The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Asisten Ku



"Mulai hari ini kau akan bekerja sebagai asisten ku, dan kau akan duduk di meja samping sana!."


Dave menunjuk meja kerja Barbara yang baru saja diantarkan oleh OB perusahaan Lodovico, Corp.


"What? Why must i to be your asistent? Bukannya aku akan menjadi sekretaris pribadi Alano, kenapa malah menjadi asisten mu?."


"Jangan banyak bicara, bos sudah mengatakan padamu bukan kalau kau harus mengikuti perintah ku selama bos tidak ada!"


"Dan satu hal lagi, bos Alano adalah CEO mu disini. Jadi panggil dia dengan sebutan bos dan bukan nama! Berlakulah sopan selama kau bekerja disini!."


Dave menatap Barbara dengan tajam dan melangkah menuju meja kerjanya, tanpa mempedulikan wanita seksi itu terus menggerutu tidak terima dengan perlakuan Dave.


Shit! Lihat saja nanti, kalau aku berhasil mendapatkan Alano kembali. Kau orang pertama yang akan aku tendang dari sini!.


"Kenapa kau masih berdiri disana? Cepat kerjakan tugasmu!."


Barbara berdecih dan segera duduk di meja kerjanya, mengerjakan beberapa laporan yang menumpuk di atas meja. Dia memang bisa mengerjakan pekerjaan itu karena semasa sekolah dulu, Barbara pernah magang selama 3 bulan di perusahaan sebagai sekretaris.


Selain itu selama menjadi budak seks menteri pertahanan Turki, dia dipercayakan untuk mengatur pembukuan perompak The Pirates.


Dave memang sudah mencari tahu tentang seluk beluk seorang Barbara Divaio, kekasih masa kecil bos besar. Sehingga dia pun memutuskan untuk menjadikan Barbara sebagai asisten nya, agar Dave bisa lebih mudah mengawasi wanita seksi itu.


Dia tahu kalau Barbara pasti sedang menyusun rencana untuk mengusik keluarga bos besarnya. Jadi Dave tidak ingin Barbara sampai berbuat macam-macam dan berakibat pada hubungan bos besar dan nona muda.


Dave juga sengaja memberikan banyak tugas pada Barbara agar wanita itu tidak akan mengganggu Alano yang tengah honeymoon. Dia ingin melihat seberapa cekatan nya wanita masa lalu bos besarnya.


"Shit! Dia memberikan banyak sekali tugas padaku. Kepala ku sampai sakit melihat angka-angka ini!."


Barbara memijit pelipisnya dan menyandarkan kepala sebentar ke kursi untuk menghilangkan rasa dengung di matanya yang terasa perih. Karena sedari tadi menatap layar laptop.


Tiba-tiba terbesit di pikirannya untuk menghubungi Alano, dia ingin mendengar suara lelaki yang sangat dirindukan nya itu selama beberapa hari ini.


Barbara mengambil ponsel di dalam tas dan mencari nomor Alano di kontak ponselnya.


"Jangan main handphone selama jam kerja!."


Dave merebut ponsel Barbara dari tangan nya, dia tahu kalau wanita pengganggu itu akan menghubungi Alano bos besarnya.


"Kau... Kembali kan ponsel ku! Aku hanya ingin mengecek pesan masuk saja Dave!."


"Siapa yang akan mengirimi mu pesan nona, bukankah ini nomor barumu. Selain aku dan bos tidak ada yang tahu nomor ponsel mu ini Barbara! Cepat selesaikan pekerjaan mu. Ponsel mu akan aku kembalikan begitu jam kerja berakhir."


Dave berbalik dan kembali duduk di meja kerjanya lalu menyimpan ponsel Barbara di saku jas.


Dasar asisten sialan! Dia bahkan menyita ponsel ku. Damn! Aku tidak bisa bergerak bebas selama dia berada di dekatku. Barbara menggerutu dalam hati karena tidak bisa menghubungi Alano.


Tok... tok... tok....


Pintu ruang kerja Dave diketuk dari luar. Kate sekretaris Alano Lodovico, masuk ke dalam membawa beberapa kotak makanan di tangannya.


"Dave, aku membawakan mu makanan dari rumah. Kebetulan kemarin ibuku datang ke apartemen, jadi dia membuat banyak makanan. Ayo kita makan bareng, ini sudah jam makan siang."


Kate tersenyum manis menatap lelaki tampan di depannya, yang selama ini berhasil menarik perhatian wanita itu.


"Cih..!."


Barbara berdecih malas melihat Kate yang membuat dirinya muak karena sekretaris Alano terlihat itu, terlihat mencari perhatian pada Dave.


"Jangan pedulikan dia Kate. Ayo kita makan."


Dave berdiri dan pindah ke sofa untuk makan siang bersama dengan Kate, wanita baik dan lemah lembut yang dikenalnya.


Merasa tidak terima Barbara ikut duduk bersama mereka berdua yang tengah mengatur bekal yang dibawa Kate di meja.


"Siapa dia Dave? Apa dia karyawan baru di kantor?."


Kate berbisik pelan tidak enak pada Barbara yang sedang menatap mereka berdua tajam.


"Dia asistenku Kate."


Kate mengangguk mengerti, dia lalu tersenyum menatap Barbara yang masih memandangi dirinya dan Dave seperti musuh bebuyutan.


"Hai, aku Kate sekretaris bos besar. Semoga kau betah ya bekerja disini."


Sekretaris dia bilang? Pantas saja makhluk menyebalkan itu tidak menempatkan aku di posisi itu, Shit!. Barbara bergumam tidak terima karena orang lain yang menjadi sekretaris Alano dan bukan dirinya.


"Aku Barbara."


Barbara berbicara dengan jutek tidak ingin terlalu dekat dengan wanita di depannya, yang menurut dirinya hanyalah wanita munafik berpura-pura baik di depan Dave.


"Ayo Barbara, kita makan siang bersama. Kau pasti juga sudah lapar kan."


Kate memberikan sekotak makan siang ke tangan Barbara yang diterimanya dengan malas.


Dave diam tidak ingin berbicara ataupun menatap Barbara, sambil memakan makanan nya.


"Ini sangat enak Kate. Terima kasih ya untuk makan siangnya."


"Ah.. ini bukan apa-apa Dave. Aku senang jika kau menyukai masakannya."


Kate tersenyum dengan hati membuncah bahagia di tatap oleh Dave. Sedangkan Barbara memutar bola matanya malas melihat Kate yang salah tingkah di depan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 3 episode


Like and Vote 🌹**