The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Perjalanan



Keesokan paginya Paloma bangun dan mendapati wajah tampan Alano yang masih tertidur nyenyak di sampingnya.


Dia menyentuh dan mengusap lembut wajah Alano, sekilas adegan panas mereka semalam terlintas di pikirannya.


Paloma merona merah membayangkan bagaimana tubuh kekar Alano dengan dada bidang berbulu halus, berada tepat di atasnya. Refleks dua mencium bibir seksi Alano yang terasa menggoda dirinya pagi ini.


Tiba-tiba tangan Alano menahan tengkuk Paloma saat dia akan melepaskan tautan bibir mereka berdua. Paloma terbelalak melihat Alano yang ternyata sudah bangun dan malah menciumnya dengan rakus.


"Morning kiss babe."


Alano menyeringai mesum saat melihat selimut yang dipakai untuk menutupi tubuh polos Paloma tersingkap.


"Kau ingin menggoda ku sepagi ini sayang?."


"Apa sih, jangan macam-macam Al. Aku masih lelah! Lagipula punyaku masih sakit tahu!."


Alano tersenyum licik, dia malah menarik selimut yang dipakai Paloma hingga memperlihatkan tubuh seksi Paloma yang putih mulus.


"Aaaa... Al!."


Alano pun segera menggempur tubuh Paloma hingga wanita itu kelelahan dan kembali tertidur akibat ulah Alano suami mesumnya.


Jadwal keberangkatan Alano dan Paloma harus diundur beberapa jam karena ulah nakal Alano, yang tidak pernah lelah menggempur Paloma selama 3 jam lamanya.


Paloma merasakan area pribadinya sakit dan perih, dia bahkan kesusahan berjalan hingga Alano harus menggendong Paloma keluar dari kamar hotel sampai ke mobil mereka, yang sudah menunggu di lobi hotel.


Paloma menyembunyikan wajahnya di leher Alano karena terlalu malu saat melihat banyak tatapan mata yang menatap kemesraan mereka berdua.


Paloma mencebik karena Alano tidak juga melepaskan Paloma dari gendongan saat mereka sudah berada dalam mobil.


"Al, aku bisa duduk sendiri. Kau tidak perlu terus menggendongku seperti bayi!."


"Kau memang lah bayi kecilku sayang. Jangan banyak bergerak atau kau akan membangunkan sesuatu di bawah sana."


Alano mencium lembut leher jenjang Paloma, membaui tubuh istrinya yang selalu wangi di indera penciuman. Tangan nakal Alano bahkan sudah masuk ke dalam baju Paloma, dan asik bermain-main di tempat favorit membuat wanitanya merasa risih dan geli secara bersamaan.


"Al, sudah berhenti. Aku sangat lelah."


"Tenanglah sayang, aku tidak akan menerkam mu sekarang. Aku hanya ingin bermain sedikit disini."


Alano meremas gunung kembar Paloma dan membuatnya mendesah mengeluarkan suara yang tidak biasa.


Dave sampai geleng-geleng kepala mendengar suara nona muda, dia tahu kalau sedang terjadi hal yang tidak baik baginya yang jomblo di belakang sana.


Oh my, apa setiap hari aku akan terus mendengar hal yang merusak pendengaran ku? Untung saja aku tidak akan ikut dengan mereka. Jika tidak, pasti telingaku ini akan segera rusak dan juga kedua mataku ini akan segera sakit karena melihat adegan mesum bos pada nona Paloma.


Selama hampir sejam mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Alano dengan sigap menggendong kembali tubuh ramping istrinya, menuju jet pribadi mereka yang tengah terparkir. Sedang menunggu Alano dan Paloma.


Alano mendudukkan Paloma ke kursi pesawat dengan hati-hati, dia tidak ingin wanita cantik itu lecet sedikit saja.


"Dave, pastikan semua yang ada disana aman dan terkendali! Ingat, jangan mengganggu honeymoon ku dengan sesuatu yang tidak penting. Aku mengandalkan mu Dave."


Alano menepuk pelan pundak tangan kanannya itu, baru sekarang Dave tidak akan menemani dan berada di samping sang bos besar untuk waktu yang cukup lama.


Dave sedikit merasa khawatir namun dia yakin kalau ketua mafia itu pasti bisa menjaga dirinya dan nona muda. Apalagi Dave sudah memastikan keamanan di tempat mereka akan menghabiskan waktu bersama aman. Dia tidak ingin mengambil resiko apapun nantinya.


"Pasti bos. Saya tidak akan mengecewakan bos. Selamat bersenang-senang bos!."


Dave membungkuk memberi hormat dan melangkah keluar meninggalkan Alano dan Paloma di jet pribadi milik keluarga Lodovico. Dia akan berangkat menggunakan jet lainnya yang belum lama tiba dari Italia.


Dave menatap kepergian jet yang membawa bos besar dan nona mudanya sampai menghilang di atas sana. Dia ingin memastikan semuanya berjalan dengan lancar, sebelum Dave pergi meninggalkan Indonesia.


"Apa Dave tidak ikut dengan kita Al?."


"Tidak sayang, dia akan kembali ke Italia. Aku tidak ingin meninggalkan perusahaan lebih lama lagi, dengan adanya Dave disana. Aku bisa lebih tenang untuk berduaan dengan mu sayang."


Alano tersenyum mesum menatap Paloma yang duduk bersandar di sampingnya. Mereka sedang bersantai di atas sofa sambil menonton tv, mengusir rasa bosan karena perjalanan mereka yang akan menghabiskan waktu selama berjam-jam lamanya.


Dari tadi tangan Alano tidak berhenti mengusik tubuh mulus Paloma hingga membuat wanita itu pasrah, karena gertakan nya tidak berhasil membuat Alano berhenti.


Malah Alano semakin intens menggerayangi tubuh Paloma yang sangat seksi di matanya. Alano berjanji tidak akan berbuat lebih dari itu karena mengingat Paloma yang masih merasakan sakit di bawah sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Like and Coment 🌹