
"Bos, ada masalah dengan pengiriman barang kita tadi malam. Kapal pengangkut kita dibajak oleh anggota bajak laut The Pirates, saat akan melewati perbatasan negara Turki. Dan sekarang kapal kita sedang di kuasai oleh mereka. Mereka menghubungi orang kita dan meminta imbalan untuk menukarnya dengan kapal pengangkut milik kita Bos."
Alano mengepal kuat tangannya mendengar laporan Dave tentang pengiriman senjata ilegal milik mereka, yang akan dikirim ke pelabuhan Istanbul yang terletak di kawasan Karamoy, distrik Beyoglu, Istanbul, Turki.
"Berani sekali mereka bermain-main dengan ku. Shit! Bahkan aku harus turun tangan langsung untuk mengurus ini Dave? Kau tahu bukan 3 hari lagi pesta pernikahan aku dengan Paloma akan digelar. Dan sekarang malah muncul masalah seperti ini? Damn Dave!."
Bajak laut The Pirates memang terkenal licik, mereka akan membajak kapal-kapal pengangkut yang membawa barang-barang ilegal untuk ditukar dengan sejumlah uang. Namun seringkali pemimpin The Pirates itu berbuat curang dengan mencuri sebagian barang ilegal, yang berhasil mereka bajak setelah mereka mendapatkan uang imbalan.
"Maafkan saya bos, tapi saya sudah berusaha menghubungi orang-orang kita yang berada di Turki untuk menangkap bajak laut The Pirates. Tapi mereka sama sekali tidak bisa disentuh, karena mereka bekerja sama dengan salah satu petinggi negara hingga mereka di lindungi oleh kepolisian laut setempat."
"Shit!."
Alano menendang meja di depannya dengan kuat, dia bingung harus memberikan alasan apa pada Paloma jika ia pergi ke Turki untuk mengurus masalah ini.
Dia yakin kalau Paloma tidak akan mudah di bujuk dan di yakinkan oleh Alano, mengingat pesta pernikahan mereka yang tinggal menghitung hari.
Alano menghembuskan nafas panjang mencoba mengusir kegundahan hatinya. Dia tidak bisa membiarkan kapal pengangkut senjata ilegal miliknya, jatuh ke tangan anggota bajak laut The Pirates yang bernilai miliaran dollar itu.
Alano berjanji akan menghancurkan siapa saja yang berani coba-coba bermain dengan nya, dan mengusik ketenangan hidupnya.
"Segera siapkan jet kita Dave. Kita akan langsung berangkat begitu Paloma pulang dari rumah sakit. Dan segera cari tahu info tentang The Pirates, juga siapa yang selama ini melindungi keparat-keparat itu!."
"Baik Bos."
Dave membungkuk memberi hormat dan pergi meninggalkan bos besarnya di ruang kerja nona mudanya itu.
Selang 10 menit kemudian Paloma tiba di kediaman pribadi keluarga Presiden dan masuk ke kamarnya untuk mandi membersihkan diri, karena sudah seharian dia merasa tidak nyaman karena berkeringat.
Alano yang mengetahui kepulangan istrinya itu, segera menuju kamar tidur mereka namun tidak mendapati keberadaan Paloma disana.
Dia lalu mendengar suara percikan air dari arah kamar mandi, Alano pun menunggu Paloma di tempat tidur sampai istrinya selesai mandi.
"Al.. kau tidak mandi? Ini sudah sore Al."
Paloma mendekati Alano yang sedang tiduran di ranjang king zise mereka, masih menggunakan jubah mandi dengan rambut yang di gulung dengan handuk. Aroma bunga rose langsung menyeruak dari tubuh ramping Paloma, saat dia berdiri di samping Alano.
Tiba-tiba Alano menarik tangan Paloma hingga dia jatuh di atas ranjang. Jubah mandinya sedikit tersingkap memperlihatkan paha mulus Paloma.
"Kau ingin menggoda ku sayang?."
Alano berbisik di telinga Paloma dengan manja, membuat bulu remang wanita itu bergidik geli.
"Al, apa yang kau lakukan? Kau...."
Mulut Paloma tercekat begitu bibir Alano mencumbunya dengan hangat. Paloma sedikit risih saat tangan nakal Alano sibuk bermain di atas perut ratanya.
Paloma malu karena dia tidak memakai sehelai benang pun di balik jubah mandinya, untuk menutupi area pribadi wanita cantik itu.
Dia mulai mencium leher jenjang Paloma dan turun hingga kedua gunung sintal Paloma. Tangan kanannya menopang tubuh kekar Alano agar tidak menindih tubuh ramping Paloma, sedangkan tangan kirinya sibuk memi*lin puncak gunung Paloma.
Mulut Alano tidak berhenti mengh*isap dan menggigit puncak gunung yang lain membuat Paloma mendesah nikmat. Dia hanyut dalam permainan lembut suaminya itu, Alano memang tahu bagaimana cara menyenangkan wanita dengan sentuhan-sentuhan nya itu.
"Aahhhh..."
Paloma mengerang nikmat saat tubuh bagian bawahnya basah, dia berhasil mencapai klimaks pertamanya sebelum Alano memasuki surga dunia nya.
Alano menghentikan aktifitas panas mereka ketika mendengar erangan Paloma, dia ingin sekali melanjutkan kegiatan mereka. Namun Alano harus segera berangkat menuju Turki untuk memberantas bandit nakal yang ingin bermain-main dengannya.
Dia mengusap wajahnya frustasi dan menjatuhkan dirinya di samping Paloma yang bertelanjang bulat. Celananya terasa sesak mencoba memberontak ingin segera keluar dari dalam sana.
"Kenapa Al?."
Paloma mengernyit melihat suami tampannya tidak melanjutkan kegiatan panas mereka. Dia sedikit kecewa karena Alano malah tidur di sampingnya sambil mendekap tubuh Paloma yang telanjang.
Paloma memang sudah memutuskan untuk memberikan hak Alano sebagai suami seutuhnya.
"Maaf sayang. Aku ingin sekali kita melanjutkannya, tapi aku harus pergi sekarang. Ada sedikit masalah di perusahaan anak cabang kita yang ada di Turki. Kapal pengangkut barang perusahaan di bajak oleh kelompok bajak laut, dan saat ini mereka ingin meminta imbalan untuk menukar kapal dengan sejumlah uang. Aku harus pergi sendiri, untuk mengatasi masalah ini sayang."
Alano berujar dengan lembut dan tidak melepaskan pelukan hangat mereka berdua. Dia sedikit khawatir jika Paloma akan marah ataupun melarangnya pergi kesana, mengingat pesta pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi.
"Apa itu akan lama Al? Kau tahu bukan ayah dan bunda sudah menyebar undangan pesta pernikahan kita Al."
"Tidak sayang, aku janji aku akan segera menyelesaikan masalah itu sebelum pesta pernikahan kita. Kau percaya padaku bukan sayang?."
Paloma mengeratkan pelukannya di tubuh kekar Alano, sebenarnya dia sedikit resah karena Alano akan pergi meninggalkan dirinya. Ini pertama kali mereka akan berjauhan selama beberapa hari, belum berpisah saja Paloma bisa merasakan kekosongan dihatinya.
.
.
.
.
.
.
.
****Hari ini Up 2 episode
Like and Vote 🌹**