The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Ikut



Hari ini Paloma menemani Alano pergi ke perusahaan Lodovico, Corp miliknya. Meski Alano sudah melarang Paloma untuk ikut nun wanita keras kepala itu tetap bersikukuh untuk ikut bersamanya.


"Aku sudah sehat Al. Ku mohon jangan mengurung ku lagi disini. Aku benar-benar bosan seharian menunggu mu di Mansion."


Alano tidak bisa lagi berkutik mendengar rengekan Paloma yang meminta nya untuk ikut ke perusahaan. Di tambah melihat puppy eyes milik Paloma, semakin meluluhkan hatinya.


Alano pun pasrah, mau tidak mau dia mengizinkan Paloma ikut dengan terus mengingatkan dirinya agar beristirahat di ruangan pribadi nya yang berada di dalam ruang CEO saat Paloma lelah.


Paloma melompat kegirangan ketika Alano memberi izin dirinya ikut bersama ke perusahaan. Dia bahkan tidak berhenti mencium pipi Alano saking bahagianya.


Alano sampai gelagapan menerima ciuman bertubi-tubi Paloma padanya, dia merona menahan perasaan membuncah dihatinya.


"Jangan melompat-lompat seperti kelinci begitu sayang."


Alano menggeleng kan kepala melihat tingkah menggemaskan Paloma istri nya.


Alano dan Paloma pun pergi menuju perusahaan Lodovico, Corp bersama sang asisten Dave yang selalu setia berada disamping bos besarnya. Dave membawa mobil mewah Alano dengan kecepatan sedang membelah jalan kota Roma yang sedikit lengang pagi itu.


"Masuklah ke dalam ruangan ku sayang. Aku dan Dave akan ke perusahaan cabang sebentar. Tidak lama paling hanya sekitar 30 menit saja."


"Ok."


Paloma turun dari mobil setelah Alano mencium mesra bibir sintal Paloma yang selalu menjadi candu untuknya setiap menit.


Dave yang melihat pemandangan indah di belakang kursi kemudi mencelos. Oh astaga dasar jomblo, melihat yang seperti itu hatiku langsung nyeri saja rasanya.


Mereka pun pergi dari sana saat Alano memastikan Paloma sudah masuk ke dalam perusahaan utama Lodovico, Corp. Mereka menuju perusahaan cabang milik Alano yang berjarak sekitar 10 menit dari perusahaan utama.


Tingg...


Bunyi denting pintu lift terbuka dimana Paloma sudah sampai di lantai 20 ruangan khusus CEO Lodovico, Corp.


Kate menyambut kedatangan nyonya besarnya itu dengan sopan, dia baru tahu jika Paloma adalah istri bos besar.


Dave memberitahukan nya melalui sambungan telepon dan mengatakan kalau nona Paloma istri Alano Lodovico, CEO sekaligus pemilik tunggal Lodovico, Corp akan tiba di perusahaan sebentar lagi.


"Selamat pagi nyonya."


Kate membungkuk memberi hormat menyapa Paloma.


"Selamat pagi Kate."


Paloma tersenyum manis menatap Kate.


"Oh yaa.. jangan memanggil ku nyonya Kate. Aku belum setua itu, kita bahkan mungkin seumuran."


"Maaf nyonya tapi saya tidak berani. Bos akan marah jika saya memanggil nyonya dengan panggilan tidak sopan."


Kate menolak secara halus.


"Kalau begitu panggil saja saya nona Kate, seperti Dave memanggil ku."


Paloma maju dan menepuk pelan bahu sekretaris itu. Kate sempat berjengkit terkejut dengan perlakuan Paloma padanya barusan. Dia pun yakin kalau istri bos besarnya itu tidak seperti istri-istri CEO pemilik perusahaan lain yang terkenal angkuh dan sombong.


Kate tersenyum tipis melihat Paloma yang rendah hati dan terlihat lebih friendly dengan siapa saja, dibanding Alano yang dingin dan cuek dengan orang lain.


"Paloma."


Kate dan Paloma yang masih berdiri di depan pintu ruangan CEO berbalik ke belakang menatap kearah suara yang memanggilnya.


"Kau sudah sehat Paloma? Bagaimana keadaan mu? Kenapa kau disini?."


Paloma tersenyum kikuk menatap Pablo Dominic yang secara tiba-tiba mendekatinya dan memeluk tubuh ramping Paloma.


"Ehem..."


Kate sengaja berdehem untuk menyadarkan pria tampan itu kalau dia sudah berlaku tidak sopan pada istri bos besar.


"Maaf."


Pablo segera melepas pelukannya dari tubuh Paloma. Dia begitu senang saat melihat wanita yang dicintainya berdiri di depannya. Pablo sudah menahan perasaan rindu dihatinya selama dua Minggu, karena tidak bisa melihat Paloma.


Bahkan selama Paloma dirawat di rumah sakit dia tidak sempat menjenguknya karena, Alano selalu berada disamping Paloma setiap hari.


"Aku sudah sehat Pablo. Terima kasih karena sudah mencemaskan aku dan menjaga ku waktu itu."


"Syukurlah kalau begitu."


Pablo menghela nafas lega, ada rasa bahagia dihatinya melihat Paloma yang semakin cantik dimatanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 3 episode yaa guys


Like and Vote 🌹**