The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Bertemu



Sebuah jet pribadi mewah berlogo Lodovico, baru saja mendarat di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.


Keluarga besar Presiden RI dan para sahabat mendekati jet pribadi tersebut begitu dia berhenti. Hati Paloma berdetak tidak karuan menunggu sampai pintu jet terbuka sempurna. Dia meremas tangan kekar Alano yang sedang menggenggam nya penuh kelembutan.


Alano tersenyum tipis melihat sikap istrinya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan keluarga nya, setelah hampir 3 bulan berpisah.


Begitu pintu jet pribadi terbuka, Alano menarik tangan Paloma dan membawa nya keluar dari sana.


Awak media yang tidak mau ketinggalan sedikit pun berita tentang kepulangan putri Presiden itu, mengambil gambar dari jarak yang cukup jauh. Alano langsung menjadi sorotan media karena lelaki tampan itu tampak menggandeng mesra tangan Paloma.


Begitu turun dari tangga, Paloma melepas genggaman tangan Alano dan berlari kearah Poly dan juga Kevin yang ikut berlari melihat putri kesayangan mereka sudah kembali setelah sekian lama berpisah.


Tangis kerinduan pecah diantara pelukan hangat mereka, Ali sang kakak tiri pun ikut larut dalam suasana penuh haru itu.


"Selamat datang kembali anak ku sayang. Terima kasih karena sudah kembali dengan selamat."


Poly mengusap lembut pipi Paloma, dia sangat bahagia karena melihat putri cantiknya telah kembali ke sisi mereka.


"Ayah merindukan mu Paloma sayang."


Kevin mencium dahi putrinya dengan penuh cinta. Perasaan lega menyelimuti hati kecil pria nomor satu di Indonesia itu.


Paloma memeluk satu persatu keluarga yang sangat dia rindukan selama ini. Pelukan hangat Ayah dan Bundanya begitu terasa menenangkan hati dan pikiran nya, yang selama ini tidak tenang.


"Aku sangat merindukan kalian Ayah, Bunda."


"Apa kau tidak merindukan kakakmu ini adik ku sayang?."


Paloma melepaskan pelukan nya dari Kevin dan Poly lalu segera berlari kecil kearah Ali, yang berdiri tidak jauh di belakang Ayah dan Bundanya. Paloma memeluk kakak tirinya itu penuh kerinduan yang mendalam, dia bahkan sesegukan di pelukan Ali Hartono.


"Aku juga sangat merindukan mu Ka, terima kasih karena sudah menjaga Ayah dan Bunda selama aku tidak ada."


Ali berdecak dan tersenyum tipis mendengar ucapan Paloma. Bisa-bisanya adik tirinya itu bercanda disaat seperti ini.


Ali menghapus airmata Paloma dan mencubit kecil hidung mancungnya. Poly dan Kevin tersenyum melihat keluarga kecil mereka kembali berkumpul bersama.


Kerta dan Samantha juga ada disana, mereka pun iku bahagia melihat keluarga kakaknya itu kembali bersatu. Meski sampai saat ini Austin belum juga bangun dari koma nya.


"Apa kabar Paloma?."


Hana yang berada di kursi roda mendekati Paloma bersama sahabat nya Rangga.


"Oh my... aku kangen kalian berdua Han, Ra."


Paloma menghambur dan memeluk erat Hana dan Rangga bergantian.


"Hana, kenapa kau duduk di kursi roda? Apa yang terjadi padamu Han?."


Paloma baru sadar jika sahabatnya itu sedang berada di kursi roda, ketika dia melepaskan pelukan mereka.


"Aku baik-baik saja Paloma. Aku akan menceritakan semua nya padamu, begitu kita pulang kerumah mu."


Hana mengusap lembut punggung tangan Paloma yang sedikit penasaran dengan keadaan Hana, putri Ketua MPR RI itu.


"Apa kau baik-baik saja Paloma? Kami semua sangat mengkhawatirkan keadaanmu, begitu kami mengetahui kau diculik waktu itu."


Rangga menepuk pelan pundak Paloma, dia bahagia karena akhirnya Paloma bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.


"Puji Tuhan Ra, selama diculik meski sempat ada kejadian menyakitkan yang terjadi. Namun Tuhan begitu baik padaku, dia mengirimkan seseorang untuk selalu menjaga dan melindungi ku disana. Dan aku sangat bersyukur karena berkat dia jugalah, aku bisa berada disini berkumpul kembali bersama kalian semua!."


"Oh ya, siapa orang yang sangat baik itu Paloma?."


Hana memotong pembicaraan kedua sahabatnya dengan antusias.


"Dia adalah...."


Eh, Paloma baru sadar kalau Alano tidak ada di sampingnya. Dia terlihat mencari-cari keberadaan suaminya itu, yang ternyata masih berada di bawah tangga jet pribadi miliknya bersama Dave.


Paloma pun berlari ke arah suaminya berada dengan tergesa-gesa. Dalam hati dia terus berdoa agar Alano tidak akan memarahi nya, karena telah berani meninggalkan dirinya di belakang.


Padahal Alano sudah jauh-jauh membawa Paloma pulang ke Indonesia, harusnya dia tidak boleh melupakan kehadiran pria tampan itu tadi.


"Kenapa kau berlari seperti itu sayang?."


Alano meraih tangan Paloma yang hampir tersandung kakinya sendiri karena terlalu cepat berlari.


Semua orang yang berada disana heran melihat interaksi yang terjadi diantara mereka berdua. Awak media segera mengambil gambar kedua pasang suami istri itu.


"Maaf Al, karena aku terlalu senang aku sampai melupakan mu disini."


Paloma mengatur nafasnya yang tersengal karena berlari begitu cepat.


"Bodoh! Aku tahu itu sayang. Aku tidak ingin mengganggu momen indah mu saja sayang. Kau pasti sangat merindukan keluarga mu bukan? Aku selalu berada di sampingmu dan tidak akan pergi meninggalkan mu sayang."


Alano menarik tubuh Paloma dan membawa nya kedalam dekapan hangat tubuh kekarnya. Dia terharu karena Paloma justru mengkhawatirkan dirinya yang sempat dia tinggalkan tadi.


Semua yang ada disana langsung heboh, bahkan para awak media yang masih meliput kepulangan putri Presiden itu tampak antusias karena mendapatkan berita yang lebih menghebohkan lagi.


Sontak pria tampan yang memeluk putri Presiden itu, langsung menjadi trending topic di seluruh platform media online. Mereka bertanya-tanya siapa lelaki itu, yang tengah memeluk putri Presiden dengan mesra.


Kevin Hendrawan mendekati kedua orang yang sedang di mabuk cinta itu dan berdehem. Alano sontak melepaskan pelukan hangatnya dari tubuh Paloma.


"Siapa dia nak?."


Kevin menarik tangan Paloma agar sedikit menjauhi Alano dan menatapnya tajam. Berani sekali laki-laki asing ini memeluk putri kesayangan ku di depan umum seperti tadi!.


Paloma terlihat salah tingkah, dia lupa kalau keluarganya belum tahu kalau dia sudah menikah dengan lelaki keturunan Italia ini.


"Ayah, dia adalah....."


"Good afternoon Mr. President. My name is Alano Lodovico. I'm your daughter husband."


"What?."


Semua yang ada disana lagi-lagi terkejut mendengar perkataan Alano, yang sedang mengulurkan tangannya ke arah Presiden RI.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Dukung terus karya Author 🤗


Like and Vote 🌹**