The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Ali dan Hana 2



Setelah dokter memeriksa dan memastikan keadaan Hana yang sudah lebih baik dari sebelumnya, dokter pun mengizinkan putri Ketua MPR RI itu untuk boleh pulang kerumah.


Kabar kepulangan Hana dari rumah sakit tidak luput dari sorotan media yang ingin meliput nya keluar dari rumah sakit, setelah sempat dinyatakan kritis beberapa hari yang lalu.


Bambang yang mendengar kabar tersebut, gelisah dan takut. Dia mencoba menghubungi Bella anggota Paspampres yang dia tugaskan sebelum nya untuk membunuh Hana.


"Sial! Kenapa nomor nya tidak bisa dihubungi? Apa dia melarikan diri?."


Bambang mengusap kasar wajah nya, besok adalah hari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden berlangsung. Dia khawatir jika besok rencananya untuk menjadi Wakil Presiden RI tidak bisa terlaksanakan karena masalah penculikan Paloma, dan percobaan pembunuhan Hana.


Menurut survei yang dilakukan oleh salah satu lembaga, elektabilitas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden menunjukkan jika mereka berdua adalah yang paling tinggi diantara calon pasangan lainnya.


Bambang menghubungi salah satu orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Bella.


Sementara itu, Ali yang sedang menemani Hana di rumahnya terlihat gembira karena hubungan dirinya dan Hana semakin dekat. Dia sudah tidak malu-malu lagi menunjukkan perhatian nya untuk sahabat adiknya itu.


Hana pun ikut merasakan bahagia dengan setiap perilaku lembut dan penuh cinta yang diberikan Ali padanya.


"Apa kau ingin istirahat Han?."


"Tidak Ka, aku masih ingin disini sebentar. Udara disini sangat berbeda dengan di rumah sakit."


Hana tersenyum manis menatap Ali yang sedang duduk di sampingnya. Mereka sedang duduk di taman samping rumah Hana, dimana disana terdapat banyak pohon rindang dan taman bunga lili berwarna-warni.


"Aku kangen sekali pada Paloma. Aku bersyukur karena Paloma masih hidup dan baik-baik saja sekarang, tidak seperti ucapan Bella waktu itu yang mengatakan kalau Paloma sudah meninggal."


Ali meraih tangan Hana yang kecil mungil dan pas di genggaman nya.


"Aku juga sangat bersyukur jika adik perempuan ku itu baik-baik saja. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada keluarga kami jika Paloma memang benar-benar pergi meninggalkan kami semua di dunia ini."


Ali dan Hana kompak menghela nafas panjang, mereka memang sudah mendapatkan informasi sebelumnya jika putri tunggal keluarga Hendrawan Irawan itu masih hidup. Dari kedua agen yang bertugas menyelidiki kasus penculikan Paloma.


Meski mereka belum tahu pasti dimana tepat nya Paloma berada, namun mereka berharap agar Paloma bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terkasih nya.


Hana mengusap lembut tangan kekar Ali yang masih setia menggenggam tangan nya dari tadi. Manik mata mereka bertemu dan beradu, membuat jantung mereka berdua seakan berhenti berdetak.


Tanpa sadar Ali mendekatkan wajah tampan nya dan mengecup lembut bibir pucat Hana.


Deg..


Hati Hana membuncah dengan perasaan yang sulit dikatakan, membuat wajah putih mulusnya itu merona bak tomat masak.


"Aku mencintai mu Hana. Maukah kau menjadi pendamping hidup ku?."


Hana terkejut mendengar ucapan cinta Ali untuknya, oh my God inikah rasanya di tembak oleh lelaki yang sudah lama aku sukai?.


Hana gelagapan tidak tahu harus bersikap seperti apa, tangan nya sedikit berkeringat karena gugup.


Ali menatap Hana penuh harap dengan perasaan yang was-was, takut pernyataan cintanya di tolak oleh Hana.


"Aku tahu ini sedikit tiba-tiba Hana, tapi ketika aku menemukan mu saat kecelakaan waktu itu. Aku benar-benar merasa seakan duniaku runtuh. Aku tidak bisa bernafas dengan baik, dadaku sesak dan aku seperti orang yang kehilangan tujuan hidup. Aku merasa kosong dan tidak tahu harus berbuat apa untuk membuat mu tetap berada di sisiku."


Hana terenyuh mendengar ucapan Ali, bulir kristal lolos di pelupuk mata indahnya.


"Terima kasih karena sudah memilihku Ka Ali. Aku juga sangat mencintaimu sejak lama. Semua perhatian kecil yang aku berikan dulu, itu karena aku sudah lebih dulu jatuh cinta padamu."


Meski Hana sempat ingin mengubur perasaan nya dalam-dalam, namun siapa sangka dibalik musibah yang menimpanya, perasaan Hana terbalas dengan indah.


"Bersiaplah Hana, setelah Paloma kembali aku akan langsung melamar mu secara resmi untuk menjadi nyonya Hartono."


Hana tersenyum bahagia dan mengangguk mengiyakan. Dia tidak akan ragu menerima lamaran Ali karena, Hana memang sudah lama memimpikan Ali untuk menjadi suaminya kelak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Terus dukung karya author yaa


Like and Vote 🌹**