
"Aku harus mengacungkan jempol padamu karena berhasil mendapatkan saham dari tuan Juan Fernandez." Alano berujar dengan gaya angkuhnya.
Pablo tersenyum smirk mendengar perkataan Alano, "Tentu saja aku bisa berhasil karena dia memang mempercayaiku. Selain itu aku membayar banyak untuknya."
"Ternyata selain licik kau juga percaya diri sekali Pablo Dominic. Aku tahu kalau kau bekerja sama dengan pamanku untuk mendapatkan saham itu bukan."
Alano tersenyum licik melihat guratan kecil diwajah Pablo, Shit! dia tahu semuanya pikir Pablo.
Pablo memang tidak tahu cara apa yang dipakai Albert Hall hingga Juan Fernandez mau menjual sahamnya, dia hanya tahu kalau Juan berhasil dibujuk setelah mereka membayar mahal untuk saham tersebut.
"Tidak kusangka penipu sepertimu bahkan bisa ditipu dengan begitu mudahnya!." Alano tertawa sarkas melihat Pablo yang diam saja.
Braakkk..
Pablo memukul meja bundar dengan kuat hingga bergema keseluruh ruang rapat.
"Jangan bicara sembarangan Alano, aku akan memukulmu kalau kau berani bicara omong kosong seperti itu lagi!." Pablo menatap marah Alano yang duduk didepannya.
Dave dengan sigap mendekati Pablo yang sudah berdiri dari kursinya dan menahan tubuh Pablo agar kembali duduk.
"Bersikaplah yang sopan tuan Pablo jika masih ingin hidup dan bernafas."
Dave berbicara dengan datar namun menunjukkan wajah ketidaksukaan pada Pablo Dominic. Jika tidak ada Bos besarnya disini mungkin Dave sudah meledakkan kepala Pablo dengan timah panas dipistolnya.
"Kenapa kau marah Pablo? Apa kau tersinggung dengan perkataanku barusan?." Alano tertawa mengejek melihat Pablo yang menggeliat dikursi karena ditahan oleh Dave sang tangan kanannya.
"Shit! lepaskan aku. Aku datang kesini untuk membicarakan bisnis bukan untuk mendengar omong kosongmu Alano!."
Alano menatap Dave dan memberikan kode padanya untuk melepaskan Pablo. Dave kembali berdiri dibelakang tempat duduk Bos besarnya dengan tatapan intimidasi menatap Pablo yang sudah merah padam karena menahan emosi atas perlakuan Dave.
"Aku sama sekali tidak bicara omong kosong padamu. Tapi ada satu hal yang ingin ku beritahu padamu tuan Pablo yang terhormat, jangan mudah percaya pada orang yang baru saja dekat denganmu. Kau pasti tahu maksudku."
Alano tersenyum penuh arti menatap Pablo. Dia kembali terdiam mendengar ucapan Alano. Damn! sepertinya Albert memang menipuku. Tidak mungkin Alano tidak tahu apapun tentang rencana Albert padanya.
"Jika kau berpikir untuk menyingkirkanku kau sudah salah besar Pablo. Ingatlah aku selalu satu langkah didepanmu!."
Ya benar dia memang Alano Lodovico yang tahu semua kelemahan musuhnya. Meski selama ini Alano terlihat biasa saja tapi sebenarnya dia sudah menyimpan kartu As untuk menghabisi musuh-musuhnya.
Pablo bergidik membayangkan apa yang bisa dilakukan Alano. Dia memang sudah salah dari awal harusnya dia tidak terlibat lagi dengan manusia yang tidak bisa ditebak ini.
Alano diam memperhatikan Pablo didepannya, ternyata ancaman yang diucapkan olehnya berhasil mempengaruhi Pablo. Dia berharap setelah ini Pablo tidak akan terlibat lebih jauh lagi dalam masalah keluarganya.
Alano tidak mau ada Paloma kedua yang ikut menjadi korban pamannya Albert, meski sebenarnya dia masih marah dengan perbuatan Pablo padanya dulu.
Alano melempar sebuah amplop cokelat kearah Pablo, "Jika kau masih Ingin main-main denganku aku orang pertama yang akan menghancurkanmu!."
Pablo meraih amplop tersebut dan membukanya. Matanya terbelalak melihat foto-foto kegiatan dunia gelapnya. Dia memiliki pabrik ilegal yang memproduksi ganja untuk dia kirim keluar negeri. Shit! padahal selama ini aku melakukannya diam-diam.
"Kau bisa memilih Pablo, menyelamatkan bisnis ilegalmu atau tetap bermain-main dengan Albert untuk melawanku."
Alano tersenyum tipis melihat wajah Pablo yang tampak bingung, dia tahu kalau Pablo akan lebih memilih bisnisnya daripada terus meneruskan rencana licik Albert Hall.
"Dia yang datang mengunjungiku dan mengajakku untuk bekerja sama dengannya. Aku menerima ajakannya karena aku dijanjikan perusahaan Lodovico, Corp sebesar 70%. Aku tidak ada niat apa-apa padamu Alano."
"Hahaha... Kau pikir kau bisa merebut perusahaanku dengan mudah. Kau terlalu naif Pablo." Alano tertawa sarkas.
"Kau tidak tahu seberapa kuatnya pengaruhku di perusahaan ini, dewan direksi adalah orang-orang kepercayaanku dari sejak ayahku yang memimpin. Kalau kau berpikir akan mudah mempengaruhi mereka kau salah besar. Jika memang mereka ingin mengkhianatiku mungkin sekarang Albert yang menjadi CEO dan bukan aku. Dia pasti sudah berhasil merebut semua milik ayahku!."
Pablo tertegun memang benar yang dikatakan Alano, dia sudah salah berpikir jika akan mudah menyingkirkan Alano dari perusahaannya sendiri.
"Dan asal kau tahu Juan Fernandez adalah salah satu orangku. Dia memang sengaja menjual sahamnya padamu atas perintahku, karena aku tahu Albert pasti sudah lama mengincarnya."
"What?."
Pablo berjengkit kaget mendengar ucapan Alano. Oh Shit! aku memang sudah salah berurusan dengan manusia ini, dia bahkan bisa memprediksi rencana licik Albert. Tidak salah tadi dia bilang kalau dia selalu berada satu langkah didepan mereka.
"Tak perlu heboh begitu Pablo, semua keputusan berada di tanganmu sekarang. Kau tahu bukan sangat mudah bagiku membawamu kembali mendekam dalam penjara. Dan aku pastikan kali ini kau akan membusuk didalam sana!."
Alano menatap tajam Pablo dia tahu kalau Alano tidak pernah main-main dengan setiap ucapan yang keluar dari mulutnya.
"Maaf Alano, aku tidak akan menentangmu lagi."
Pablo tertunduk lemas kali ini dia benar-benar sudah kalah dari awal sebelum bisa maju kemedan perang.
"Pilihan yang bijak tuan Pablo."
Dave menimpali pembicaraan serius Bos besarnya dan tersenyum puas dengan jawaban Pablo Dominic.
"Sekarang mari kita bicarakan bisnis kita tuan Pablo."
Alano tersenyum penuh arti menatap Pablo, dia berencana untuk mengajak Pablo bekerja sama dengannya untuk menjebak Albert Hall paman kandungnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Up 2 episode lagi hari ini yaa guys
Like and Vote 🌹**