The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Turki



Setibanya Alano di Negara Turki, dia langsung menuju sebuah hotel yang berada dekat dengan Pelabuhan Istanbul bersama asisten pribadinya Dave. Mereka beristirahat sebentar disana untuk menghilangkan rasa lelah dan jetlag yang menghampiri mereka.


Alano sempat mengirimi Paloma pesan untuk mengabarinya jika dia sudah sampai di Turki dan sedang berada di hotel. Dia juga mengatakan akan menghubungi Paloma begitu dia bangun tidur nanti.


Paloma yang sedang berada di Perusahaan Hendrawan, Corp milik ayahnya, tampak bahagia membaca pesan yang dikirim oleh suami dinginnya itu.


Alano memang tiba di Turki pukul 4 pagi, dimana di Indonesia sudah pukul 8 pagi.


Setelah bangun dan sarapan, Alano langsung menghubungi Paloma melalui sambungan video call. Dia sudah sangat merindukan istri cantiknya itu sejak dia masih berada di dalam pesawat.


"Halo Al."


Paloma tersenyum bahagia melihat Alano yang selalu tampak tampan di matanya, sedang menatap dirinya penuh cinta.


"Hai sayang. Maaf baru bisa menghubungi mu sayang. Kau sudah makan? Ada dimana kau sayang?."


"Sudah Al, aku sudah makan siang tadi bersama Ka Ali. Sekarang aku sedang berada di perusahaan Al. Aku bosan dirumah, makanya aku datang kemari sekalian melihat beberapa pekerjaan untuk membantu Ka Ali. Kapan kau akan pulang Al?."


"Astaga sayang, aku baru juga sampai disini. Aku akan berusaha untuk menyelesaikan masalah disini secepatnya. Doakan aku ya sayang agar masalah ini bisa selesai dengan baik."


"Pasti Al. Aku selalu mendoakan mu sepanjang waktu. Hati-hati disana ya Al, segera hubungi aku jika terjadi sesuatu."


"Pasti sayang."


Mereka pun menutup telepon begitu Dave masuk ke dalam kamar hotel Bos besarnya, untuk melaporkan hasil temuannya atas perintah Alano.


"Bagaimana?."


Alano menatap tajam tangan kanannya sambil menyesap wine di tangannya.


"Menurut informasi yang saya dapatkan mereka di lindungi oleh menteri pertahanan Turki, dan mereka juga memiliki markas di dekat sini bos. Saat ini pemimpin The Pirates sedang berada di tersebut beserta kaki tangannya. Mereka sepertinya sedang menyusun rencana untuk mempersiapkan pertemuan kita nanti malam Bos."


"Kerja bagus Dave. Sekarang aku ingin kau memberi tahu media tentang keterlibatan menteri pertahanan mereka, dalam penyelundupan nuklir ke Arab. Serta kerja samanya bersama The Pirates selama ini. Aku yakin kalau mereka tidak akan menang melawan kita nanti malam, karena tidak adanya bala bantuan dari polisi seperti biasa!."


"Baik Bos."


Dave segera menghubungi orang kepercayaannya yang berada di jalur media cetak dan online, untuk menuliskan sebuah skandal baru terhadap menteri pertahanan Negara Turki.


Dia juga mengirimkan beberapa bukti keterlibatan nya, serta kerja sama dirinya selama ini bersama anggota bajak laut The Pirates, yang terkenal suka membajak kapal-kapal pengangkut barang dari seluruh negara.


"Baik Bos. Saya juga sudah menaruh beberapa penembak jitu yang tersebar di seluruh titik lokasi pertemuan kita bos. Dan menurut informasi pemimpin The Pirates tidak akan langsung bertemu dengan kita, dia hanya akan menunggu di tempat yang tidak jauh dari lokasi pertemuan bos."


Dave menunjukkan denah lokasi pertemuan mereka nanti malam bersama anggota The Pirates, beserta tempat penyebaran para musuh yang akan melindungi pemimpin mereka.


"Pasangkan juga bom di tempat pemimpin mereka menunggu. Pastikan dia berada disana dan jangan sampai dia kabur. Ingat Dave, aku tidak menerima kegagalan maupun kesalahan apapun! Jangan sampai ada yang terlewatkan sedikit pun. Aku tidak mau lagi mereka mengusik bisnis maupun kehidupan ku nantinya bersama Paloma dan anak-anak ku!."


"Tentu bos. Aku pasti tidak akan mengecewakan mu. Aku akan mengecek sebentar persiapan senjata untuk kita nanti malam Bos. Saya permisi."


Dave membungkuk memberi hormat dan keluar dari kamar hotel Bos besarnya.


Lusa adalah pesta pernikahan Alano dan Paloma, dia tidak ingin membuang-buang waktunya berlama-lama disini.


Alano harus memastikan kalau malam ini kelompok bajak laut The Pirates, tinggal menjadi kenangan karena sudah berani coba-coba bermain-main dengannya.


Alano pun menyiapkan beberapa senjata api pribadinya, beserta pisau lipat kesayangan nya yang selalu dia bawa kemana pun dia pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 3 episode sekaligus


Tungguin yaa 🤗


Jangan lupa like and Vote 🌹**