TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-40



Bara menutup pembicaraannya dengan Lee. Ia membuang nafas lelah setelah menelepon Lee. Sejenak, ia berpikir tentang sosok Zhang Jie Luo yg berusaha mengambil Mitha darinya.


"Ini benar-benar akan jadi masalah. Lelaki itu, ia ingin mendekati Mitha. Siapa dia? Aku jadi penasaran."


Two Husband S2 Eps 40


Perusahaan Standford Group


Bara bertemu dengan Sean di ruang kantornya. Sean datang atas undangan Bara. Di ruangan itu juga hadir Steven. Ia tetap cool dengan gaya rambut kuningnya dan senyumnya yg terkesan menggoda para karyawati yg bekerja di kantor Bara.


Melihat tingkah konyol Steven. Bara langsung memukul kepala Steven dengan keras.


"Phakk"


"Aww..."


Steven mengaduh kesakitan karena dipukul dengan kuat oleh Bara.


Steven : "Hoyy...Bara! Apaan, kau ini. Sakit tahu!"


Bara : "Oyy, Steven rambut kuning. Aku memanggilmu kemari tentu saja bukan untuk menyuruhmu cuci mata dan menggoda karyawatiku."


Steven : "Ohh, jadi kau cemburu aku menggoda mereka?"


Bara : "Ck..., untuk apa aku cemburu. Aku sudah memiliki istri."


Steven : "Kalau begitu, kenapa kau jadi uring-uringan begini?"


Sean yg sejak tadi diam dan mendengarkan ocehan kedua temannya itu jadi ikut bicara.


Sean : "Dia uring-uringan tentu saja karena sesuatu."


Steven memainkan sebelah matanya.


Steven : "Ah, jadi begitu. Katakan, teman manisku. Apa yg membuatmu uring-uringan."


Bara : "Tidak usah sok genit begitu. Kau tahu Steven? Aku masih normal dan masih doyan wanita. Jadi, kau tidak perlu menggunakan cara murahan seperti itu untuk merayuku."


Steven : ???


Steven jadi tidak mengerti dengan kata-kata yg diucapkan oleh Bara. Dia pun meminta bantuan Sean.


Steven : "Sean, temanku bagaimana ini? Aku jadi tidak mengerti dengan ucapannya. Memangnya dia kira aku suka terong apa???"


Mendengar kata "terong" diucapkan seketika membuat mereka semua tertawa tergelak.


"Hahaha"


Sean : "Dasar, kamprett kau Stevie."


Sean selalu memanggil Steven dengan panggilan Stevie.


Bara : "Terong apa yg kau maksud itu."


Steven : "Ya, sayuran lah. Apalagi. Hei..., jangan-jangan kalian berpikir tidak-tidak ya?"


Bara : "Cuihh...memangnya kau pikir aku berpikiran begitu apa."


Steven : "Ya, siapa tahu. Kau kan ahlinya dalam hal itu."


Bara : "Kamprett lah."


Sean : "Sudah, jangan bercanda lagi. Bara katakan saja pada kami. Ada apa kau mengumpulkan kami disini."


Bara : "Oke. Memang ada sesuatu yg sedang menggganggu pikiranku."


Steven langsung menebak.


Steven : "Oww...apakah itu ada hubungannya dengan wanita?"


Sean : "Stevie bagaimana kau bisa menebak begitu?"


Steven mengejek Sean.


Steven : "Sean, kau ini seperti kakek-kakek yg ketinggalan jaman saja. Ku.....det."


Sean : "Sialan kau, Stevie. Kau mengataiku? Hah!"


Bara menengahi Steven dan Sean yg tampak mulai bertengkar. Sean yg mudah marah dan emosian. Memang ia memiliki temperamen yg buruk.


Bara : "Hentikan, kalian berdua. Kalian membuatku semakin pusing saja. Aku memanggil kalian datang kemari bukan untuk bertengkar."


Sean : "Katakan saja Bara. Jangan bertele-tele begitu."


Bara menghembuskan nafas lelah.


Sean menaikkan satu alisnya.


Sean : "Apa? Wanita?"


Steven : "Tuh benar kan?"


Sean : "Diam kau, Stevie!"


Steven mengerucutkan bibirnya.


Steven : "Baiklah, aku diam. Aku menyimak saja. Silahkan diteruskan."


Sean : "Bara, ada apa rupanya? Apa, kau sudah tidak mencintai kak Mitha lagi?"


Bara : "Duhh, bukan begitu Sean! Aku sangat mencintainya."


Sean yg tampak tidak sabar jadi emosi.


Sean : "Lalu, apa masalahnya? Sedari tadi kau hanya mengulang kata-kata saja. Katakan intinya saja, jangan muter-muter begitu. Bisa gak sih?"


