
Hari ini adalah cuti libur Bella sebagai Paspampres, dia berencana akan menemui Bambang malam ini.
Bella menghubungi Bambang secara diam-diam di taman belakang Istana Bogor. Hana yang kebetulan sedang berada di Istana untuk menemani Poly Irawan sang Ibu Negara, melihat Bella berjalan ketaman belakang dengan mengendap-ngendap.
"Kenapa Bella mengendap-ngendap seperti pencuri? Apa sebenarnya yang ingin dia lakukan di taman belakang?."
Merasa ada yang tidak beres Hana pun memutuskan untuk mengikuti Bella dari belakang. Dia bersembunyi di balik pohon saat melihat Bella menelepon seseorang.
"Selamat pagi Pak Bambang."
Diam mendengarkan.
"Hari ini aku sedang cuti libur satu hari."
Diam mendengarkan lagi.
"Baik pak saya akan menemui anda nanti malam."
Bella menutup telepon dan berjengkit kaget melihat Hana sedang berdiri dibelakangnya. Dia buru-buru menyimpan ponsel ditangan nya kedalam saku celana. Hana mengernyit melihat sikap aneh yang ditunjukkan Bella.
"Ada yang bisa saya bantu nona Hana?."
"Tidak ada, aku hanya ingin menyapamu saja karena aku melihatmu disini. Siapa yang menelepon mu Bell? Sepertinya itu begitu penting sampai kau harus datang kemari."
Bella terdiam mendengar pertanyaan Hana, Sial! Apa dia mendengar pembicaraan ku tadi dengan pak Bambang?.
"Bukan siapa-siapa nona Hana. Hanya ibuku yang ingin menemui ku saja karena hari ini saya mendapatkan cuti libur satu hari. Saya permisi dulu kedalam nona Hana."
Bella membungkuk hormat dan berjalan pergi meninggalkan Hana yang sedang menatap nya tajam dari belakang.
Kenapa Bella berbohong? Apa sebenarnya yang dia sembunyikan dengan Pak Bambang? Sepertinya aku harus mengikuti Bella nanti malam.
Hana memutuskan mengirim orang kepercayaan nya untuk mengikuti Bella sepanjang hari ini. Dia juga akan menyamar agar mereka tidak bisa mengenalinya.
Tepat jam 7 malam Bella keluar dari kediamannya dan pergi dengan mobil ke sebuah restoran Jepang. Dia masuk ke dalam ruangan privat yang sudah di reservasi sebelumnya atas nama Bambang Soesatyo.
Hana yang mendapatkan kabar dari orang kepercayaan nya yang mengikuti Bella segera bergegas menuju restoran tersebut. Dia lalu membayar seorang pelayan restoran untuk menempelkan alat perekam suara dibawah meja Bella dan Bambang, serta meminta orang kepercayaannya pergi dari sana.
Sekitar 30 menit kemudian Bambang tiba di restoran dan masuk ke ruangan privat dimana Bella sedang menunggunya.
"Bagaimana kabar anda pak Bambang?."
Bella menuangkan teh hijau di cangkir Bambang dengan sopan.
"Kita harus segera menjalankan rencana B. Sentosa sudah mati!."
"Apa?."
Bella terbelalak mendengar ucapan Bambang. Disamping ruangan dimana mereka berada, Hana juga ikut terkejut mendengar penuturan Bambang.
Dia semakin curiga dengan kedua orang itu, apa hubungannya mereka dengan paman Sentosa? Bukankah polisi sedang mencari keberadaan nya sampai sekarang? Hana bergumam dalam hati.
"Darimana bapak tahu kalau pak Sentosa sudah mati?."
Bella terdiam dia masih syok mendengar Sentosa Abdi Djoyo sudah mati. Rasa takut dan gelisah menyelimuti dirinya saat ini. Dia tidak mau masuk penjara karena ikut terlibat dalam penculikan putri Presiden.
"Sebelum pemilihan berlangsung pastikan kedua agen itu tidak bertemu dengan mereka berdua! Aku curiga mereka sudah mendapatkan informasi tentang kasus penculikan itu!."
Deg..
Jantung Hana seakan berhenti berdetak mendengar kata penculikan. Apa mereka terlibat dalam penculikan Paloma, pikirnya.
Hana tidak sengaja menjatuhkan cangkir di atas meja hingga menimbulkan bunyi nyaring sampai ke ruangan Bella dan Bambang.
Bella sontak mengambil pistol yang selalu dia bawa disaku celananya dan keluar dari ruangan privat itu menuju ruangan disebelah mereka. Dia takut kalau ada yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua tadi.
Ketika pintu geser ruangan itu dibuka tidak ada orang ditempat itu, hanya ada gelas pecah yang berserakan dilantai. Sial! Sepertinya ada orang yang mengikuti mereka disana.
Bella segera beranjak menemui Bambang dan mengatakan kalau baru saja ada orang diruangan sebelah. Mereka pun memutuskan untuk pergi meninggalkan restoran Jepang tersebut.
"Sialan! Aku harus mencari tahu siapa yang ada diruangan sebelah tadi!."
Bella memukul stir kemudi dengan kuat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Dukung terus karya Author yaa
Like and Vote 🌹**