzy memutuskan untuk menemui Sean. Dengan harapan agar, Zean mau menikahinya dan bertanggung jawab untuk anak mereka.


Malam harinya.....


Memang sudah sebulan semenjak Suzy memutuskan untuk berhenti bekerja di bar milik Sean Frederick. Karena, kondisi kehamilannya itu. Ia masuk kembali ke bar untuk bertemu dengan Sean. Tentu saja demi bayi yg di kandungnya. Karena, Zean menolak untuk menikahi dirinya. Maka, terpaksa ia harus meminta bantuan Sean. Untuk membujuk Zean agar mau menikahi dirinya dan mengakui anak yg ada dalam kandungannya. Suzy langsuk masuk ke dalam ruang kantor pribadi Sean. Dan, berbicara dengannya.


Suzy : "Selamat malam, tuan Sean?"


Sean melirik Suzy sekilas. Dan, terlihat senyum sinis di bibirnya yg menawan.


Sean : "Mau apa lagi kau, jalang? Apa kau mau menggodaku lagi?"


Suzy : "Saya, datang kemari untuk minta bantuan anda tuan? Bukan untuk menggoda anda?"


Sean : "Oh, ya? Aku tidak percaya. Seorang, jalang sepertimu? Apakah, sudah tobat?"


Suzy : "Tuan, boleh menghina saya apa saja. Tapi, tolong tuan percaya saya sekali ini saja!"


Sean : "Heh! Percaya? Bagaimana, aku bisa mempercayai seorang jalang yg terbiasa menggodaku?"


Suzy : "Saya, memang seorang jalang, tuan? Tapi, jalang ini sedang hamil 2 bulan. Dan, yg menghamili saya adalah adik anda sendiri, Zean. Memang, saya akui saya yg telah menggoda adik anda. Saya, salah. Tapi, apakah jalang ini tidak berhak mendapatkan keadilan? Lalu, apakah anak ini tidak berhak mendapat pengakuan dari orang tuanya? Coba, katakan pada saya, tuan? Apa, yg harus saya lakukan?"


Mendengar rangkaian kata-kata yg diucapkan oleh Suzy seketika membuat hati Sean tersentuh. Sean marah.


Sean : "Tentu saja, kau berhak mendapatkan keadilan dan anakmu dapat pengakuan. Tapi, jika benar itu adalah benih Zean. Aku akan membereskan masalah ini. Aku akan bicara padanya. Kau tak perlu khawatir. Sekarang, pulanglah! Tidak baik, jika kau berada disini lama-lama."


Suzy : "Baiklah, tuan? Saya permisi!"


Sean mengangguk. Dan, Suzy segera pergi dari sana. Tinggallah Sean sendiri di ruangan itu. Wajahnya tampak sangar menahan amarah. Ia mengepalkan tangannya kuat.


Sean : "Zean, keparat! Apa, yg sudah kau lakukan???"


Bersambung.......


-TWO HUSBAND-