
Bara kemudian turun dari tempat tidur itu. Dia pergi ke kamar mandi. Ia mandi dan Mitha mengekorinya dari belakang. Ia juga sudah lelah, dan ingin menyiram tubuhnya dengan air segar.
Two Husband S2 Eps-23
Setelah mandi dan segar, Mitha mendapat telepon dari Jason. Jason ingin sekali bertemu dengannya dan ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Awalnya, Mitha ingin menolak tapi kemudian ia setuju untuk bertemu dengan Jason dengan alih-alih Jason mengatakan ada yg ingin ia katakan tentang Jhon.
Setelah selesai berdandan sekenanya, ia pun pergi untuk menemui Jason. Pintu kamar sudah terbuka. Lee yg langsung datang ke kantor. Ia merasa curiga mendengar suara Bara dibalik pintu kamar pribadi tuannya. Ia menyangka, Bara sedang dieksekusi oleh Mitha. Tapi, kenyataannya tidak. Bara dan Mitha semalaman ada disana karena pintu kamar tersebut dikunci dari luar oleh Jimmy.
Ternyata maksud Jimmy menyuruh Lee untuk segera datang ke kantor adalah untuk membebaskan Bara dan Mitha yg terkunci semalaman disana. Lee tidak menyangka kalau Bara dan Mitha terkunci disana karena ulah Jimmy. Mulai sekarang Lee tidak berani lagi berbuat macam-macam dan menghalangi apa pun yg dilakukan oleh Jimmy. Sebab, ia sudah tahu apa yg akan dilakukan oleh Jimmy pada dirinya jika berani mengganggu kesenangan kakek nyentrik bin jadul itu.
Mitha tidak pamit sama Bara. Karena, jika ia pamit sama Bara. Sudah pasti Bara tidak akan mengizinkannya untuk menemui Jason. Mitha tahu Bara sangat cemburu padanya jika ia bertemu dengan Jason atau laki-laki lain mana pun. Jadi, ia tidak pamit pada Bara. Ia hanya bilang bahwa ia pergi ke rumah ibunya untuk bertemu dengan ibunya dan Asraf karena rindu.
Mitha harus membohongi Bara. Jika, tidak maka ia tidak akan mendapat izin dari Bara. Sudah pasti lelaki tampan satu itu akan menyembunyikannya di dalam kamar seharian. Jika, sudah begitu sudah dapat ditebak apa yg akan terjadi selanjutnya. Ia pasti akan diminta untuk kerja bakti lagi seperti kemarin malam. Mitha tidak mau. Karena, sungguh melelahkan jika melayani serigala buas seperti Bara.
Mitha sudah sampai di sebuah tempat yg ia jadikan sebagai tempat untuk bertemu dengan Jason. Dari luar pintu tempat pertemuan itu ia melihat Jason disana. Dengan setelan jas yg rapi dan trendy. Mitha langsung masuk ke dalam. Ia menyapa Jason.
Mitha : "Hai, Jason!"
Jason senang Mitha menyapanya. Saking senangnya ia sampai melihat Mitha dari atas sampai bawah.
Jason : "Ha...hai...Mitha!"
Mitha terkejut ketika ia mendengar Jason membalas sapaannya namun tidak memanggilnya lagi kakak ipar. Biasanya Jason akan memanggilnya begitu.
Mitha : "Em, sudah lama kau menungguku?"
Jason : "Tidak, Mitha. Aku baru saja tiba. Oh, apa kau sudah sarapan?"
Mitha : "Belum."
Jason : "Kalau begitu, pesanlah. Makanan disini enak-enak."
Mitha : "Oh, terima kasih. Nanti, saja kalau sudah lapar aku akan pesan. Oh, ya tadi kau meneleponku ada apa ya?"
Jason : "Oh, itu. Ya, ada sesuatu yg ingin aku ungkapkan."
Mitha : "Ungkapkan? Apa itu."
Jason batuk kecil.
Jason : "Ehem! Ak...aku...menyukaimu Mitha."
Mitha lagi-lagi terkejut.
Mitha : "Apa? Ka...kau...menyukaiku?"
Jason : "Iya, aku suka padamu. Maukah kau menjadi istriku?"
Jason melamar Mitha. Ia membuka kotak yg berisi cincin berlian 24 karat kepada Mitha sebagai cincin tunangan. Untuk sesaat Mitha terpana melihatnya. Namun, kesadaran kembali menguasai dirinya. Mitha menolak lamaran Jason dengan halus.
