The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Kabar



Bukk.. buk.. buk..


Sentosa memukul anak buahnya yang melaporkan kalau Gael Avignon menghilang dimalam dia merampok Bank of Melbourne bahkan anggota t***r*s Butterfly yang ikut bersamanya mati, tidak ada yang tersisa.


"Bodoh! Aku membayarmu hanya untuk menjaga satu orang saja kau tidak becus!."


Suara kemarahan Sentosa menggelegar diruangan itu. Dia lalu menagmbil pistol dan menembak anak buahnya itu setelah dia puas melampiaskan kemarahannya. Bambang yang berada diruangan itu sama khawatirnya dengan Sentosa, dia takut kalau menghilangnya Gael akan berdampak pada mereka berdua.


"Apa langkah selanjutnya yang akan kita ambil Sentosa?."


"Bisakah kau diam daritadi kau tidak berhenti merengek seperti anak kecil."


Sentosa menatap tajam Bambang, dia sudah cukup pusing sekarang ditambah lagi mendengar semua ocehan Bambang daritadi.


"Hubungi Albert dan minta bantuannya aku yakin dia bisa membantu kita Sentosa."


Bambang menatap Sentosa penuh harap, dia yakin dengan kekuasaan yang dimiliki Albert Hall mereka bisa menemukan Gael.


"Aku sudah tidak percaya lagi padanya Paloma masih hidup sekarang. Aku baru saja dikirimkan foto-fotonya tadi oleh anak buahku, bahkan Albert menikahkan Paloma dengan ponakannya yang bernama Alano Lodovico pengusaha sukses di Italia. Sial! dia benar-benar menipu kita!."


Sentosa mengusap wajahnya kasar, Albert sudah menipu mereka berdua dengan mengatakan kalau dia telah membunuh Paloma. Rencananya Sentosa akan berangkat ke Italia lusa pagi untuk bertemu dengan Albert Hall, namun tadi pagi anak buahnya menelepon kalau Gael Avignon menghilang setelah perampokan terjadi.


"Kirim orang kepercayaanmu untuk mencari keberadaan Gael jangan sampai menimbulkan kecurigaan. Aku yakin kedua agen itu mengirim seseorang untuk memata-matai orang terdekat Kevin."


Sentosa memberi perintah pada Bambang yang masih menunjukkan rasa cemas, pasalnya dia ikut mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang akan diadakan tiga minggu lagi. Dia tidak mau masalah ini sampai mencuat kepublik dan menghancurkan reputasinya sebagai Calon Wakil Presiden.


"Lalu kau, apa yang akan kau lakukan Sentosa?."


"Aku akan ke Italia besok pagi, aku akan memberi perhitungan pada Albert Hall dan membunuh Paloma dengan tanganku sendiri."


Sentosa tersenyum licik rencana untuk membunuh Paloma sudah dia pikirkan dengan matang saat ini. Dia akan memastikan menghabisi Paloma dan membuang mayatnya agar tidak akan pernah ditemukan oleh Kevin Hendrawan.


Bunyi panggilan masuk di ponsel Bambang memotong pembicaraan mereka berdua.


Bambang mengangkat teleponnya, " Ada apa?." Diam mendengarkan. "Apa kau bilang, Bella tertembak?."


Sentosa mengernyit mendengar ucapan Bambang, apalagi sekarang.


Bambang menutup telepon dan memaki dalam hati baru saja mereka kehilangan Gael Avignon sekarang malah Bella ditembak di Amerika.


"Ada apa Bam? Apa yang terjadi pada Bella?."


Sentosa kembali resah mendengar Bella ditembak, pasalnya orang-orang yang terkait dengan mereka seperti tumbang satu persatu seakan mengatakan kalau berikut adalah giliran mereka.


Bambang menceritakan kejadian penembakan Bella yang dilaporkan salah satu anak buahnya yang ada di Istana Kepresidenan. Belum ada yang tahu siapa yang sudah menembak Bella disana, menurut mereka terjadi satu kali tembakan dan itu mengenai Bella. Kalaupun mereka mengincar Presiden dan Ibu Negara itu tidak mungkin karena, posisi Bella cukup jauh dari mereka berdua.


"Sial! Apa menurutmu ini ada hubungannya dengan menghilangnya Gael? Mungkin saja mereka ingin memancing kita keluar." Sentosa mengepalkan tangan menahan amarah dihatinya.


"Aku tidak bisa memastikannya Sentosa, semoga saja ini hanya penembakan biasa dan tidak ada sangkut pautnya dengan Gael yang menghilang. Sebaiknya kau segera ke Italia dan membunuh Paloma agar kita bisa menutupi jejaknya."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 2 episode yaa guys


Jangan lupa Like and Coment 🌹**