The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Me time



Seminggu setelah Paloma pulang dari rumah sakit, dia mulai merasa bosan berada di Mansion. Meski Alano selalu menyempatkan dirinya untuk pulang cepat dari kantor, namun tadi Alano menghubungi nya kalau malam ini dia akan lembur di kantor karena sebentar lagi pembangunan Villa mewah di kota Venezia akan selesai.


Jadi dia harus segera merampungkan laporan serta menemui beberapa perusahaan kontraktor yang bekerja sama dengan Perusahaan Lodovico, Corp.


"Aaa.. Aku bosan sekali. Seharian ini aku hanya makan dan tidur saja di kamar!."


Paloma meraih ponsel di atas nakas dan memutuskan untuk mengirimi Alano pesan, dia ingin sekali jalan-jalan sore ini.


Belum sempat mengetikan pesan nya, ponsel Paloma tiba-tiba berdering tertulis disana nama Alano suaminya.


"Halo."


Paloma mengangkat panggilan itu dengan antusias.


"Kau sedang apa sayang?."


"Aku sedang tiduran saja di kamar Al."


Memberi jeda untuk mengatur suaranya agar terdengar imut dan menggemaskan.


"Al, aku bosan di Mansion. Bolehkah aku keluar sebentar? Aku ingin jalan-jalan sore ini."


"Tapi sayang kata dokter kau tidak boleh terlalu lelah karena kondisimu masih lemah."


"Aku sudah tidak apa-apa Al, kau tenang saja. Aku hanya ingin mencari udara segar saja. Aku janji tidak akan lama Al."


Alano diam dia tahu kalau Paloma sedang berusaha membujuk dirinya untuk keluar dari Mansion sore ini.


"Al, halo.. Kau mendengarkan aku kan?."


Paloma memanggil Alano di ujung telepon yang sedari tadi hanya diam mendengarkan suaranya.


"Baiklah kalau kau ingin pergi. Tapi kau harus menunggu aku pulang baru kita pergi bersama. Dan jangan membantah lagi kali ini Paloma! Aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku di kantor."


Paloma menarik nafas panjang dia tahu kalau tidak akan mudah meminta izin pada suami dinginnya itu. Paloma pun mematikan panggilan teleponnya setelah Alano berujar dia akan berusaha cepat pulang malam ini.


Tok.. tok.. tok..


Ketukan pintu kamar Paloma membuyarkan lamunan nya, Steven masuk bersama dua orang maid dan membungkuk memberi hormat.


"Permisi nona muda, tuan muda meminta nona untuk bersiap karena malam ini tuan ingin nona pergi dengannya. Dua orang maid ini akan membantu nona muda bersiap."


Paloma mengernyit mendengar ucapan Steven kepala pelayan di Mansion mewah mereka.


"Memangnya kami mau kemana pak Steven? Saya bisa bersiap sendiri, tidak perlu ada maid yang membantu saya."


"Maaf Nona mohon nona ikuti saja perkataan ku karena kalau tidak, tuan muda akan marah pada kami jika kami tidak mengikuti perintahnya."


Lagi, Paloma menarik nafas panjang. Ternyata selain dingin dan angkuh Alano juga orang yang suka memaksa! Paloma bergumam dalam hati.


"Baiklah terserah pak Steven saja."


Steven pun keluar dari dalam kamar Paloma nona mudanya setelag memastikan kedua maid itu melakukan tugas nya untuk membantu Paloma bersiap.


Setelah berbicara di telepon dengan Paloma, Alano langsung menghubungi Steven untuk menyiapkan Paloma karena mereka akan keluar malam ini.


Dua orang maid itu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Mereka begitu telaten mulai dari memberikan pijatan kecil di seluruh tubuh Paloma. Wanita cantik itu begitu menikmati setiap pijatan yang mereka berikan di tubuhnya.


Tepat pukul enam malam Paloma sudah selesai dengan ritual me time nya dan telah memakai gaun berwarna peach, dengan rambut yang diikat keatas memperlihatkan leher jenjangnya.


Dave menjemput Paloma sesuai dengan perintah Bos besarnya tadi di kantor. Dia sempat terpana melihat kecantikan nona mudanya yang terlihat natural namun tetap menonjolkan keanggunan wanita Indonesia itu.


Dave membuka pintu mobil mewah Alano dan mempersilahkan Paloma masuk ke dalam. Wangi bunga rose langsung menyeruak saat Paloma melewatinya.


Oh my.. Wangi sekali nona muda, bos pasti sangat senang jika melihat nona Paloma saat ini. Hah.. rasanya aku ingin cepat-cepat menikah, Dave bergumam dalam hati sambil mengemudikan mobil bos besarnya.


"Kita mau kemana Dave? Dimana Alano?."


"Nona Paloma akan mengetahuinya begitu kita tiba disana."


Paloma berdecak sebal mendengar ucapan Dave, dia sudah sedikit tahu sikap asisten suaminya itu jika dia sudah berbicara seperti tadi. Dave hanya akan diam tidak menjawab pertanyaan Paloma.


Dave melirik nona mudanya yang duduk di kursi belakang melalui kaca spion, yang terlihat kesal padanya sambil memonyongkan bibir merahnya.


Hahaha.. anda lucu sekali nona, pantas saja Bos selalu ingin menggoda mu nona muda. Dave tersenyum tipis melihat tingkah istri bos besarnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 3 episode sekaligus yaa guys


Like and Vote 🌹**