The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Pesan



Puas berjalan-jalan di sekitar pantai, Paloma dan Alano kembali ke villa untuk mandi membersihkan diri.


"Kau duluan saja mandinya sayang. Aku harus menghubungi Dave untuk mengecek pembangunan resort kita di Venesia."


"Baiklah Al."


Alano mencium pipi Paloma sebelum istrinya masuk ke kamar mandi, dan membuatnya merona.


Alano memang selalu bisa membuat Paloma tersipu malu, meski hanya sekedar mencium pipi saja.


Selesai mandi, Paloma melihat Alano tengah duduk di kursi sofa dalam kamar mereka sambil menyesap wine di tangan.


"Pergilah mandi Al. Aku sudah lapar."


Alano tersenyum melihat Paloma yang hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh polosnya. Dia sengaja tidak menyediakan jubah mandi, agar Alano bisa menikmati tubuh putih mulus Paloma.


"Kau membuat ku bergairah sayang."


Alano mencium leher jenjang Paloma dan meninggalkan jejak kepemilikan nya disana. Dia selalu suka wangi tubuh Paloma yang memabukkan.


"Al, jangan mulai lagi. Aku masih lelah dan aku juga sangat lapar sekarang!."


Paloma menggerutu karena tadi pagi saja mereka baru melakukan kegiatan panas itu selama berjam-jam lamanya, dan sekarang Alano malah ingin menggoda dirinya.


Paloma heran dengan Alano yang tampak tidak pernah lelah bermain di atas ranjang bersamanya.


"Baiklah sayang. Aku akan mandi lalu makan dengan mu, tapi setelah itu kita hanya akan menghabiskan waktu di dalam kamar saja sampai besok pagi."


Paloma terbelalak mendengar ucapan Alano, belum sempat dia protes suami dinginnya itu sudah lari masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Paloma yang kesal dengan perkataan Alano.


Oh astaga, dia benar-benar mau mengurung ku semalam disini! Paloma menghembuskan nafas panjang dan segera mengambil baju di lemari, sebelum Alano selesai mandi dan kembali merecoki dirinya.


Drrt... drrt.. drrt...


Ponsel Alano bergetar di atas meja dekat sofa. Paloma yang tadinya ingin mengabaikan getaran ponsel tersebut, akhirnya memilih untuk mengecek ponsel Alano kalau-kalau Dave yang menghubungi suaminya.


Paloma dengan cepat memakai kaos dan hot pants segera berjalan menghampiri meja dimana ponsel Alano berada.


Belum sempat Paloma mengambil ponsel itu, bunyi getaran nya berhenti. Paloma pun memutuskan untuk tidak menyentuh ponsel tersebut, karena dia terlambat mengangkat panggilan barusan.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk terlihat di ponsel Alano dan tertulis nama Barbara disana, dengan isi pesan yang bertuliskan 'aku kangen Alano.'


Deg...


Hati Paloma bagai teriris melihat pesan tersebut. Meski dia sama sekali tidak membuka pesan itu, namun Paloma bisa membaca nya di layar ponsel Alano.


Paloma terduduk dengan perasaan berkecamuk, dia gelisah dan takut saat ini. Apa Alano memiliki wanita lain selain aku? Apa Alano membohongi aku selama ini?.


Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengganggu hati dan pikiran Paloma, hingga dia tidak sadar kalau Alano sudah selesai mandi dan tengah berdiri di samping kursi sofa dimana Paloma berada.


"Ada apa sayang? Kenapa melamun?."


Paloma berjengkit kaget saat Alano menyentuh pundaknya, dia lalu berdiri untuk menghindar dari Alano.


"Tidak ada apa-apa Al. Kau sudah selesai mandi? Cepat pakai pakaian mu, aku akan menunggu mu dibawah."


Selama makan Paloma terlihat tidak tenang dan tampak sedang memikirkan sesuatu. Dia bahkan tidak fokus dengan makanan yang berada di piring makan nya.


Paloma ingin sekali bertanya pada Alano tentang pesan itu, tapi dia terlalu takut jika Alano nantinya berbohong dan tidak ingin memberitahu dirinya tentang siapa itu Barbara.


Paloma baru sadar kalau selama ini, dia belum mengenal Alano dengan baik karena terlalu fokus dengan masalah penculikan dirinya selama ini.


Alano melihat tingkah istrinya yang aneh sejak tadi, sampai mereka pun berada di dalam kamar Paloma tidur membelakangi dirinya. Dia lalu mendekati Paloma dan memeluk tubuh ramping nya dari belakang.


"Kenapa kau tidur membelakangi ku sayang? Apa sebenarnya yang kau pikirkan? Aku perhatikan sejak kita makan tadi kau hanya diam saja sayang."


Alano berbicara dengan lembut dan mengecup pipi kenyal Paloma.


”Al, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku?."


Alano mengernyit merasa bingung dengan ucapan Paloma barusan, dia lalu menarik tubuh Paloma agar dia bisa melihat wajah cantik itu. Tampak mata indah Paloma berkaca-kaca, dia berusaha menahan diri agar tidak menangis.


"Apa maksud ucapan mu itu sayang? Kenapa kau bertanya seperti itu?."


"Jawab saja pertanyaan ku itu Al. Jangan menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga!."


Alano menarik nafas panjang dan mengajak Paloma duduk bersandar di headboard. Dia mendekap pinggang Paloma dengan penuh kehangatan, memberi rasa nyaman pada wanita yang dicintainya.


"Katakan padaku apa yang ingin kau tanyakan sayang."


"Kau janji tidak akan berbohong Al?."


"Tidak sayang. Selama ini aku tidak pernah sekalipun membohongi mu sayang.”


"Kalau begitu, siapa itu Barbara?."


Alano sedikit terkejut mendengar Paloma yang berujar nama Barbara. Dia heran darimana Paloma tahu tentang Barbara Divaio.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 2 episode


Like and Coment 🌹**