
Setelah menyelesaikan urusan mereka di Kota Venesia, Barbara dan Dave kembali ke Kota Roma.
Dave tidak memberitahukan pada Alano tentang pertemuan Barbara dengan ayah tirinya waktu itu. Pria itu menganggap selama dia masih bisa menghandle setiap masalah yang terjadi, Dave tidak akan melaporkan nya pada bos besar.
Apalagi Alano sudah berpesan pada Dave sebelum nya, kalau dia tidak ingin di ganggu selama honeymoon bersama Paloma.
Dave mengutus orang untuk selalu mengawasi pergerakan Mat ayah tiri Barbara, sebelum dia membuat masalah ke depannya.
Barbara mencebik kesal karena mereka langsung singgah ke kantor sepulang dari Kota Venesia. Dave tidak ingin membuang-buang waktunya karena pekerjaan yang menumpuk selama bos besar tidak ada.
"Dave, bisakah aku istirahat sebentar? Aku sangat lelah!."
Dave tertawa sinis menatap Barbara yang duduk di depan meja kerjanya, merengek seperti anak kecil.
"Baru begitu saja kau bilang sudah lelah? Ingat, kau adalah bawahan ku. Selama bos mu belum berhenti bekerja, kau juga tidak boleh berhenti atau istirahat!."
Barbara ingin sekali melempari mulut kejam Dave dengan heels yang di pakainya. Apa dia pikir ini jaman penjajahan hingga aku harus kerja rodi seperti ini?.
Barbara berdiri dan kembali ke meja kerjanya, dia tahu tidak ada gunanya untuk membujuk pria tukang perintah itu. Kalau saja Alano ada disini, sudah pasti dia tidak akan berani menyuruh-nyuruh aku seperti ini!.
"Berhentilah menggerutu nona Barbara. Disini kau bekerja dengan gaji yang besar, jadi sudah sepantasnya kau pun bekerja keras untuk perusahaan yang menggaji dirimu!."
Dave tersenyum tipis melihat Barbara yang kesal dengan bibir yang maju 3 cm ke depan. Menggemaskan, satu kata yang terlintas di pikirannya saat melihat pemandangan itu.
What? Menggemaskan? Shit! Sejak kapan aku memperhatikan wanita pengganggu itu. Dasar bodoh! Dave merutuki kebodohannya karena merasa aneh dengan pikiran nya sendiri tentang Barbara Divaio.
Ketika jam pulang kantor tiba, Barbara dengan malas menarik kakinya untuk masuk ke dalam mobil bersama Dave. Semua badannya terasa remuk bagai di timpa truk kontainer, belum lagi kedua mata bulatnya yang terasa berat karena mengantuk.
Pagi-pagi sekali mereka sudah bangun dan berangkat kembali ke Kota Roma. Untung saja Barbara tidak lagi menarik koper seperti waktu itu sehingga perempuan bertubuh seksi ini bisa merasakan sedikit nyaman, selama perjalanan dari sana.
"Barbara, bangun!."
Dave mencoba membangunkan Barbara begitu mereka tiba di parkiran apartemen.
Dave memperhatikan wajah teduh Barbara yang tampak terlelap nyenyak bersandar di kursi mobil. Hidung mancung dan bibir yang seksi terlihat menggoda nalurinya sebagai lelaki, yang haus akan belaian. Belum lagi melihat kancing kemeja Barbara yang terbuka dan memperlihatkan belahan dua gundukan besar di dalam sana.
Dave menelan saliva dengan susah dan menggelengkan kepala, mengusir pikiran gila yang datang menghantui dirinya. Shit! Aku sudah tertular sifat mesum bos besar.
Tidak mau larut dalam pikiran anehnya, Dave tersenyum jahil dan berteriak di telinga Barbara dengan kencang.
"Barbara...!."
"Aaaaa....."
Barbara terkejut dan refleks menampar pipi Dave yang berada sangat dekat dengannya.
"Kurang ngajar, beraninya kau menampar ku wanita pengganggu!."
Dave menatap nyalang Barbara yang tampak bersalah karena sudah menampar tangan kanan Alano Lodovico.
"Maaf, aku tidak sengaja Dave. Aku hanya terkejut tadi! Lagipula kau berteriak seperti itu di telingaku membuat aku refleks menampar mu Dave."
Dave mendengus menahan kekesalan di hatinya, dia juga tahu kalau dia ikut bersalah karena sudah berteriak pada orang yang sedang tidur. Sepertinya ini yang dinamakan karma, Damn!.
"Makanya bangun! Aku sudah berusaha membangunkan mu dari tadi, tapi kau malah asik tidur disini. Harusnya tadi aku biarkan saja kau tidur dalam mobil, sampai kau mati kehabisan udara disini!."
"Maaf."
Barbara menunduk tidak berani menatap Dave. Meski dia sering membantah ucapan pria tampan itu tapi melihat kilat marah di mata Dave, nyali Barbara langsung menciut karenanya.
"Cepat turun! Mobil ku bukan kamarmu!."
Dave membanting pintu mobil dan pergi meninggalkan Barbara yang segera turun dan berlari mengejar Dave, yang berjalan cepat di depannya.
Barbara sedikit merasa tidak enak dan berjanji akan menebus kesalahan nya karena tidak sengaja menampar asisten kepercayaan sang ketua Mafia Fire Red.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