TWO HUSBAND

TWO HUSBAND
Two Husband S2-50



Dan, Fang Yi tidak bisa menolak ajakan dari Tian Cheng untuk makan bersama dengannya. Karena, Tian Cheng yg ia kenal begitu baik dan sangat perhatian padanya. Jadi, ia harus sopan dan memenuhi undangan dari Tian Cheng. Bukan karena Fang Yi mau. Tapi, dia benar-benar tidak bisa menolak ajakan Tian Cheng yg sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


Two Husband S2 Eps 50


Rumah Sakit Antara Central


Wajah tampan itu tampak pucat. Banyak sekali alat bantu yg terpasang di tubuhnya. Sementara, itu Lova tampak menangis sesenggukan ketika ia melihat kondisi Sean yg sedang mengalami koma akibat terjadi pendarahan di kepalanya.


Lova sungguh menyesal sudah membuat luka di hati Sean. Sungguh ia tidak menyangka bahwa hal tersebut bisa membuat Sean jadi mengalami kecelakaan karena dirinya. Lova merutuki perbuatan serta keegoisan dirinya yg masih mengharapkan Zean. Padahal ia tahu Zean sudah siap ingin menceraikannya dan memberikan dirinya pada Sean.


Lova benar-benar sudah berbuat hal yg bodoh. Tidak seharusnya mengatakan hal yg membuat Sean sakit hati dan terluka. Kini, Lova hanya bisa menangisi keadaan Sean yg sedang koma dan belum diketahui kapan dia akan sadar dari komanya.


Pintu kamar khusus VIP itu terbuka. Tampak dua orang pria masuk ke dalam kamar dengan deru nafas terdengar ngos-ngosan. Dua pria itu adalah Zean dan Bara. Begitu Lova melihat mereka berdua. Lova langsung berlari menghampiri keduanya dengan air mata.


"Hu...hiks...hiks..."


Lova : "Zean, Bara! Hu...hiks...dia koma."


Zean langsung memeluk Lova. Dari situ Bara dapat melihat ada hubungan tak biasa pada Zean dan Lova. Lova menangis, airmatanya mengalir deras.


Zean : "Sudah, sabar! Dia tidak apa-apa. Dia hanya tidur sementara waktu saja. Jangan khawatir ya?"


Lova : "Tapi, ia mengalami pendarahan di kepalanya, Zean. Aku takut jika ia tidak akan pernah bangun lagi. Hu...hu..."


Zean : "Husssshhh...jangan berbicara seperti itu. Yakinlah, kepada-Nya. Bahwa dia baik-baik saja. Dan, dia akan segera bangun."


Lova : "Zeaann, hu...hiks...baru sekarang aku menyadari. Bahwa aku mencintainya."


"Deg!"


Pengakuan cinta Lova pada Sean. Membuat darah Zean berdesir. Seketika ia merasa sakit di hatinya. Namun, ia harus sadar diri dan memilih. Bahwa sudah tidak mungkin lagi ada hubungan yg tersisa diantara mereka berdua. Karena, ia sendiri pun sudah memutuskan akan segera menceraikan Lova dan menyerahkan Lova pada Sean, kakaknya.


Zean : "Sabarlah, Lova. Ini belum berakhir. Dia hanya koma. Dia tidak akan pergi kok."


Lova : "Hiks....hu...Zean. Semua kejadian ini adalah aku penyebabnya. Aku yg membuat dia begini. Tolong, hukum aku Zean. Tolong, kumohon?"


Zean : "Tidak Lova. Aku tidak bisa memberimu hukuman. Semua ini bukan salahmu."


Lova : "Bagaimana, bisa kau berkata begitu Zean. Jelas-jelas, aku yg salah. Aku yg sudah membuatnya begini."


Zean : "Lova? Dengar! Sekarang bukan saatnya mencari siapa yg salah siapa yg benar. Yang, perlu kita lakukan sekarang adalah berdo'a ya?"


Lova menganggukkan kepalanya ketika ia mendengar kata-kata nasihat keluar dari mulut Zean.


Bara : "Lova, benar sekali apa yg diucapkan oleh Zean. Sekarang kita hanya perlu berdo'a saja."


Lova : "Terima kasih banyak ya Bara. Kau sudah datang di saat jam kerja kantor begini. Oh, ya? Dimana, Mitha aku tak melihatnya bersamamu."


