The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Pernyataan



Paloma bangun dari tidurnya malam itu dan mendapati Alano bersandar di samping ranjangnya tertidur pulas. Paloma menatap wajah tampan dengan garis rahang yang tegas dan jambang tipis di dagunya. Tanpa sadar Paloma mengangkat tangannya dan membelai lembut rambut hitam milik Alano.


Alano yang tengah tidur terbangun saat merasakan tangan mungil dan halus itu menyentuh rambutnya. Dia sempat berpikir kalau Angelina Ibunya yang tengah membelai kepalanya.


"Kau sudah sadar sayang? Apa yang kau rasakan sayang?."


Alano meraih tanan Paloma yang tadi menyentuh kepalanya.


"Aku baik-baik saja Alano terima kasih karena sudah menyelamatkan aku malam itu."


Suara Paloma terdengar parau, dia masih sedikit merasakan nyeri di dadanya.


"Jangan berterima kasih sayang. Maafkan aku karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik hingga kau berakhir seperti ini. Aku memang bodoh dan tidak bisa diandalkan, maafkan aku sayang."


Alano menatap nanar Paloma yang terbaring lemah di depannya. Luka sayatan di tangan Paloma masih sering mengeluarkan darah serta luka cambukan di punggungnya pun masih basah.


Alano telah memutuskan bahwa mulai sekarang dia akan membuka hatinya dan mencintai Paloma seutuhnya. Tidak akan ada lagi yang bisa mengusik ataupun mengganggu wanitanya. Alano lalu menekan tombol di atas ranjang untuk memanggil dokter ke ruang perawatan Paloma.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?."


Alano bertanya ketika dokter telah selesai memeriksa Paloma.


"Keadaannya sudah lebih stabil tuan Alano tidak perlu khawatir. Operasi jantung nya berhasil dan tubuh nona Paloma bisa menerima donor jantung itu. Hanya saja untuk sekarang nona Paloma tetap dianjurkan selalu beristirahat dan mengonsumsi makanan yang sehat. Selebihnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi tuan Alano."


Dokter tersenyum puas melihat operasi besar yang dilakukannya tadi pagi selama berjam-jam berhasil dan sukses. Dia pun permisi keluar dari ruangan Paloma dirawat.


"Apa yang terjadi Alano? Kenapa dokter bilang kalau aku di operasi jantung? Memangnya jantung ku kenapa?."


Paloma menatap Alano penuh tanya, pasalnya dia tidak pernah punya riwayat sakit jantung lalu tiba-tiba dokter mengatakan kalau dia baru saja di operasi jantung.


"Tenanglah sayang, maafkan aku karena aku kau sampai harus di operasi sayang. Kau memakan roti racun waktu sarapan itu bukan, kau pingsan di kantor dengan mulut dan hidung yang mengeluarkan darah. Kata dokter efek racun itu langsung terjadi pada tubuhmu karena imun tubuhmu pada saat itu lemah, hingga berakibat pada kerusakan organ jantung mu sayang. Aku benar-benar minta maaf padamu Paloma sayang. Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu dari perbuatan keji pamanku."


Alano tertunduk di samping ranjang Paloma, matanya terasa panas mengingat peristiwa dimana Paloma ditemukan pingsan di toilet karyawan dengan keadaan yang memprihatinkan.


"Sudahlah Alano, aku baik-baik saja sekarang kau tidak perlu meminta maaf seperti itu. Lagipula aku yang memutuskan untuk memakan roti racun waktu itu. Tapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku Alano, tolong perlakukan aku dengan baik. Jika aku punya kesalahan padamu tegurlah aku dengan baik dan jika kita salah paham tolong bicaralah dengan sopan dan jangan membentak ku. Jujur untuk seumur hidupku aku tidak pernah dibentak dan diperlakukan tidak adil oleh siapapun. Makanya ketika kamu memperlakukan ku seperti itu, aku sangat sedih dan kecewa padamu."


Bulir kristal jatuh begitu saja di pelupuk mata indah Paloma, entah kenapa Paloma menjadi sedikit sensitif sekarang. Dadanya berdenyut dan terasa sesak saat ini. Apa mungkin ini pengaruh jantung baru di tubuhnya, Paloma sangat penasaran siapa pendonor jantung tersebut sekarang.


Alano menggenggam tangan Paloma dan mengusap lembut air mata di pipinya.


"Apa ini salah satu pernyataan cintamu padaku Paloma sayang?."


"Whatt?."


Paloma tersentak kaget mendengar ucapan Alano. Apa-apaan laki-laki ini pikirnya, percaya diri sekali kau tuan Alano Lodovico!.


Alano tersenyum tulus menatap Paloma, dia memang ingin menggoda Paloma saat ini. Apalagi melihat wajah cantik Paloma yang merona mendengar ungkapan cinta di bibirnya untuk istri tercintanya.


"Berhentilah bercanda bos besar, leluconmu sungguh tidak lucu!."


Paloma memutar bola matanya malas, dia yakin kalau Alano pasti tengah ingin mengerjainya saja sekarang.


"Apa aku terlihat bercanda sayang? Bahkan panggilan mesraku saja untuk mu tidak kau percayai sayang?."


Alano tersenyum tipis melihat Paloma yang semakin memerah wajahnya mendengar ucapan Alano.


Eh.. benarkah ini? Apa pria sombong dan dingin ini tidak sedang mengerjaiku? Apa ini prank baru di bulan ini, pikir Paloma.


"Berhentilah berpikiran aneh Paloma sayang. Aku tahu isi di dalam otak kecilmu itu. Mulai sekarang aku milikmu dan kamu adalah milikku! Hanya ada kita berdua sekarang sampai selamanya sayang."


Alano mencium lembut dahi Paloma dengan cukup lama, dia ingin agar Paloma bisa merasakan ketulusan hatinya untuk cinta dan kasih sayang yang melimpah bagi wanita cantik itu.


Ah.. Pernyataan cinta yang sama sekali tidak romantis, padahal impianku ingin mendapatkan pernyataan cinta dibawah sinar bulan dan bintang yang indah dengan alunan musik biola.


Paloma tersenyum dalam hati mengingat impiannya yang sungguh bertolak belakang dengan kenyataan yang ada saat ini. Dia justru mendapatkan pernyataan cinta di rumah sakit dengan keadaan yang menyedihkan seperti ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Setiap hari akan ada up yaa guys


Like Rate and Coment 🌹**