Mitha : "Maaf, Jason. Aku tidak bisa menerimanya."
Raut wajah Jason berubah murung.
Jason : "Apa? Kenapa? Katakan padaku alasannya. Mengapa kau menolak lamaranku."
Lalu, tiba-tiba Bara muncul disana.
Bara : "Karena dia istriku."
Jason : "Apa?"
Jason menatap Mitha.
Jason : "Benarkah, itu Mitha."
Mitha tidak tahu harus berkata apa. Dia diam. Bara berjalan menghampiri Mitha.
Bara : "Sayang? Jadi, inikah yg kau bilang ibumu itu?"
Wajah Mitha berubah jadi merah karena malu disindir oleh Bara.
Mitha : "Maaf, sayang? Aku terpaksa bohong."
Bara : "Oh, begitu. Jadi, kau lebih memilih berbohong daripada berkata jujur sama aku ya."
Mitha : "Sa...sayang? Kumohon, aku minta maaf."
Bara : "Memaafkanmu itu mudah, Mitha. Tapi, kebohongan yg kau lakukan ini benar-benar tidak bisa kuterima. Jika, kau berbohong karena alasan lain aku masih bisa menerima. Namun, alasanmu kebohonganmu adalah dia. Sungguh aku tak bisa menerima. Maaf, Mitha aku kecewa padamu."
Bara segera pergi dari sana. Ia meninggalkan Mitha disana bersama Jason. Hatinya terluka hanya karena Mitha membohongi dirinya. Sungguh ia tidak tahu kalau ternyata Bara mengikuti dirinya. Mitha menangis sedih. Ia tahu ia salah. Ia sudah berbohong pada Bara demi untuk bertemu dengan Jason.
Melihat Mitha menangis Jason trenyuh. Ia berusaha mengulurkan tangan untuk menghibur Mitha. Tapi, Mitha malah menepis uluran tangan Jason. Mitha marah pada Jason.
Mitha : "Apa kau sudah puas?"
Setelahnya, Mitha pergi dari tempat itu. Ia menyusul Bara ke kantornya. Sampai disana, ia tak menemukan Bara disana. Ia bertanya pada Lee, dimana Bara. Tapi, Lee pun tidak tahu.
Mitha : "Masa kau sebagai asistennya pun tidak tahu dia dimana?"
Lee : "Mohon maaf, nyonya? Saya, benar-benar tidak tahu dimana tuan berada."
Mitha diam. Kemudian dengan langkah lesu. Mitha meninggalkan ruang kantor itu. Tak lama, setelah Mitha pergi Bara muncul dari tempat persembunyiannya. Ternyata, ruang kerja kantor Bara dilengkapi dengan tempat persembunyian. Tempat persembunyian itu ia gunakan sebenarnya untuk menghindar dari para wanita yg tidak ingin ia temui.
Bara : "Dia sudah pergi?"
Lee : "Sudah tuan? Tuan, wajah nyonya tadi terlihat sembab. Sepertinya, nyonya kebanyakan menangis. Tuan, apakah tidak sebaiknya tuan....!"
Tiba-tiba ucapan Lee terpotong oleh kata-kata Bara.
Bara : "Cukup Lee! Ini adalah urusanku dengan istriku. Kau tidak perlu ikut campur. Pergilah, urusi pekerjaanmu."
Lee : "Baik tuan?"
Lee segera pergi untuk bekerja kembali. Namun sebelum ia pergi ia sempat berkata sesuatu kepada tuannya itu.
Lee : "Tuan, kalau bisa jangan biarkan emosi terlalu lama mempengaruhi hubungan anda dan nyonya. Jika, dibiarkan terlalu lama bisa-bisa burung yg sudah susah-susah anda tangkap dia akan terbang lagi. Permisi, tuan?"
"Apa, terbang lagi?"
Bara menggumam.
Bara : "Dasar, Lee sialan! Bagaimana mungkin dia akan terbang lagi. Dia sudah jadi milikku. Hegh!"
Bara tidak menggubris kata-kata nasehat yg diucapkan Lee. Padahal, nasehat itu benar adanya. Jika, menuruti emosi maka yg ada hanya diri sendirilah yg benar. Padahal, pihak yg salah belum tentu sepenuhnya salah. Bisa saja pihak yg salah itu hanya terpaksa melakukan hal tersebut. Dan, Bara tidak mau mendengarkannya. Ia merasa dirinyalah yg benar. Dan, Mitha yg salah. Duhh, laki-laki sekarang benar-benar egois.
Bersambung.....
TWO HUSBAND Season 2