The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Konferensi Pers



Setelah Presiden beserta keluarganya pergi dari kantor polisi, bersama rombongan Paspampres dan patwal. Kapolri dan Juru bicara Kepresidenan langsung mengadakan konferensi pers disana, sesuai dengan instruksi Presiden sebelumnya.


Awak media yang haus akan berita, begitu antusias mengikuti konferensi pers yanng akan dimulai 15 menit lagi.


Mereka mengatur posisi yang pas untuk mengambil gambar dan foto, untuk meliput berita yang sempat menghebohkan seluruh rakyat Indonesia. Bahkan masyarakat seolah lupa dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden hari ini. Karena tidak mau ketinggalan berita penculikan putri tunggal Presiden Kevin Hendrawan.


Meja dan kursi serta microphone sudah diatur dengan rapi di dalam aula kantor polisi yang cukup luas itu.


Semua awak media yang ingin meliput, diminta agar tertib dan mereka juga diberikan kesempatan untuk sekali memberikan pertanyaan tentang kasus yang viral selama hampir 3 bulan ini.


"Selamat siang semua. Izinkan saya membacakan laporan tentang kasus penculikan putri Presiden yang bernama nona Paloma Hendrawan."


"Adapun kasus ini pertama kali terkuak saat bukti keterlibatan Bella sebagai anggota Paspampres ditemukan. Kami menangkap Bella sekitar 3 hari yang lalu, di salah satu rumah sakit swasta dimana dia berencana membunuh nona Hana putri Ketua MPR RI. Karena nona Hana mengetahui pertemuan rahasia antara dirinya dan Bambang Soesatyo di salah satu restoran Jepang di Jakarta Pusat."


Semua yang ada disana langsung heboh mendengar penuturan bapak Kapolri. Mereka berpikir jika kecelakaan Hana waktu itu, disebabkan oleh dirinya yang mabuk sambil membawa mobil.


Karena meskipun sang Ketua MPR RI sudah memberikan klarifikasi, namun bukti-bukti yang diberikan oleh mereka masih belum bisa dibuktikan kebenarannya. Mereka yakin kalau ada yang sengaja ditutup - tutupi oleh salah satu pejabat negara itu dari publik.


Dan hari ini Kapolri membeberkan bahwa malam kecelakaan itu terjadi, akibat ulah Bella yang ingin membunuh Hana. Karena Hana telah mengetahui keterlibatan Bella dan Bambang, dalam kasus penculikan Paloma Hendrawan.


"Hana sengaja ditabrak dari belakang dan dia juga sempat di tembak oleh Bella, hingga membuat putri Ketua MPR RI itu sempat koma selama beberapa hari."


"Selain Bella dan Bambang Soesatyo, ada juga nama Sentosa Abdi Djoyo sebagai Wakil Ketua MPR RI yang ikut terlibat dalam kasus ini. Mereka bertiga bekerja sama dengan anggota t*roris pemimpin kelompok Butterfly bernama Gael Avignon."


"Gael lah yang membawa nona Paloma ke Italia, dan mereka juga berencana untuk membunuh nya disana."


Kapolri sengaja tidak menyebutkan nama Albert Hall karena kedua agen yang membantu mereka mengungkap kasus ini, sengaja tidak melaporkan nya atas permintaan Alano Lodovico.


Dia tidak mau namanya ikut terseret hingga menjadi buah bibir di negara istrinya itu. Alano tidak ingin statusnya sebagai suami sah Paloma tercoreng akibat ulah paman nya yang keji.


Sesi tanya jawab pun dibuka dan disambut dengan antusias oleh wartawan, yang masih penasaran dengan kasus penculikan putri Presiden itu.


"Lalu ada dimana sekarang Pak Sentosa Bapak Kapolri? Bukankah beliau menghilang sudah hampir 2 Minggu?."


Pak Kapolri pun menjawab, "Saat ini kami sudah menemukan beliau. Namun sayang nya Sentosa Abdi Djoyo telah meninggal."


"Kedua agen FBI dan CIA yang ikut membantu dalam kasus ini menemukan mayatnya di Italia. Kami curiga Sentosa sengaja pergi ke Italia secara diam-diam, karena ingin menghabisi nona Paloma putri Presiden."


Suasana kembali riuh mendengar penjelasan Kapolri tentang fakta baru, kalau Wakil Ketua MPR RI itu sudah mati.


"Dimana Nona Paloma saat ini Pak? Apa dia baik-baik saja, atau mereka telah berhasil melakukan rencana nya untuk membunuh nona Paloma Pak?."


"Alhamdulillah, nona Paloma dalam keadaan yang baik-baik saja sekarang ini. Dan sebentar lagi, sekitar 30 menit ke depan nona Paloma akan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta dari Italia."


Dan tak butuh waktu lama, awak media langsung terkumpul di pintu kedatangan penerbangan luar negeri. Mereka mencari tahu dimana tepatnya pesawat yang membawa putri Presiden itu, akan mendarat.


"Terima kasih atas kedatangan teman-teman media sekalian. Saya atas nama Bapak Presiden Kevin Hendrawan, mengucapkan maaf karena tidak bisa berada disini bersama teman-teman media."


"Presiden beserta keluarga sedang dalam perjalanan menuju bandara, untuk menjemput pulang nona Paloma. Presiden juga mengucapkan terima kasih banyak atas semua dukungan dan perhatian yang diberikan masyarakat Indonesia untuk keluarga nya."


Juru bicara Kepresidenan menutup konferensi pers sore itu, yang disiarkan secara langsung oleh semua tv nasional.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Dukung terus karya Author yaa 🤗


Like and Vote 🌹**