The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Menyusul



30 menit setelah Alano pergi dari rumah sakit Angelina bangun dari pingsannya. Entah mengapa dalam mimpinya Paloma menangis memanggil namanya, hingga membuat Angelina tersadar dari pengaruh obat bius. Dia pun memanggil Steven sang tangan kanan yang berjaga diluar pintu ruang perawatan.


"Dimana Alano Steven? Apa Paloma sudah ditemukan?."


Angelina tahu kalau Albert pasti menculik Paloma hingga membuat dirinya pingsan malam tadi.


"Nyonya, sebaiknya nyonya beristirahat kembali. Kondisi nyonya masih lemah. Nyonya tenang saja tuan muda pasti akan membawa nona muda pulang dengan selamat."


Steven tidak ingin memberitahukan kemana Alano pergi karena Alano sudah memperingati nya tadi untuk tidak bicara apapun pada Angelina. Dia tidak ingin Ibunya khawatir hingga bertindak nekad untuk menyusul mereka.


"Aku tahu kau pasti tahu Alano pergi kemana Steven! Bawa aku juga kesana sekarang aku ingin menyusulnya."


Angelina bangun dari ranjang dan mencabut jarum infus ditangannya. Darah segar langsung mengalir dari bekas tusukan jarum itu.


"Nyonya apa yang anda lakukan, saya mohon untuk menunggu tuan Alano disini. Tuan tidak ingin nyonya pergi menyusul nya ke Kota Napoli."


Steven sontak menutup mulutnya sendiri karena sudah keceplosan mengatakan dimana Alano berada saat ini. Dia semakin panik melihat Angelina tersenyum penuh arti menatap Steven orang kepercayaannya.


"Bagus. Tidak sia-sia selama ini aku selalu mengandalkan dan mempercayaimu Steven. Sekarang siapkan mobil kita harus segera kesana malam ini, aku tidak bisa diam menunggu disini. Aku yakin kakak ku pasti sudah merencanakan sesuatu untuk membunuh Alano maupun Paloma menantuku."


Steven menghembuskan nafas kasar dia tahu kalau nyonya besar ini keras kepala. Jika dia sudah memutuskan sesuatu tidak ada yang bisa membantahnya. Steven pun memanggil perawat untuk mengobati luka bekas jarum infus di tangan Angelina yang terus mengeluarkan darah.


Steven tidak bisa menghubungi Alano maupun Dave karena dia yakin sekarang mereka pasti sedang berada di helikopter menuju Kota Napoli. Steven berharap begitu mereka tiba di Kota Napoli Angelina tidak akan bertemu dengan Albert kakak kandungnya.


Selama perjalanan menuju Kota Napoli Angelina memerintahkan supirnya untuk membawa mobil dengan kecepatan penuh. Dia khawatir jika dia terlambat sedikit saja nyawa anak dan menantunya akan terancam.


Steven membawa beberapa anggota Mafia Fire Red yang memang sengaja di tinggalkan Alano untuk menjaga Angelina Ibunya di rumah sakit. Mereka akan langsung kerumah Albert Hall yang ada di kota itu.


Angelina tahu jika kakaknya memiliki sebuah rumah disana. Diam-diam Angelina mencari tahu semua properti milik Albert yang dia beli waktu dia menjabat sebagai CEO di perusahaan Lodovico, Corp milik suaminya.


Memasuki kawasan hutan dimana rumah Albert Hall berada, mobil Angelina hampir saja menabrak mobil lain di depan yang terlihat sangat cepat. Supir mengerem mendadak untuk menghindari kecelakaan yang akan terjadi.


"Nyonya, apa anda baik-baik saja?."


Steven menengok ke kursi belakang dimana Angelina nyonya besarnya duduk.


"Aku baik-baik saja Steven, tapi bukankah itu mobil kakak ku? Apa dia ada di dalam sana?."


"Aku akan meminta anak buah kita untuk mengeceknya nyonya."


Steven meraih ponsel disaku mantel kulit miliknya dan menghubungi anggota Mafia Fire Red yang mengikuti mobil mereka dari belakang.


Anak buah Albert Hall yang berada di mobil bersama dengan nya mulai menembaki mobil Angelina dan anggota Mafia Fire Red. Angelina terlonjak kaget mendengar suara tembakan, dia langsung menunduk untuk menghindari timah panas tersebut.


Baku tembak pun terjadi di hutan yang sepi itu, anak buah Albert Hall mati terkena peluru dari anggota Mafia Fire Red. Albert keluar dari mobil dan berlari ke arah hutan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


** **Akan ada update setiap hari yaa guys


Dukung terus karya Author yuk


Like Rate and Coment 🌹**