The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Penyiksaan



***Warning !!!!


Mengandung unsur kekerasan


Pembaca diharap bijak***!


.


.


.


.


.


.


Alano pergi dari rumah sakit ketika dokter mengatakan keadaan Paloma sudah melewati masa kritisnya dan tinggal menunggu dia sadar. Di rumah sakit masih ada Ibunya Angelina yang setia berada di samping Paloma.


Alano pergi ke markas Mafia Fire Red bersama Dave tangan kanannya. Alano tidak bisa bersabar lebih lama lagi dia harus segera bertindak untuk membalas perbuatan Albert, mereka akan menyusun rencana begitu sampai disana.


"Bos ini rekaman dari CCTV di mansion utama." Dave menyodorkan tab pada Alano.


Alano mengepal kuat tangannya hingga memutih melihat rekaman itu, wajah Paloma saat dia memeluknya di toilet karyawan waktu itu semakin membuat amarah Alano menggebu. Tangannya masih membiru akibat pukulan di dinding rumah sakit dengan perban menutupi luka memarnya.


Sampainya di markas, Alano lebih dulu pergi menemui Gael Avignon di penjara. Dia ingin mendapatkan informasi lebih banyak tentang kasus penculikan Paloma.


Gael Avignon tampak lemah dengan wajah lebam dan darah yang mengering di lukanya. Alano memang sengaja memberi perintah pada anak buahnya untuk menyiksa Gael sebelum dia turun tangan langsung.


Salah satu anggota Mafia Fire Red menyiram tubuh Gael dengan air dingin hingga membuat dia sadar dari pingsan nya.


"Bagaimana kabarmu tuan Gael? Apa tidurmu nyenyak semalam?." Alano tersenyum sinis menatap tajam Gael Avignon.


"Cuih.. apa maumu Alano Lodovico, kenapa kau menculikku?."


Gael berteriak marah saat melihat wajah Alano, dia sudah tahu kalau yang menculiknya adalah Mafia Fire Red begitu melihat tato di lengan anak buah Alano yang memukulnya.


"Hahaha.. Apa kau lupa dengan utangmu padaku Gael? Sudah pernah aku katakan kalau kita pasti akan bertemu lagi." Alano tertawa puas melihat kemarahan di mata Gael.


"Jadi kau ingin membunuhku?."


Alano kembali tertawa mendengar ucapan Gael, "Membunuhmu terlalu mudah bagimu, aku ingin bermain sedikit denganmu!."


Alano memandang Gael dengan tatapan membunuh, udara di dalam penjara berubah menjadi dingin dan mencekam. Anggota Mafia Fire Red yang berada disana merinding ngeri melihat aura kejam yang keluar dari tubuh Alano. Mereka tahu kalau sebentar lagi akan ada teriakan menyakitkan yang keluar dari dalam penjara.


"Permainannya sangat mudah kau hanya perlu menjawab pertanyaanku saja dan jika kau berbohong maka salah satu anggota tubuhmu akan hilang. Bagaimana Gael?."


Alano tersenyum penuh arti memandang Gael yang ketakutan, dia tahu kalau Alano tidak pernah main-main dalam setiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Shit! Aku benar-benar terjebak disini Gael mengumpat dalam hati, dia tidak punya pilihan selain mengikuti permainan Alano.


"Baiklah aku akan menjawab setiap pertanyaanmu tapi sebelumnya aku ingin makan dan minum. Anak buahku tidak mau memberi aku makanan dan minuman."


"Seperti maumu."


Alano memberi kode pada Dave untuk memberi makanan pada Gael yang terlihat kelaparan dan kehausan.


Makanlah yang banyak karena setelah ini kau akan membutuhkan tenaga untuk berteriak menahan rasa sakit, Alano bergumam dalam hati. Tangannya sudah tidak sabar untuk menyiksa Gael dan mencium aroma darah di tempat itu.


"Mari kita mulai permainannya."


Alano tersenyum smirk melihat Gael selesai makan, wajahnya kembali bersemangat setelah mengisi perutnya.


"Pertanyaan pertama, siapa yang membayarmu untuk menculik Paloma Hendrawan. Waktumu 5 detik untuk menjawab, 1..."


Gael berjengkit kaget mendengar pertanyaan Alano, dia bingung kenapa Alano bisa tahu dengan Paloma dan dia yang menculiknya. Gael tidak tahu kalau Alano memiliki hubungan darah dengan Albert Hall.


Belum sempat menjawab pertanyaan Alano karena masih memikirkan hubungan antara dia Paloma dan Albert, Alano menebas telapak tangan Gael menggunakan samurai miliknya.


Teriakan kesakitan bercampur rasa kaget keluar dari mulut Gael. Karena sibuk dengan pikirannya sendiri dia kehilangan telapak tangan kanannya.


Alano tidak peduli dia kembali duduk di kursi membawa samurai ditangannya.


"Pertanyaan kedua, siapa yang menyuruhmu untuk membawa Paloma ke Italia! Waktumu 5 detik, 1..."


"Tunggu Alano, ada hubungan apa kau dengan putri Presiden itu? Darimana kau tahu kalau aku yang menculiknya?."


Gael bertanya dengan lirih, dia masih penasaran dengan hubungan ketiga orang itu.


"Waktumu habis Gael!."


Alano berdiri dari tempat duduk dan menarik samurai ditangannya dengan cepat menebas kaki Gael.


"Aaaaaaaa...."


Teriakan kesakitan kembali terdengar memecah keheningan di dalam penjara. Kaki kiri Gael baru saja lepas dari tubuhnya, darah membanjiri tempat dimana dia dirantai.


"Kau tidak berhak menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan Gael."


Alano tersenyum smirk melihat keadaan Gael Avignon yang menyedihkan. Dia menggesekkan ujung samurai dilantai hingga terdengar mengerikan bagi Gael.


Gael tidak menyangka kalau Alano Lodovico sangat lah kejam, benar kata orang jika Alano tidak akan segan-segan menyiksa dan membunuh musuhnya.


"Kesempatan terakhir, jika kau tidak juga menjawab pertanyaan ku dengan benar aku akan menyayat dadamu dan mengeluarkan jantung mu sampai kau mati kehabisan darah!."


Glek..


Gael menelan ludah mendengar ucapan Alano, kali ini dia tidak peduli lagi nyawanya lebih penting daripada melindungi mereka yang membayarnya untuk menculik Paloma.


"Sentosa dan Bambang."


Gael berucap dengan gemetar dia masih menahan rasa sakit yang luar biasa ditangan maupun kakinya.


"Bagus!."


Alano tersenyum penuh arti dan melemparkan samurainya ke lantai. Dave maju memberikan handuk basah untuk Alano membersihkan tangannya.


"Urus dia dan jangan biarkan dia sampai mati!."


Alano memberi titah pada anggota Mafia Fire Red yang berjaga disitu. Ia lalu keluar dari dalam penjara dengan Dave yang mengikutinya dari belakang.


"Atur pertemuanku dengan kedua Agen FBI & CIA itu Dave. Aku ingin bertemu secara pribadi dengan mereka!."


"Baik Bos."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Author minta maaf baru bisa update yaa guys hari ini sibuk banget hehe


Happy new year 🥳


🌹🌹🌹🌹**