
Dave tiba di Italia tengah malam, dia langsung menuju apartemen mewahnya mengendarai mobil sport hitam miliknya.
"Ah.. capek sekali."
Dave merebahkan tubuh atletis nya ke kasur king zise setelah dia mandi dan berganti pakaian. Besok Dave harus ke kantor untuk menyelesaikan beberapa tugas yang sempat tertunda. Tidak butuh waktu lama, dia pun terlelap dalam tidurnya.
"Aaaaa...."
Suara melengking tajam merusak pendengaran Dave pagi ini, begitu dia keluar dari dalam kamar dengan setelan jas hitam.
"Kau... kenapa kau ada disini? Dimana Alano?."
"Bisakah kau tidak teriak-teriak seperti itu! Telingaku sampai sakit mendengar nya!."
"Aku tidak peduli! Lagipula untuk apa kau ada disini. Apa kau tidur disana semalam?."
Barbara menunjuk kamar yang baru saja Dave tempati.
"Iya, aku tidur disana. Kenapa memangnya, apa kau tidak suka? Asal kau tahu ini adalah apartemen milik ku! Dan kau hanya menumpang disini. Jadi, bersikaplah sopan pada pemiliknya!."
Dave kesal pada perempuan pengganggu di depannya, dia memang sengaja memberi perintah pada Leo untuk membawa Barbara ke apartemen miliknya dari pada harus ke apartemen bos besar.
Dia tidak mau pindah hanya karena wanita masa lalu Alano, terlalu ribet baginya karena Dave harus memindahkan barang-barang miliknya kesana.
Dave menatap jengah Barbara, belum apa-apa tapi wanita itu sudah membuatnya mood nya berantakan pagi ini.
"Apartemen mu? Tapi kenapa Alano tidak memberi tahuku sebelumnya? Aku tidak mau disini. Aku akan menghubungi Alano dan pindah dari sini!."
Barbara mengambil ponsel di saku celananya bermaksud untuk menelpon Alano. Namun belum sempat dia menekan nomor Alano, ponselnya langsung direbut oleh Dave.
"Jangan mengganggu bos nona Barbara! Dia tidak bisa di ganggu sekarang."
"Kenapa kau mengambil ponsel ku, cepat kembalikan! Jangan bertingkah tidak sopan padaku, atau aku akan melaporkan nya pada Alano. Lagipula kenapa Alano tidak bisa diganggu? Dia pasti akan mengangkat telepon dariku!."
Barbara berujar dengan percaya diri, pasalnya setiap kali dia menghubungi ponsel Alano, lelaki itu selalu mengangkat panggilannya.
Dave berdecih merasa jijik pada Barbara, perempuan masa kecil bos besar terlihat yakin kalau Alano akan kembali padanya.
"Hahaha.... kau sangat percaya diri nona Barbara. Apa kau pikir bos masih akan mengangkat telepon darimu? Dia sedang sibuk honeymoon sekarang bersama nona muda. Jadi aku peringatkan padamu untuk berhenti mengganggu bos dan nona muda, dengan rengekan mu yang tidak penting itu!."
Barbara terbelalak mendengar ucapan Dave barusan, honeymoon katanya? Shit! Padahal aku sudah mengatur sebuah strategi untuk merebut Alano dari istrinya.
Dave tersenyum tipis melihat perubahan mimik wajah Barbara saat mendengar perkataan nya tadi. Dia tahu kalau wanita pengganggu itu sedang merencanakan sesuatu untuk mengusik kehidupan rumah tangga sang bos besar.
"Aku tidak peduli! Kembali kan ponselku!."
Barbara sedikit berjinjit untuk mengambil ponselnya dari tangan Dave yang berada di atas kepala nya.
"Jangan macam-macam nona Barbara. Aku hanya akan memperingatkan mu sekali nona, jangan pernah berpikir untuk mengganggu kehidupan pribadi bos besar lagi bersama nona muda kami. Karena jika kau berani coba-coba mengusik mereka, aku akan pastikan kau akan hancur tak bersisa di tanganku!."
Dave menatap tajam Barbara dan melempar ponsel miliknya ke arah Barbara, yang gelagapan mencoba menangkap ponselnya sebelum jatuh ke lantai.
"Sekarang bersiaplah, kau akan ikut aku pergi ke kantor. Waktu mu hanya 5 menit! Bergegaslah karena aku tidak suka menunggu!."
Dave beranjak menuju pintu keluar apartemen, dia akan menunggu Barbara di parkiran mobil dibawah.
Barbara mencebik kesal karena tidak bisa membalas ucapan Dave yang terdengar memerintah dirinya.
"Shit! Bahkan aku tidak bisa berkutik di depan lelaki tukang perintah itu!."
Barbara pun buru-buru berganti baju di kamarnya yang berada tepat di samping kamar Dave.
Alano memang sudah memberitahu kalau dia akan mulai bekerja di perusahaan Lodovico, Corp hari ini, bersama asisten pribadinya Dave.
Barbara sangat senang karena berpikir dia akan mulai bekerja di dekat Alano sang kekasih masa kecil hari ini. Tapi siapa sangka kalau ternyata Alano tengah asik menikmati honeymoon bersama istri nya.
Istri? Harusnya yang menjadi istri Alano saat ini adalah dirinya dan bukan wanita asing itu, yang sama sekali tidak dia kenal. Hati Barbara terasa perih membayangkan Alano yang tengah berada dalam dekapan wanita perebut kekasih nya.
Dia sudah bertekad akan merebut kembali Alano dan menjadikan lelaki itu sebagai satu-satunya miliknya.
Barbara akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik dirinya sejak awal dan bukan orang lain, yang baru saja masuk dalam kehidupan Alano.
"Apa kau akan terus berada di dalam sana Barbara?."
Dave mengetuk jendela kaca mobil karena melihat Barbara tidak juga turun dari mobil sport miliknya. Saking kesalnya bahkan Dave hanya memanggil wanita itu dengan nama, tanpa embel-embel nona.
Barbara tersentak kaget mendapati kalau mereka sudah berada di depan perusahaan Lodovico, Corp dan melihat Dave yang sudah turun lebih dulu meninggalkan dirinya di dalam mobil.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