Bara : "Ada seorang lelaki yg berusaha mendekati Mitha."


Steven dan Sean : "APA!!!"


Keduanya tersentak kaget ketika mendengar kata-kata Bara.


Sean : "Siapa, lelaki itu?"


Steven : "Iya, siapa Bara?"


Bara : "Seseorang yg bernama Zhang Jie Luo."


Sean dan Steven : "Zhang Jie Luo?"


Sean : "Siapa dia?


Bara menghembuskan nafas lelah.


💕💕💕💕💕


Sementara itu di sisi lain...


Fang Yi tampak sangat senang sekali. Sebab hari ini Zhang Jie Luo akan mengajaknya jalan-jalan menyusuri jalanan di negara yg baru ia kunjungi. Sedangkan, Tian Cheng tidak ikut serta. Ia sedang mempersiapkan jebakan maut untuk Jason dan Heidi. Untuk itu, ia tidak ikut dengan Zhang Jie Luo dan Fang Yi.


Zhang Jie Luo mengajak Fang Yi berkeliling. Terlihat Fang Yi sangat senang sekali karena Zhang Jie Luo mengajaknya berkeliling tempat-tempat yg menjadi pusat keramaian di negara yg baru ia kunjungi ini. Mereka menyinggahi banyak tempat-tempat indah seperti mall, butik, toko-toko perhiasan, dan juga taman yg indah yg terletak tidak jauh dari sana.


Tempat terakhir yg mereka kunjungi adalah restoran. Zhang Jie Luo mengajak Fang Yi untuk mencicipi hidangan khas Indonesia. Ada banyak makanan khas Indonesia yg bisa dicicipi di restoran bernuansa joglo tersebut. Selain makanan, ada juga minuman khas Indonesia yg tersaji disana. Salah satunya adalah wedang ronde. Minuman ini sangat enak dan nikmat. Cocok disantap di tengah cuaca yg berangin dan dingin disaat ini.


Maklum saja baru saja turun hujan dengan intensitas sedang di sana. Padahal tadi saat jalan-jalan. Cuaca kelihatan cerah sekali. Namun, ternyata hujan turun disaat yg sedang dinikmati dan dinantikan oleh Fang Yi saat itu. Fang Yi menyukai Zhang Jie Luo. Ia mencintainya. Untuk itu, ia rela meninggalkan China hanya demi mengejar cinta dan kasih sayang Zhang Jie Luo.


Ia berharap Zhang Jie Luo mau membalas perasaannya. Meski terkadang ia tidak tahu siapakah yg saat ini sedang dipikirkan oleh Zhang Jie Luo. Ia berharap orang yg sedang dipikirkan oleh Zhang Jie Luo adalah dirinya.


Fang Yi : "Kakak Zhang, terima kasih sudah mengajakku keluar dan jalan-jalan. Aku senang."


Fang Yi tersenyum sambil memandang mata coklat Zhang Jie Luo.


Zhang Jie Luo : "Syukurlah jika kau senang adik Fang."


Fang Yi : "Disini ternyata banyak sekali hal yg bagus dan indah ya kak? Tidak kalah dengan kota kelahiranku, Beijing."


Zhang Jie Luo : "Tentu saja, Fang Yi. Disini juga banyak sekali tempat bersejarah berada dan juga museum."


Begitu mendengar kata museum seketika mata Fang Yi terbelalak lebar. Fang Yi adalah seorang wanita yg suka dengan hal berbau sejarah. Ia sudah sering keluar masuk museum hanya untuk melihat peninggalan-peninggalan benda bersejarah. Bahkan, tak jarang ia sering sekali menarik Tian Cheng untuk menemaninya pergi ke museum.


Fang Yi : "Oh, benarkah kakak Zhang?"


Zhang Jie Luo : "Benar, untuk apa aku bohong."


Fang Yi : "Kalau begitu lain kali kakak Zhang harus menunjukkannya padaku."


Zhang Jie Luo : "Baiklah, tapi tunggu kakak menyelesaikan sesuatu dulu. Bolehkah?"


Fang Yi : "Tentu. Tentu saja, kakak. Boleh, kenapa tidak."


Fang Yi tersenyum cerah menjawab kata-kata Zhang Jie Luo. Matanya berbinar-binar bahagia. Ia menatap tiada henti mata coklat Zhang Jie Luo. Ia terkesima pada wajah tampan Zhang Jie Luo beserta dengan keramahan sikapnya. Fang Yi benar-benar jatuh cinta dengan laki-laki ini. Fang Yi benar-benar mengagumi laki-laki ini. Fang Yi ingin laki-laki ini. Fang Yi tidak berdaya jika ia tidak melihatnya satu hari saja.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2