
"Dimana Paloma Dave?."
Alano baru saja masuk kedalam ruangannya dan mendapati meja kerja Paloma kosong. Dia pikir Paloma pasti akan menunggunya disini, tapi sepertinya Paloma tersinggung dengan ucapannya diruang rapat.
Padahal Alano tidak bermaksud begitu dia memang tidak suka saat melihat pekerjaan bawahannya tidak benar dan tidak bertanggung jawab dengan tugasnya. Shit! sepertinya aku sudah keterlaluan tadi, Alano merutuki kebodohannya sendiri.
"Nona berada di atap gedung Bos."
Dave memperlihatkan GPS dimana Paloma berada, dia bisa mengetahuinya berkat anting yang dipakai Paloma yang diberikan Albert padanya.
Hah.. Alano menghembuskan nafas kasar, "Apa aku sudah kelewatan memarahinya tadi Dave? Shit aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri jika mengenai perusahaan."
"Maaf Bos tapi menurut saya Nona Paloma sudah membuat laporan itu dengan baik. Bukankah tadi Bos dengar sendiri kalau Nona Paloma sudah menyelesaikan laporan itu. Aku rasa ada yang tidak beres Bos!."
Dave menunduk tidak berani menatap Bos besarnya itu karena telah lancang membela Paloma.
"Cepat cari tahu aku tidak mau tahu bagaimana caranya!."
Alano keluar dari ruangannya dan pergi menuju lift dia harus menemui Paloma dan meminta maaf. Semua memang karena kebodohannya padahal mereka sudah mulai dekat akhir-akhir ini, tapi karena emosinya sampai membuat keadaan menjadi runyam.
Sesampainya Alano diatap gedung dia melihat Paloma sedang duduk melamun. Ada kesedihan yang mendalam terlihat dari wajahnya. Alano semakin merasa bersalah dia lupa karena pamannyalah Paloma menderita bahkan dia menambah penderitaan dan kesedihan wanita itu.
Alano duduk disamping Paloma dia tidak berani memandang wajah cantik yang terlihat sendu itu. Paloma tersentak kaget dan buru-buru menghapus sisa airmata yang ada di pipinya.
"Maaf."
Alano menunduk tidak mau menatap Paloma, seumur hidup baru sekarang dia meminta maaf pada orang lain. Pantang baginya mengeluarkan kata-kata keramat seperti itu.
Paloma diam tidak mau bersuara, dia masih kesal pada Alano meskipun memang ini juga salahnya karena tidak mengecek lagi laporan yang sudah ia buat. Kebisuan menyelimuti mereka berdua, angin sore bertiup menyibak anak rambut hitam milik Paloma.
Alano menatap kagum kecantikan Paloma, Deg.. jantungnya berdetak lebih cepat menikmati keindahan Tuhan didepannya. Ingin sekali Alano mendekat dan mengusap pipi halus Paloma, namun dia tahu kalau ia tidak boleh melewati batas. Cukup waktu itu dia mencium bibir Paloma tanpa permisi.
Tiba-tiba wajah Alano merona melihat bibir ranum milik Paloma pikirannya sudah berkeliaran sekarang. Shit! disaat begini aku masih sempat memikirkan hal kotor di kepalaku. Alano refleks menggelengkan kepala mencoba mengusir pikiran anehnya.
"Kau tidak perlu minta maaf Alano, memang aku yang salah tidak becus dalam pekerjaanku." Paloma bersuara setelah lama terdiam.
"Saat ini aku hanya ingin kembali ke Indonesia."
Hati kecil Alano berdenyut mendengar ucapan Paloma, rasa bersalah kembali menyelimuti dirinya. Dia tahu tidak seharusnya dia memarahi Paloma seperti itu, Paloma bukan karyawannya dia ada disini karena dirinya yang meminta Paloma untuk terus berada disisinya. Ada rasa tidak rela ketika mendengar Paloma ingin kembali ke Indonesia dan meninggalkannya.
Sore itu mereka pulang kerumah tanpa ada percakapan, mereka berdua larut dengan pikiran masing-masing. Dave melirik dua orang yang duduk dibelakang kursi kemudinya dari kaca spion, mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang marahan saja pikirnya.
"Apa yang kau dapat."
Alano duduk disofa dan menyandarkan kepala sambil memijit pangkal hidungnya.
Dave duduk didepan Bos besarnya tanpa disuruh, "Ini ulah Cecil Bos!."
Alano menegakkan duduknya mendengar nama Cecil disebut menunggu penjelasan Dave selanjutnya.
"Setelah kita keluar untuk pergi makan siang dia masuk kedalam ruangan dan mengutak-ngatik laptop Nona Paloma. Sepertinya dia yang mengubah isi file laporan, dia mengganti laporan bulan ini dengan laporan keuangan dua bulan lalu."
Alano mengepal kuat tangannya hingga memutih, berani sekali dia bermain-main denganku lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan padamu Cecil.
"Besok aku ingin Cecil meminta maaf pada Paloma, setelah itu kau tahu apa yang harus kau lakukan Dave."
"Baik Bos."
Dave berdiri dan membungkuk hormat dia keluar dari ruang kerja Alano dengan rencana dipikirannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Merry Christmas 🌲🌹