TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-37



Sekarang, ia sadar tidak seharusnya ia memenuhi undangan seorang lelaki. Apa lagi, undangan dari lelaki yg baru dikenal seperti Zhang Jie Luo. Yang nyata-nyata ingin melakukan sesuatu terhadap dirinya. Ia menghembuskan nafasnya sembari melepas tautan jari jemari Zhang Jie Luo yg menguasai jari jemarnya.


Two Husband S2 Eps 37


Siang itu Mitha dan Zhang Jie Luo sampai di sebuah bengkel mobil. Saat Mitha, sampai disana ternyata mobilnya sudah selesai diperbaiki. Mekanik mobil mengatakan mobilnya tidak rusak. Hanya saja mesinnya mengalami pemanasan. Dan, itu sudah di atasi oleh sang mekanik mobil.


Mitha : "Ouh, terima kasih ya? Oh, ini upahmu."


Mekanik : "Sama-sama, nyonya? Tidak usah, nyonya? Tuan Zhang sudah membayaranya."


Mitha : "Oh, ya?"


Mekanik : "Iya nyonya?"


Mitha : "Tuan Zhang, sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Sudah dua kali anda menolong saya."


Zhang Jie Luo : "Sama-sama, kalau begitu. Bisakah, aku memintanya?"


Mitha : "Meminta? Meminta apa?"


Zhang Jie Luo : "Meminta yg waktu itu padamu."


Mitha : "Yg waktu itu?"


Zhang Jie Luo : "Iya."


Mitha : "Apa yg kau minta dariku."


"You heart and your love for me."


Hati Zhang Jie Luo bergejolak. Ia ingin meminta hal yg sesungguhnya dari Mitha. Tapi, ia menahannya untuk sementara waktu.


Zhang Jie Luo : "Bisakah, kau menemaniku makan malam."


Mitha : "Makan malam?"


Zhang Jie Luo : "Ya, bisakah?"


Zhang Jie Luo mendekati Mitha dan menatap matanya penuh harap.


Mitha : "Maaf, sepertinya aku tidak bisa."


Zhang Jie Luo : "Apa? Tidak bisa. Mengapa, tidak bisa. Katakan padaku."


Mitha : "Um? Aku..."


Bara : "Mitha...!!!"


Tiba-tiba, Bara muncul disana. Bara langsung mendekati Mitha dan menarik tangannya menjauh dari lelaki yg mencoba merebut Mitha darinya.


Mitha : "Sayang???"


Zhang Jie Luo : "Hei, lepaskan tangannya. Aku masih ada urusan dengannya."


Bara : "Apa? Melepaskannya. Dia istriku. Apa, hakmu menyuruhku untuk melepaskan tangannya. Hah!"


Bara langsung tersulut api emosi. Ia sungguh cemburu dan tak bisa menerima jika ada lelaki lain yg mencoba mengganggu Mitha.


Zhang Jie Luo : "Hegh! Tentu saja, aku ada hak. Dan, kamu tidak punya hak atas dirinya."


Bara : "Apa? Kamu punya hak? Katakan padaku, apa hakmu? Katakan!"


Bara berteriak marah pada Zhang Jie Luo.


Zhang Jie Luo : "Tidak perlu mengatakannya sekarang. Nanti, bila sudah saatnya kau akan tahu juga. Dadah...! Mitha..."


Mitha : "Ya"


Zhang Jie Luo melemparkan ciuman jauh untuk Mitha.


Zhang : "Muach, love you baby."


"Apa?"


Mitha terpelongo begitu mendengar kata-kata Zhang Jie Luo. Dan, Bara langsung tersulut emosinya gara-gara ulah Zhang Jie Luo yg sengaja memanasinya.


Bara : "Hei, dasar sialan. Kurang ajarr. Jangan, coba merayu istriku. Dasar, kau keparat sialan!"


Mitha : "Sayang? Sudahlah."


Mitha mencoba meredakan emosi Bara. Bara karena emosinya masih di puncak ubun-ubun ia bertanya pada Mitha.


Bara : "Katakan padaku. Siapa dia?"


Suara Bara meninggi.


Bara : "Dia, SIAPA!!!"


Mitha terkejut mendengar suara tinggi Bara. Mitha terdiam.


Mitha : "Dia Zhang Jie Luo. Dia pernah menolongku di supermarket. Waktu itu aku hampir terjatuh ke bawah. Dia membantuku, memegang tubuhku supaya tidak jatuh."


Bara : "Oh, tuan Zhang rupanya. Baiklah, kau segera pulanglah. Aku masih ada urusan."


Mitha : "Apa? Tunggu, sayang? Apakah, kau marah padaku?"


Mitha mencegah Bara untuk pergi. Ia menyentuh tangan Bara. Sedangkan, Bara ia melepas pegangan tangan Mitha dengan lembut. Dia diam dan tak bicara apa-apa. Mitha merasakan dadanya sesak ketika ia merasa bahwa Bara marah padanya. Bara pergi meninggalkannya.


Mitha terisak. Hatinya bersedih. Dia melakukan kesalahan lagi. Tidak seharusnya ia menerima tawaran Zhang Jie Luo tadi. Bila akhirnya ia harus bertengkar dengan Bara hanya karena rasa cemburu buta yg berlebihan. Sedangkan, Bara ia pun tidak tahu apa yg harus ia lakukan. Bagaimana, harus bersikap di hadapan Mitha. Diakuinya memang ia cemburu. Diakuinya dia memang marah.


