
Sudah hampir 5 hari Paloma dirawat di rumah sakit. Keadaannya pun sudah lebih baik sekarang. Luka bekas operasi mulai mengering dengan baik.
Alano memutuskan untuk membawa Paloma kembali ke Kota Roma karena dia tidak bisa bolak balik Roma Napoli mengingat perusahaan utamanya berada di Kota Roma.
Mereka berangkat menuju bandara dan bersiap berangkat menggunakan Jet pribadi milik Alano. Dua orang dokter dan beberapa perawat ikut bersama mereka untuk memastikan Paloma baik-baik saja selama perjalanan menuju Kota Roma.
Paloma duduk dan menatap keluar jendela pikirannya melayang jauh, dia sangat merindukan kedua orang tuanya saat ini. Tapi Paloma sendiri juga sangat merindukan Angelina Hall Ibu mertuanya.
Alano selalu menghindar saat Paloma menanyakan kabar Angelina. Dia hanya berkata kalau Paloma sudah lebih baik Alano akan membawanya menemui Ibu mertuanya itu.
Perasaan Paloma sejak operasi jantung tidak enak, dia merasa ada yang tidak beres dan ada yang disembunyikan Alano padanya.
"Apa kau baik-baik saja sayang?."
Alano duduk yang di depan Paloma khawatir melihat Paloma hanya diam saja sejak pesawat mereka take off.
"Aku baik-baik saja Alano. Aku hanya tidak sabar bertemu dengan Momy. Apa Momy akan menunggu kita di Mansion Alano?."
Alano menatap nanar Paloma ada rasa sesak di dadanya mendengar ucapan Paloma. Dia tahu kalau dia tidak bisa menutupi kepergian Ibunya lebih lama lagi pada Paloma.
Alano meraih tangan halus Paloma, dia kini berlutut di bawah kaki istrinya.
"Aku ingin kau berjanji padaku sayang, kau harus kuat dan jangan merasa bersalah ataupun sedih."
"Apa maksudmu Alano? Kenapa aku harus berjanji? Apa Momy baik-baik saja, jangan membuatku takut Alano!."
Paloma meremas tangan Alano, dia semakin yakin dengan perasaan tidak enaknya selama beberapa hari ini.
"Berjanjilah sayang."
Alano menatap sendu Paloma, dia tidak ingin merasakan kehilangan lagi dalam hidupnya. Paloma pun mengangguk mengiyakan permintaan Alano suaminya.
Begitu tiba di Kota Roma Alano membawa Paloma ketempat pemakaman keluarga Lodovico. Paloma merasa bingung mengapa Alano membawanya ke pemakaman. Bukankah mereka akan bertemu dengan Momy? Lalu kenapa Alano malah membawa aku kemari, pikir Paloma.
Dari jarak yang cukup jauh terlihat gundukan tanah yang masih baru dengan karangan bunga disampingnya. Paloma meremas kuat tangan Alano yang menggenggam nya sejak mereka turun dari mobil tadi.
"Momy, kami datang mengunjungimu."
Paloma tersentak kaget membaca nama Angelina Hall di nisan tersebut, apalagi mendengar perkataan Alano barusan. Kaki Paloma langsung lemas, dia hampir terduduk di tanah jika saja Alano tidak segera merangkul tubuhnya.
"Apa yang terjadi Alano, kenapa Momy..."
Paloma tidak mampu meneruskan ucapannya dia menangis dalam pelukan hangat suaminya. Kenangan bersama Angelina terlintas di pikirannya. Meskipun mereka belum lama saling mengenal namun Paloma sangat menyayangi Ibu mertuanya itu.
Alano mengusap lembut rambut panjang Paloma, dia ikut larut dalam kesedihan istrinya. Meski Alano sudah berjanji untuk tidak akan pernah bersedih lagi namun dia tidak mampu menahan bulir kristal yang jatuh begitu saja di pipinya.
Setelah puas menangis Paloma menghapus sisa-sisa airmata yang masih ada di wajah cantiknya. Alano menceritakan semua yang telah terjadi sejak Paloma diculik oleh Albert dirumah sakit hingga kecelakaan yang menyebabkan Angelina meninggal. Alano juga menunjukkan pesan terakhir Ibunya pada Paloma.
Dada Paloma berdenyut mendengar semua penjelasan Alano dia pun jongkok di samping kubur Angelina dan mengusap nisan Ibu mertuanya.
"Terima kasih untuk semua pengorbanan mu Momy. Aku berjanji akan selalu setia berada di samping Alano apapun yang terjadi."
Alano menarik tangan Paloma dan memeluknya dengan erat. Dia merasa sangat bahagia mendengar ucapan Paloma barusan. Alano mencium bibir ranum Paloma dengan penuh cinta.
"Aku mencintaimu Paloma Hendrawan."
Paloma tersenyum bahagia dia yakin kalau Alano adalah laki-laki pertama dan terakhirnya, yang akan selalu menjaga dan mencintai Paloma dengan sepenuh hati. Paloma berjanji dalam hatinya untuk terus belajar mencintai Alano sedalam rasa cintanya pada Paloma.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Akan ada up setiap hari
Like Rate and Coment
Terima kasih 🌹**