
Mitha pergi dari rumah orang tua angkatnya. Ia pergi untuk mencari orang tua kandungnya. Ia pergi ke daerah S untuk menemui seorang wanita yg menemukan dirinya dan memberikan dirinya kepada Julia dan Robert untuk di asuh. Mitha benar-benar ingin tahu perihal kejadian yg terjadi sebenarnya. Mengapa orang tua kandungnya membuang dirinya.
Pikirannya jadi rumit. Sama dengan halnya yg dirasakan oleh Zean sekarang. Sudah satu bulan Zean mencari Suzy. Tapi, belum ketemu juga. Dan, hari ini merupakan hari terakhir perjanjiannya dengan Lova. Akankah ia kehilangan Lova? Hal itu cukup berat untuk ia jalani.
Namun, dengan berat hati ia harus menerima. Meski ia tidak rela. Ia pulang ke rumah itu dengan rasa takut akan kehilangan Lova. Ia bertemu dengan Lova di ruang tamu. Lova mempertanyakan tentang Suzy kepada Zean. Karena sesuai dengan kesepakatan mereka. Zean harus rela berpisah dari Lova jika Zean tak berhasil membawa Suzy pulang.
Zean : "Apakah, kau tak bisa memberi kesempatan untukku sayang? Ayolah, kau ini benar-benar tidak mengerti tentang perasaanku padamu?"
Lova terdiam.
"Ya, aku sangat mengerti sekali. Dan, aku ingin kau juga memahami ini. Mengapa aku melakukan hal ini? Semata-mata juga karena aku sayang padamu. Aku tidak ingin suamiku berubah menjadi makhluk yg tak mempunyai hati dan tega menyakiti wanita hanya karena kesalahan kecil yg pernah yg ia lakukan." ucap hati Lova.
Lova : "Zean? Tidak ada gunanya lagi untuk membahas semua ini. Memberimu kesempatan? Aku sudah memberimu kesempatan. Tapi, kau tidak bisa memenuhinya. Jadi, kita berpisah saja."
Zean kaget dan ia langsung memeluk erat tubuh Lova.
Zean : "Sayang? Jika kau mengerti dan paham tentang perasaanku. Aku jadi seperti ini karena aku sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu. Sayang? Please? Give a chance, once more baby? Aku janji aku akan menepatinya."
Lova : "One more chance?"
Zean : "Ya"
Lova : "Alright? Pergilah, menjauh dariku selama setahun. Renungkanlah apa yg telah kau lakukan selama ini pada Suzy. Selama waktu itu, jangan pernah sekali pun kau menghubungi aku. Aku kira begitu saja kesempatan yg aku beri padamu. Sekarang pergilah, Zean!" ucap Lova kemudian melepas pelukan Zean dan pergi berjalan keluar dari rumah itu.
Zean diam tertegun sejenak. Sungguh ia tak percaya, dengan apa yg dikatakan oleh Lova barusan. Mendadak ia jadi lemas dan tak berdaya.
"Sayang? Inikah yg kau mau. Sungguh aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. Tapi, baiklah aku aku akan pergi. Bukan hanya setahun tapi, pergi selamanya darimu. Dan, tak akan pernah kembali." ucapnya hatinya lirih.
Zean segera pergi. Ia mengemasi seluruh pakaiannya dan menaruhnya di koper. Ia membawa seluruh pakaiannya dan tak menyisakan satupun. Zean menarik nafas lelah. Perlahan ia berjalan gontai keluar dari rumah itu dengan menenteng kopernya.
"Selamat tinggal, sayang? Semoga kamu hidup bahagia." ucap hatinya lagi lirih.
Zean pergi dengan menaiki sepeda motornya.
"Whuss..."
Motor Zean melesat kencang. Menembus jalanan. Sementara itu, Lova tampak berdiri di balik tembok sambil menangis terisak. Ia sedih dan ia terluka.
"Huhuhu....maafkan aku, Zean? Aku harus melakukan hal ini padamu. Aku tahu hati kamu pasti terluka. Sesungguhnya aku sangat mencintai dirimu. Tapi, aku tak punya pilihan lain. Aku harus memilih antara kau dan Sean. Juga antara aku, kamu dan Suzy. Hu...hiks...hiks."