Dan, hal itu juga membuatnya jadi merana. Merana karena tak bisa meluapkan kemarahannya pada Mitha. Karena, sebuah alasan konyol yg ia yakini. Ia tidak ingin melihat mata Mitha membengkak lagi. Ia ingin melihat Mitha bahagia. Karena, ia sudah berjanji disaat Jhon Leon tiada. Ia ingin menggantikan posisi Jhon Leon. Dan, ia ingin menjadi sebuah sosok yg dapat digunakan Mitha untuk bersandar dan berkeluh kesah.


Tapi, agaknya hal tersebut terus dilanggar oleh Mitha. Yang membuat api kecemburuan Bara meluap. Bara meninggalkan Mitha disana sendiri. Sama persis ketika disaat dulu Mitha bertemu dengan Jason tanpa sepengetahuan Bara. Dan, ketika Bara mengetahuinya Bara sangat marah pada Mitha. Ia sangat membenci ketidakjujuran Mitha.


Akhirnya, Mitha kembali ke mansion Standford sendirian. Saat, ia kembali ia mendengar suara tangisan keras Cecilia. Langsung saja, ia lari masuk ke dalam rumah. Keadaan di mansion itu terlihat jelas kepanikan yg terjadi akibat Cecilia yg tak hentinya menangis. Mitha langsung mengambil putrinya dari tangan sang pengasuh. Jimmy merasa lega setelah Mitha pulang.


"Oekkk...oekkkk...oekkkk..."


Jimmy : "Akhirnya, kau kembali juga kelinci kecil?"


Mitha : "Iya, kakek."


Mitha menepuk-nepuk putrinya agar ia diam dan tidak menangis lagi. Ia juga memberikan susu yg sudah disiapkan oleh sang pengasuh untuk diminum oleh Cecilia.


Jimmy : "Mungkin Cecilia haus atau apa. Sehingga ia menangis keras kelinciku? Wahh, lihat sekarang dia sudah tidak menangis lagi. Kau benar-benar luar biasa."


Mitha tersenyum.


"Mungkin, putriku dapat merasakan apa yg terjadi pada orang tuanya. Hingga, mengakibatkan dia menangis begitu keras."


Mitha berpikir demikian. Karena, pikiran seorang ibu yg kalut juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis sang anak yg masih dalam buaian.


Mitha : "Iya, kakek?"


Jimmy : "Oh, ya? Dimana, suami mu Bara. Dia tidak kelihatan?"


Mitha : "Um? Mungkin dia sedang sibuk, kek?"


Jimmy : "Sibuk apanya? Sudah senja begini dia belum pulang juga. Biasanya, dia pulang jam 5 sore. Dan, bermain dengan Cecilia. Huh, bonekaku itu? Dia harus diberi pelajaran."


Mitha : "Tenang saja, kakek? Sebentar lagi dia pasti pulang."


Jimmy : "Iya...iya...dia sebentar lagi pulang. Kau selalu membelanya. Huh!"


Mitha : "Kakek? Jika, bukan aku yg membelanya. Siapa lagi?"


Jimmy : "Hohoho...Mitha, kelinci kecilku. Kau ini benar-benar pintar sekali bicara."


Mitha : "Tentu saja."


Jimmy : "Sepertinya beruang kecilku sudah tidur."


Mitha : "Iya, kakek."


Jimmy : "Bawalah dia ke kamarmu. Temani dia."


Mitha : "Baiklah, aku akan membawanya ke kamar."


Mutha segera membawa Cecilia naik ke lantai atas. Dan, sang pengasuh segera mengikutinya. Begitu sampai di dalam kamarnya Mitha menyuruh sang pengasuh untuk beristirahat saja.


Mitha : "Mbak Yuli, mbak istirahat saja ya? Biar malam ini Cecilia bersamaku."


Mbak Yuli : "Oh, iya nyonya?"


Begitu mendapat perintah itu. Mbak Yuli segera berlalu dari sana. Ia langsung pergi beristirahat. Sedangkan, Mitha segera menaruh Cecilia di tempat tidurnya. Sambil ia tetap menepuk-nepuk bokong anaknya. Sambil ia bernyanyi dengan suara kecil. Bersenandung lagu sedih. Tiada terasa airmatanya jatuh menetes. Hatinya sedih dan terluka. Karena Bara. Ia menangis sesenggukan di sisi Cecilia.


Sungguh ia tak menyangka sikap Bara demikian dingin tadi. Menyakitinya, bahkan melepaskan pegangan tangannya. Ia mengingat semua kejadian itu. Mitha merasa sangat terpukul karena Bara. Ia tahu Bara cemburu. Ia tahu Bara terluka juga karenanya. Ia tahu semua itu adalah salahnya. Salahnya yg tak bisa memprediksi Bara. Padahal, ia dan Bara sudah lama membentuk rumah tangga. Masih saja ia tak bisa memahami Bara.


Kini, Mitha menyesal sudah membuat Bara kecewa. Kecewa karena sudah melanggar janji yg pernah ia ucapkan waktu itu. Kecewa karena tak bisa menjaga diri dan menjaga hati hanya untuk satu lelaki. Yaitu, menjaga hati untuk sang suami. Menjaga hati untuk satu cinta. Satu belahan jiwa dalam rumah tangga yg bahagia dan harmonis.


Bersambung...


TWO HISBAND Season 2