
Siang ini Pablo Dominic berangkat menuju perusahaan Lodovico, Corp dia terlihat sangat bersemangat mengingat dia akan bertemu dengan Paloma, wanita yang telah membuat hatinya tak tenang sejak pertemuan mereka waktu itu.
Oh bolehkah Pablo menyebut Paloma sebagai wanitanya meski dia tahu tidak akan mudah mendapatkan Paloma seperti wanita lain yang pernah dia pacari.
Pablo masuk kedalam lift khusus dan naik kelantai 20. Bagitu pintu lift terbuka dia tersenyum bahagia melihat Paloma yang baru saja keluar dari pantry sambil membawa segelas kopi ditangannya.
"Selamat siang Paloma."
Pablo tersenyum secerah mentari menatap Paloma yang selalu tampak cantik dimatanya.
"Selamat siang tuan Pablo. Kau ingin bertemu dengan Bos?."
Paloma berbasa-basi dia sudah tahu kalau Pablo memang ingin bertemu dengan Alano seperti kata Albert Hall saat sarapan tadi pagi.
"Aku memang ingin bertemu dengannya tapi aku lebih ingin bertemu denganmu sebenarnya Paloma. Aku harap kau mau menerima ajakan makan malamku sebagai ucapan terima kasihmu waktu di rumah sakit."
"Apa? Tapi kenapa harus makan malam. Maaf tapi aku tidak bisa tuan Pablo, aku sangat sibuk dengan pembangunan resort mewah di Venesia."
Paloma menolak dengan sopan ajakan Pablo Dominic, dia tidak ingin memberikan kesempatan apapun padanya mengingat peringatan Alano tempo hari.
"Aku akan menunggu sampai kau siap Paloma dan maaf tapi kali ini aku akan sedikit memaksa. Ingatlah kalau bukan aku yang menolongmu waktu itu mungkin sekarang mau tidak akan berdiri di depanku saat ini."
Pablo tersenyum penuh arti dia tahu kalau Paloma tidak bisa menolak ajakannya apalagi dengan alasan hutang Budi.
Sial! Orang ini ingin membuatku merasa tidak enak dengan pertolongannya waktu itu. Pkma memutar otak memikirkan alasan yang lebih tepat untuk menolak ajakan Pablo.
"Kau tidak perlu berpikir terlalu keras Paloma, akukan sudah bilang tadi kalau aku akan menunggu sampai kau sudah siap. Itu artinya makan malam kita bisa kapan saja."
Pablo tersenyum manis lagi menatap Paloma, kau tidak bisa menolak Paloma sayang.
Paloma hanya menatap Pablo didepannya dengan malas, "Terserah kau saja."
Dave keluar dari ruangan CEO dan terkejut melihat istri dari Bos besarnya sedang bersama Pablo Dominic manusia yang dibenci Alano Lodovico.
"Ehemm.."
Dave berdehem ketika dia berjalan mendekati Paloma dan Pablo berada.
"Nona Paloma, Bos menunggu kopinya."
Paloma menepuk jidatnya dia lupa kalau Alano meminta dibuatkan kopi olehnya tadi. Oh astaga gara-gara pria genit ini aku lupa dengan kopi ditanganku. Paloma buru-buru berjalan masuk keruangan CEO tempat Alano berada.
Pablo tersenyum tipis melihat kelakuan Paloma matanya mengikuti arah langkah kaki Paloma sampai dia hilang dari pandangannya. Dave melihat tatapan mata Pablo pada Paloma, dan dia tahu arti tatapan itu. Sepertinya Bos punya saingan baru, Dave bergumam dalam hati.
"Ada yang bisa saya bantu tuan Pablo?."
Dave membuyarkan lamunan Pablo yang masih menatap pintu ruangan CEO dengan khayalan indahnya bersama Paloma.
"Aku ingin bertemu dengan tuan Alano, ada beberapa tender penting yang harus aku bahas dengannya."
"Silahkan menunggu diruang rapat, aku akan memanggil Bos untuk bertemu denganmu tuan Pablo."
Dave mengantarkan Pablo sampai keruang rapat dan melangkah pergi ke ruang CEO.
Dave masuk keruangan Bos besarnya setelah dia mengetuk pintu, Paloma berdiri didepan meja kebesaran Alano dengan kepala tertunduk dan bibir yang maju kedepan. Sepertinya Nona Paloma baru selesai diceramahi Bos, Dave bergumam dalam hati dan tersenyum tipis melihat tingkah Paloma yang menggemaskan menurutnya.
"Permisi Bos, tuan Pablo Dominic ingin bertemu dengan Bos. Dia ada diruang rapat sekarang."
Alano menghela nafas berat, hah.. manusia licik itu lagi pikirnya. Alano memang harus bertemu dengan Pablo untuk membahas beberapa tender yang mereka miliki.
Sebagai pemegang saham terbesar kedua di perusahaan Lodovico, Corp Pablo bertanggung jawab mengurus tender-tender tersebut bersama Alano sebagai CEO.
"Kau tetap disini dan jangan keluar kalau aku tidak menyuruhmu!."
Alano menatap tajam Paloma, dia masih kesal karena dibuat menunggu olehnya tadi.
"Baik Bos besar."
Paloma masih menunduk tidak mau melihat Alano yang keluar ruangan bersama Dave. Hah.. gara-gara Pablo aku sampai dimarahi seperti tadi.
Paloma memang diceramahi panjang kali lebar oleh Alano begitu dia masuk kedalam ruangan CEO dengan gelas kopi ditangannya. Alano marah-marah seperti emak-emak yang nggak dikasih jatah bulanan, mulutnya tidak berhenti mengomel seperti kereta api yanb panjangnya minta ampun.
Palomapun duduk di mejanya dan mulai mengerjakan tugasnya yang bertambah banyak semenjak Cecil tidak ada.
Menurut Dave, Cecil sudah dipecat dari perusahaan Lodovico, Corp saat Paloma bertanya padanya tadi pagi. Alano tidak akan segan dengan karyawannya yang tidak becus bekerja apalagi bermain-main dengan laporan keuangan perusahaan hingga menyebabkan karyawan lain yang menjadi korbannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
** **Like Vote and Rate
Terima kasih 🌹**