Bara : "Mitha? Ah, iya tadi aku sudah terburu-buru begitu mendengar kabar buruk ini. Tadi juga aku sudah telepon dia. Aku sudah mengabarkan kalau Sean masuk rumah sakit. Tapi, entah mengapa dia belum muncul juga. Aku jadi sedikit khawatir."


Zean : "Tenang saja, kak bro. Semua akan baik-baik saja. Mungkin, dia sedang terjebak dalam kemacetan."


Bara langsung memeluk erat tubuh Zean.


Zean : "Ya, kak. Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana, kabar kakak."


Bara : "Aku baik. Dan, kau apakah kau baik-baik saja?"


Zean : "Sama kak, aku juga kak. Baik-baik saja kak. Hanya kak Sean saja, yg saat ini koma kak."


Bara : "Bersabarlah, do'akan yg terbaik untuknya."


Zean : "Iya, kak."


Saat mereka sedang berbincang-bincang. Tiba-tiba ponsel Bara berdering. Bara meraih ponselnya dan menerima panggilan masuk dari ponsel tersebut.


Bara : "Ya, halo?"


Bodyguard : "Halo, tuan? Nyonya hilang tuan."


Bara terkejut begitu ia mengetahui bahwa Mitha menghilang.


Bara : "Kenapa bisa menghilang? Hei kamu, apa saja pekerjaanmu! Kenapa, menjaga istriku saja tidak bisa."


Bodyguard : "Ka...kami sudah menjaga nyonya sebaik mungkin tuan? Tapi, entah mengapa hari ini nyonya tidak mau membawa kami bersamanya. Jadi, kami tidak tahu siapa yg membawanya."


Bara : "Sialan!!!"


Suara Bara terdengar meninggi hingga membuat Lova dan Zean saling pandang. Mereka ingin bertanya namun urung sebab wajah Bara sangat tidak enak dipandang. Setelah, Bara puas memaki para anak buahnya. Ia segera meminta izin untuk pergi untuk mencari Mitha dan menyelamatkannya.


Lova : "Mau, kemana kakak?"


Bara : "Ada urusan mendadak Lova, aku permisi dulu. Tetap sabar ya Lova? Aku yakin dia pasti akan segera sadar dari komanya."


Lova : "Iya, kakak. Hati-hati, kak."


Bara segera pergi dan meningglkan rumah sakit tersebut. Bara pergi untuk mencoba mencari siapa orang yg telah menculik dan membawa pergi istrinya. Ia sangat marah serta dongkol karena ada orang yg telah berniat coba-coba pada dirinya.


Sementara itu di sisi lain...


Di dalam ruangan bercahaya minim, di atas pembaringan. Tampak sesosok tubuh sedang tertidur dengan lelapnya karena obat bius yg masih menyelubungi tubuh mungil itu. Selang, tak berapa lama tubuh mungil itu terbangun dari tidurnya. Saat efek obat bius mulai mereda dan menguasai tubuhnya.


Matanya terbuka sedikit karena efeknya masih terasa. Ia memegang kepalanya yg masih terasa sakit. Pandangan matanya mengedar mencoba untuk mengenali tempat tersebut. Satu kata yg muncul di pikirannya, asing! Ya, iasama sekali tidak mengenal tempat itu sebelumnya bahkan saat ini. Ia benar-benar tidak tahu ia sedang berada di sana.


Seluruh bagian tubuhnya terasa sakit. Dan, sebagian besar mengalami sakit dan ngilu. Perutnya juga terasa lapar dengan menyiksa karena memang ia belum makan apa pun semenjak keluar rumah. Mitha, nama wanita yg di bawa ke tempat itu oleh Tian Cheng atas suruhan Zhang Jie Luo. Sama sekali tidak mengerti apa yg telah terjadi pada dirinya. Padahal tadi pagi ia baru saja hendak keluar rumah.


Ia hendak pergi ke rumah sakit untuk melihat Sean yg sedang terbaring koma di rumah sakit karena kecelakaan maut. Namun, ketika baru saja hendak keluar rumah tiba-tiba saja ada yg membekapnya dari belakang. Dan, ia tidak tahu siapa yg telah membekap dirinya dan membawanya ke tempat yg terasa sangat asing bagi dirinya.


Bersambung...


TWO HUSBAND Season 2