
Sudah jam 10 malam kenapa Alano dan Paloma belum juga pulang? Angelina duduk diruang tengah dengan gelisah. Entah mengapa dari tadi siang perasaannya tidak enak.
Angelina sudah mencoba menghubungi ponsel Alano maupun Dave tapi tidak ada jawaban dari mereka. Dia semakin khawatir dengan pikiran buruk dikepalanya.
"Steven!."
Angelina memanggil kepala pelayan maupun orang kepercayaan nya itu.
Steven datang dengan tergesa-gesa, "Ada apa nyonya?."
"Hubungi orangmu dan cari tahu dimana Alano dan Paloma berada sekarang juga!."
"Baik nyonya."
Steven mengambil ponsel di saku celananya dan menelepon seseorang.
Angelina berjalan mondar mandir diruang tengah membuat Steven pusing melihatnya. Dia juga ikut khawatir dengan tuan muda dan nona mudanya itu.
Selang 5 menit ponsel Steven berdering panggilan masuk dari orang suruhannya.
"Maaf nyonya menurut info yang saya dapatkan nona Paloma berada di rumah sakit saat ini bersama tuan Alano."
"What? rumah sakit kau bilang, siapa yang sakit Steven?." Angelina semakin takut mendengar penuturan Steven.
"Nona Paloma nyonya."
Steven menunduk menjawab pertanyaan nyonya besarnya, dia tahu kalau Angelina sangat syok mendengar berita ini.
"Bagaimana bisa, apa Paloma sakit? Tapi kenapa Alano tidak mengabariku."
"Saya belum dapat info kalau nona Paloma sakit apa nyonya."
Angelina meremas kuat jemari tangannya, "Siapkan mobil aku akan ke rumah sakit sekarang juga!."
Steven membungkuk memberi hormat dan pergi melaksanakan perintah yang diberikan Angelina. Mereka akan pergi kerumah sakit untuk mengecek langsung keadaan Paloma disana.
30 menit kemudian Angelina ditemani Steven orang kepercayaannya sampai di rumah sakit. Dia bahkan melupakan akting butanya saking khawatirnya ia pada Paloma.
Angelina masuk ke kamar VVIP dan mendapati Alano tertidur disamping Paloma yang memakai selang oksigen di hidungnya, bahkan ada alat detector jantung dekat ranjang rumah sakit.
Hati Angelina terasa nyeri melihat keadaan anak dan menantunya. Dengan pelan dia mendekati Alano dan mengusap kepalanya lembut hingga Alano terbangun dari tidurnya.
"Apa yang terjadi pada Paloma Alano anakku?."
Airmata Angelina lolos dipelupuk matanya dia memandang Alano dengan gusar.
"Momy, maaf karena tidak memberi tahumu. Aku tidak ingin membuat Momy khawatir."
Alano mengajak Angelina untuk duduk disofa dekat ranjang Paloma. Ia pun menceritakan kejadian yang menimpa Paloma, bagaimana hubungan Albert dan Paloma hingga mereka bisa menikah dan rencana Albert untuk membunuhnya.
Angelina menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Dia tidak pernah menyangka bahwa kakak kandungnya bisa melakukan hal sekeji itu hanya karena harta dunia.
"Oh my God kasihan sekali Paloma, dia harus diculik bahkan terjebak dengan masalah keluarga kita Alano. Lalu bagaimana keadaannya sekarang sayang, apa yang dikatakan dokter?."
"Kenapa kau diam Alano? Jawab dengan jujur pertanyaan Momy."
Alano mengusap lembut tangan Angelina, "Tapi Momy harus janji akan baik-baik saja saat mendengar jawaban Alano nanti."
Deg..
Jantung Angelina berdetak cepat dia semakin yakin kalau Paloma sedang sakit parah saat ini melihat banyaknya alat yang menempel ditubuh Paloma.
"Efek racun itu mengakibatkan jantung Paloma bermasalah Mom, serambi kirinya rusak. Kata dokter kalau Paloma bisa melewati masa kritisnya dia akan baik-baik saja meski keadaan jantungnya tidak akan seperti semula."
Alano tertunduk lemah tidak berani menatap Ibunya. Dia sudah gagal melindungi Paloma, malah sebaliknya Paloma lah yang melindunginya. Rasa bersalah menyelimuti hati dan pikiran Alano.
Angelina tak kuasa menahan air matanya, dia berdiri dan mendekati Paloma yang masih memejamkan mata di ranjang rumah sakit dengan wajah yanb tenang dan damai. Angelina memegang tangan Paloma dan menangis sesegukan.
"Maafkan Momy Paloma, Momy tidak bisa menjaga dan melindungimu dari kakakku."
Angelina menangis sejadi-jadinya mengingat perlakuan keji Albert Hall kakak kandungnya. Tidak cukupkah kau membuat aku buta waktu itu sampai anak dan menantuku pun harus menjadi korban keserakahanmu.
Angelina merutuki kebodohannya jika saja dia tidak meminta Alano untuk memaafkan segala perbuatan Albert pada mereka, mungkin Paloma tidak akan menjadi korban seperti sekarang ini.
"Lakukan apa yang ingin kau lakukan padanya Alano. Kali ini Momy tidak akan menahanmu lagi!."
Angelina berbicara dengan tegas. Ada kebencian yang mendalam dimatanya. Dia tidak akan lemah lagi. Dia akan membalas perbuatan kakaknya jauh lebih kejam dan keji dari apa yang sudah Albert lakukan pada keluarganya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Dukung terus karya Author yaa
Like Vote and Rate
terima kasih 🌹**