
Dave membawa Barbara ke apartemen milik nya sambil memendam rasa marah karena ulah wanita pengganggu itu.
Semua orang yang melihat Dave menyeret paksa tangan Barbara menatap bingung, namun tidak ada satupun yang berani berbicara atau menggosip saat melihat wajah marah tangan kanan bos.
Mereka tahu kalau Dave asisten bos besar Alano Lodovico itu benar-benar sedang marah, bahkan Kate yang belum lama bekerja disana merinding melihat sisi lain seorang Dave, pria yang sedang dia kejar.
Brakkk...
Dave membuka kasar pintu kamar Barbara dan melemparkan dirinya ke ranjang.
Kilatan amarah terlihat jelas di mata tajam Dave, ingin rasanya dia menelan bulat-bulat wanita pengganggu di depannya itu yang terlihat bergetar takut.
"Dasar wanita tidak tahu malu! Aku sudah memperingatkan dirimu berkali-kali untuk jangan pernah mengganggu bos besar dan nona muda. Kenapa kau tidak pernah mendengarkan peringatan ku Barbara!."
Dave mencengkram kuat mulut Barbara hingga kedua pipinya terasa sakit.
"Sa... Sakit Dave!."
Barbara berusaha melepaskan cengkraman tangan Dave di mulutnya sekuat tenaga.
"Kau sungguh berani Barbara, apa kau pikir aku tidak bisa menghabisi mu sekarang? Asal kau tahu, aku paling tidak suka melihat saat bos besar ku di ganggu!. Dan kau hanyalah hewan pengerat yang ingin merusak kebahagiaan bos besar ku. Jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan bos! Kau tidak akan pernah pantas untuknya!."
Dave mendorong wajah Barbara hingga terjungkal ke belakang ranjang. Barbara menangis menahan rasa sakit di pipi dan hatinya mendengar penghinaan Dave pada dirinya.
"Dasar brengsek! Kau pikir kau siapa Dave, kau hanya lah benalu dalam hidup Alano yang sok melindunginya!."
Dave semakin marah mendengar ucapan Barbara. Dia lalu menarik kedua kaki Barbara hingga wanita itu meluncur di bawah tubuh atletisnya.
Dave mengukung dirinya dengan kuat, mengkunci kedua tangan Barbara di atas kepalanya dengan satu tangan. Sedangkan tangan nya yang lain menarik paksa kemeja yang dipakai Barbara, hingga kancing bajunya berhamburan ke lantai.
"Apa yang kau lakukan Dave!."
Barbara berteriak tidak terima saat Dave mulai menggerayangi tubuh nya, bahkan lelaki itu mencumbu bibir merah Barbara dengan kasar hingga ujung bibirnya berdarah.
Tidak puas dengan itu, Dave pindah kedua gundukan padat Barbara dan menggigitnya meninggalkan bekas biru keunguan disana.
Barbara menangis sesegukan karena untuk kesekian kalinya dia harus di perlakukan dengan kasar oleh seorang pria.
Dave seperti orang kesetanan, dia tidak bisa berhenti untuk melepaskan diri dari tubuh Barbara yang terlihat sangat seksi di matanya. Tangan dan mulut lelaki itu tidak berhenti bermain dan meremas setiap lekukan tubuh Barbara yang kini tidak tertutupi sehelai benang pun.
Dave seakan tuli tidak mendengar suara tangisan dan memohon Barbara sedari tadi.
"Aku mohon Dave, berhenti melecehkan aku!."
Barbara berujar dengan penuh rasa malu dan marah, tubuhnya sampai bergetar hebat karena pelecahan yang dilakukan oleh tangan kanan Alano itu padanya. Dia benar-benar merasa menjadi seperti seorang pela*cur saat ini.
Dia keluar dari sana meninggalkan wanita pengganggu itu yang menangis sesegukan, merasa terhina dengan perlakuan Dave padanya.
Shit! Dasar bodoh kau Dave! bisa-bisanya kau melakukan hal itu pada Barbara. Dave mengusap kasar wajahnya, hampir saja dia lepas kendali dan menyetubuhi wanita pengganggu itu dengan paksa.
Baru kali ini Dave dengan berani melecehkan seorang wanita hanya karena tidak terima dengan ucapan pedas Barbara padanya.
Dave masuk ke dalam kamar miliknya dan pergi ke kamar mandi untuk menenangkan sesuatu yang sedari tadi terasa sesak dan menyiksa di bawah sana.
Dia terpaksa harus menuntaskan gairah lelakinya dengan bermain solo di kamar mandi.
Sementara itu Barbara yang kelelahan karena menangis, tertidur di ranjangnya dengan keadaan yang menyedihkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Hari ini Up 2 episode
Like and Vote 🌹**