
Paloma keluar dari kamar mandi menggunakan kimono dia lupa membawa baju ganti karena rasa kesalnya pada Albert Hall. Paloma melihat sekeliling mencoba mencari Alano dia berharap agar Alano tidak ada dikamar saat ini.
"Kenapa kau mengendap-ngendap seperti pencuri Paloma?." Alano berdiri dibelakang Paloma dengan tangan dipinggang.
Paloma yang mendengar suara Alano berjengkit kaget, dia langsung menutupi dadanya dengan kedua tangan dan berjalan menjauh dari Alano.
Alano mengangkat satu alisnya menatap heran Paloma dia lalu tersenyum tipis, ini kesempatan yang bagus untuk mengerjai wanita ini.
Alano berjalan mendekati Paloma, "kau kenapa Paloma? Apa kau masih sakit?." Alano pura-pura menunjukkan wajah khawatirnya.
"Kau... Menjauhlah Alano jangan mendekat aku tidak apa-apa!."
Paloma berusaha menghindari Alano dengan mundur kebelakang namun bukannya berhenti Alano malah semakin mendekati Paloma yang sudah tersudut diujung tempat tidur.
"Benar kau baik-baik saja Paloma? Wajahmu terlihat pucat dan kau berkeringat Paloma."
Ingin sekali Alano tertawa saat melihat wajah gugup Paloma, oh astaga wanita ini terlihat sangat imut dengan wajah seperti itu.
Tanpa sadar Alano mengusap lembut wajah cantik Paloma, matanya terpaku pada bibir merah Paloma. Bibir yang ia cium tadi siang.
Alano semakin mendekat kearah Paloma bahkan bau nafas mint Alano tercium dihidung mancungnya. Paloma menutup mata saat bibir Alano semakin dekat dengan bibirnya.
"Apa kau berharap aku menciummu Nona Paloma?." Alano menjauhkan wajahnya dari Paloma dan tertawa puas.
"Kau mengerjaiku Alano dasar brengsek!." Paloma memukul lengan Alano untuk menutupi rasa kesal dan malunya.
Alano berlari untuk menghindari pukulan Paloma padanya, mereka sudah seperti kucing dan tikus yang bermain kejar-kejaran dikamar.
Tiba-tiba kaki Paloma tersandung pinggiran sofa yang ada dikamar, Alano sontak menahan tubuh Paloma dan mereka terjatuh keatas sofa dengan posisi Paloma berada diatas Alano.
Kedua manik mata mereka bertemu dengan detak jantung yang tak beraturan. Paloma berusaha berdiri dari tubuh Alano namun Alano malah menarik tubuh Paloma dan memeluk tubuhnya dengan erat.
"Apa yang kau lakukan Alano aku tidak bisa bernafas." Air muka Paloma merona dia bahkan terlalu malu untuk menatap wajah Alano yang begitu dekat dengannya.
Wangi bunga rose tercium dari tubuh Paloma. Alano menghirup dalam-dalam aroma wangi tubuh Paloma dipelukannya.
"Lepaskan aku Alano aku harus mengganti pakaianku."
Paloma berusaha melepaskan diri dari pelukan Alano tapi kekuatannya tidaklah sebanding dengan kekuatan Alano.
"Aku lupa kalau kau tidak memakai apa-apa dibalik kimonomu Paloma." Alano mengusap lembut punggung Paloma.
Tak dapat dia pungkiri jiwa lelakinya terpanggil saat melihat Paloma yang hanya memakai kimono dan berada diatas tubuh kekarnya. Alano kembali mencium Paloma dengan lembut bibir hangatnya terasa begitu memabukkan. Refleks Paloma membalas ciuman Alano dengan kaku, dia ikut terbawa suasana saat Alano ******* bibir ranum miliknya.
Tangan Alano mulai tidak bisa dikondisikan lagi ia mulai memasukkan tangannya kedalam kimono dan mengelus lembut paha mulus Paloma.
Paloma tersadar dan langsung menarik tangan Alano dari tubuhnya, ia segera berdiri dari tubuh Alano dan pergi meninggalkan pria tampan itu. Paloma mengambil bajunya didalam lemari dan berlari masuk kekamar mandi sebelum Alano kembali menariknya.
Jantung Paloma berdetak sangat cepat dia mengatur nafasnya saat ia sudah berada di kamar mandi. Hah.. hampir saja dasar bodoh kau Paloma, jangan sampai kau terjebak dengannya dan memberikan harta paling berharga milikmu Paloma.
Alano yang juga merasakan detak jantungnya berkali-kali lipat lebih cepat duduk disofa dengan wajah memerah. Shit! mau menggodanya malah aku yang tergoda. Bodoh sekali kau Alano!.
Alano mengusap kasar wajahnya berusaha menetralkan jiwa jantannya yang sedang menggebu-gebu. Lebih baik aku keluar mencari udara segar sebelum aku memangsanya tanpa ampun.
Alano memilih keluar dari kamar untuk menenangkan adik kecilnya yang masih On Fire akibat ulahnya sendiri.
Paloma membuka pintu kamar mandi dengan pelan dan mengintip keluar mencari keberadaan Alano. Hah.. sepertinya dia tidak ada, Paloma menghembuskan nafas lega dan berjalan ketempat tidur. Dia menarik selimut mencari posisi enak untuk tidur. Lima menit berlalu Palomapun tertidur dengan pulas.
Alano masuk kedalam kamarnya menemukan Paloma sudah tertidur dengan nyenyak ditempat tidur. Diapun ikut merebahkan tubuh kekarnya disamping Paloma. Alano menarik tubuh mungil Paloma mendekat dan memeluknya, dia kembali menghirup wangi bunga rose ditubuh Paloma.
"Selamat tidur istriku." Alano tersenyum tulus dan mencium dahi Paloma lembut.
** **Hari ini cuma up 1 episode yaa guys Author lagi sibuk bersih-bersih rumah karena bentar lagi mau natalan
Jangan lupa terus dukung karya Author yaa dengan Like Vote and Rate 🌹**