Tapi, ia harus mengambil keputusan itu. Sesungguhnya ia sangat mencintai Zean di bandingkan Sean. Sedangkan, Sean sangat mencintai Lova meski ia tahu ia harus berbagi dengan Zean. Namun, kini sepertinya Sean akan memiliki Lova seutuhnya. Karena, Zean memutuskan ia tak akan pernah kembali lagi. Ia akan pergi selamanya dari kehidupan Lova dan Sean. Meski itu terasa berat bagi dirinya.
Di sisi lain....
Mobil yg ditumpangi oleh Asraf, detektif dan juga Suzy sudah sampai di daerah S, pedalaman. Tempat dimana Ningsih tinggal. Yaitu, orang yg telah menculik Jesseline adik Asraf. Mereka tampak berjalan tergesa-gesa sekali menuju rumah yg agak kumuh yg hanya berdindingkan tepas dan beratapkan daun rumbia.
Ningsih adalah seorang janda tanpa anak. Pernikahannya kandas karena ia tak bisa memberikan keturunan untuk suaminya. Untuk itu suaminya menikah untuk kedua kali dengan seorang janda beranak satu yg bernama, Irene ibu Asraf. Asraf adalah anak bawaan dari Irene. Sedangkan, Jesseline dan Mikayla adalah anak kandung dari Irene dan suami dari Ningsih tersebut.
Ningsih tidak terima akan pernikahan kedua sang suami dengan Irene. Ia mengetahui tentang pernikahan itu. Ia sakit hati dan ia kecewa pada suaminya. Karena suaminya menikah tidak meminta izin darinya terlebih dahulu. Untuk itu ia menyamar menjadi pembantu di rumah Irene. Niatnya hanya satu yaitu menghancurkan hidup bahagia sang suami yg telah dikaruniai sepasang bayi kembar perempuan.
Suami Ningsih sudah meninggal sebelum Irene melahirkan sepasang bayi kembar tersebut. Ia tak sempat untuk melihat keturunan yg sudah dinantikannya lahir. Hal itu cukup membuat lega hati Ningsih. Dengan kematian suaminya itu ia bisa menjalankan dengan leluasa niat jahatnya. Yaitu memisahkan Irene dengan sepasang bayi kembarnya. Saat itu, bayi Mikayla lahir namun tidak seperti bayi normal lainnya. Ia diam dan tak bergerak. Dengan begitu, dukun beranak mengatakan kalau bayi Mikayla sudah meninggal dunia. Sedangkan, bayi Jesseline hidup.
Dukun beranak menyerahkan bayi Mikayla kepada Ningsih untuk di kebumikan. Ningsih senangnya bukan main saat mengetahui kalau darah daging dari mantan suaminya itu sudah meninggal meski hanya satu saja. Namun, betapa terkejutnya ia ketika ia mengetahui saat bayi itu hendak dikubur bayi itu menangis dengan sangat keras. Ningsih terkejut, ternyata bayi Mikayla masih hidup. Ningsih bingung.
Ia tak mungkin mengasuh bayi dari wanita yg sudah menghancurkan rumah tangganya. Jadi, ketika ia melihat pasangan pasutri yg lewat di tempat itu. Ia menyerahkannya begitu saja bayi Mikayla kepada pasutri Robert dan Julia. Robert dan Julia dengan senang hati menerima bayi tersebut untuk mereka asuh. Karena semenjak mereka menikah, mereka belum juga memperoleh keturunan.
Setelah itu, Ningsih kembali lagi ke rumah Irene dan mengatakan kalau bayinya sudah dimakamkan. Ningsih sengaja membohongi Irene agar Irene merasakan rasa sakit yg ia rasakan. Jika dipikir-pikir Ningsih ini sungguh kejam dan keterlaluan. Ia sengaja menghancurkan perasaan Irene kala itu. Sedangkan, untuk bayi Jesseline ia punya rencana lain.
Ia menculik bayi Jesseline dan membawanya pergi dari rumah Irene. Lalu, ia meletakkan bayi tersebut di sebuah rumah warga dan meninggalkannya begitu saja dan untuk selanjutnya Ningsih pun menghilang. Tanpa diketahui jejaknya kemana ia pergi dan menghilang. Beruntung dengan keahlian sang detektif sewaan Asraf. Akhirnya, mereka bisa menemukan Ningsih kembali. Asraf sangat bahagia karena tak lama lagi ia akan menemukan adik kandungnya, Jesseline maupun Mikayla.
Bersambung....
TWO HUSBAND