The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Efek Racun



Didalam toilet Paloma berusaha memuntahkan isi perutnya namun usahanya sia-sia karena tidak ada yang keluar dari dalam mulutnya.


Efek racun itu memang cukup kuat begitu masuk kedalam tubuh racun akan langsung terserap hingga membuat si penerima racun tidak bisa memuntahkannya secara langsung.


"Sialan! Demi menyelamatkan pria dingin dan sombong itu malah aku yang kena imbasnya."


Paloma bersandar didinding toilet, jantungnya terasa berdetak dua kali lebih cepat. Keringat dingin terus membasahi tubuh Paloma yang bergetar. Pandangan matanya mulai mengabur dengan darah menetes dari hidung dan mulut Paloma, ia pun jatuh pingsan.


"Dimana Nona Paloma? Apa dia ketoilet?." Dave berjalan menuju toilet karyawan yang ada dilantai 20 khusus CEO.


Pintu toilet nampak terkunci dari dalam, Dave yakin kalau Paloma memang berada didalam sana. Ia lalu melangkah kembali keruangan Alano dan melaporkan bahwa Paloma sedang berada di toilet karyawan.


Sudah hampir 15 menit berlalu namun Paloma belum juga kembali dari toilet. Alano mulai terlihat resah dan memanggil Dave yang berdiri diluar ruangan CEO.


"Apa Paloma belum juga keluar dari toilet Dave?."


"Belum bos, daritadi saya berdiri diluar tapi belum melihat Nona Paloma keluar dari dalam sana."


Alano yang makin curiga berlari keluar ruangan menuju toilet karyawan, Dave mengikutinya dari belakang.


Begitu tiba disana Alano melihat pintu toilet yang terkunci dari dalam dan mendobrak pintu kayu itu dengan kuat.


Kate seorang asisten baru yang menggantikan Cecil mendengar keributan dari luar ruangannya segera keluar dan melihat Alano yang sedang berusaha mendobrak paksa pintu toilet. Alano seperti orang kesetanan saat ini. Dave juga ikut mendobrak pintu tersebut untuk membantu bos besarnya.


Mata Alano terbelalak kaget mendapati Paloma yang tergeletak dilantai dengan darah yang keluar dari hidung dan mulutnya. Dia mengangkat tubuh Paloma dan memanggil-manggil namanya. Dave segera menghubungi ambulance untuk membawa Paloma kerumah sakit.


Wajah Paloma terlihat pucat dengan tubuh yang menggigil, apa yang terjadi padamu Paloma? Kau masih baik-baik saja tadi pagi Alano bergumam dalam hati. Ada rasa cemas dan takut diwajahnya bahkan Kate sampai heran dengan bos barunya itu, pasalnya Alano dikenal sebagai orang yang dingin dan tidak mudah menunjukkan ekspresinya.


Kate berpikir mungkin nona Paloma dan bos Alano memiliki hubungan dekat seperti Dave yang selalu berada didekatnya kapanpun.


5 menit berselang ambulance datang ke kantor Alano, Paloma lalu dibawa ke rumah sakit dengan detak jantung yang melemah. Petugas memasangkan oksigen dihidung Paloma.


Alano dan Dave mengikuti mobil ambulance dari belakang, hatinya bagai tertikam ribuan pisau melihat keadaan Paloma dipelukannya tadi. Semoga dia baik-baik saja, kau harus kuat Paloma.


Paloma dibawa keruang ICU untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter. Alano dan Dave menunggu diluar ruangan dengan cemas, tidak ada yang bersuara mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Ada rasa curiga dihati keduanya merasa ada yang janggal dengan yang terjadi pada Paloma. Pasalnya sejak tadi pagi mereka terus bersama sampai mereka menemukan Paloma pingsan di toilet karyawan.


"Dave cek kamera CCTV dikantor aku takut saat dia menghilang tadi Paloma bertemu dengan seseorang hingga membuat dia seperti ini."


"Baik Bos."


Dave membungkuk dan pergi darisana, ia akan kembali ke kantor untuk melaksanakan perintah Alano bos besarnya. Dave juga memerintahkan beberapa anggota Mafia Fire Red untuk berjaga-jaga dirumah sakit.


Sudah satu jam Alano duduk menunggu didepan ruangan ICU, dokter yang menangani Paloma didalam belum juga keluar hanya ada perawat yang keluar masuk dari ruangan itu sambil membawa kantong darah.


Apa separah itukah yang terjadi padamu Paloma sampai membutuhkan transfusi darah? Alano semakin khawatir pikiran buruk terus menghantui isi kepalanya.


Dokter keluar dari ruang ICU dengan mimik wajah yang tak terbaca, Alano mendekati dokter tersebut dengan gelisah.


"Mari ikut keruangan saya tuan Alano."


Alano memang sangat terkenal di Italia tidak ada yang tidak mengenalnya, ia dikenal sebagai pengusaha muda dan sukses di negara itu. Wajahnya selalu menghiasi media cetak dan Tv nasional hampir setiap hari.


Alano memanggil salah satu anak buahnya untuk berjaga didepan pintu ruangan ICU sebelum ia pergi mengikuti dokter keruangannya.


"Sebelumnya saya ingin menanyakan apa sebelum ini nyonya Paloma mengonsumsi makanan yang tidak biasa hingga memicu sakit pada jantungnya?."


"Apa dok sakit jantung?."


Alano tersentak kaget saat mendengar penuturan dokter Kenneth yang menangani Paloma.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan tadi nyonya Paloma terkena racun level dua dan efek racun ini menyebabkan kerusakan pada jantung nyonya Paloma, hingga detak jantungnya sempat melemah dan membutuhkan transfusi darah."


"Racun dok?." Lagi-lagi Alano terkejut mendengar perkataan dokter Kenneth.


"Iya tuan Alano kami curiga jika nyonya Paloma memakan sesuatu yang tercampur dengan racun itu. Sebenarnya efek racun ini tidak akan langsung terlihat namun karena imun tubuh nyonya Paloma sedang lemah, maka efek racun langsung terjadi hingga menyebabkan detak jantungnya dua kali lebih cepat dari detak normal biasa. Dan memaksa kerja jantung hingga menyebabkan pendarahan dan kerusakan pada serambi kiri jantung nyonya Paloma."


Alano mengepal kuat tangannya mendengar penjelasan dokter Kenneth, Shit! sepertinya gara-gara roti panggang yang tadi pagi dia makan. Pantas saja Paloma terlihat aneh saat dia tidak kunjung memakan sarapannya. Apa sebenarnya roti itu untukku? Oh astaga aku lupa dengan rencana Albert yang ingin meracuniku.


Alano keluar dari ruangan dokter Kenneth dengan wajah menahan amarah, dia pun menghubungi Dave untuk memeriksa CCTV tersembunyi di Mansion utama.


"Lihat saja Albert aku akan membunuhmu!."


Alano memukul tembok rumah sakit hingga tangannya memar, dia merasa bersalah karena tidak mampu menjaga Paloma dari ulah keji pamannya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Like Vote and Rate 🌹