The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Rencana Cecil



Dave membawa Gael Avignon kemarkas Mafia Fire Red begitu mereka tiba di Italia. Markas mereka terletak ditengah hutan dengan jalan berliku untuk sampai kesana. Alano sengaja memilih tempat ditengah hutan agar tidak ada yang bisa menemukan markas besar mereka.


Dave dan anggota Mafia Fire Red membutuhkan waktu satu jam untuk bisa sampai ke markas dari jalan utama kota Roma. Mereka harus melewati hutan belantara dan jalan yang cukup terjal serta dua muara sungai yang bisa dilewati mobil saat siang hari.


Gael dimasukkan kedalam sel dan kaki serta tangannya dirantai agar dia tidak bisa kabur. Dave memastikan jika Gael tidak akan bisa kabur dari sana meskipun dia berhasil kabur dari dalam sel, dia tidak akan mampu keluar dari hutan ini.


"Jangan beri dia makan dan minum. Lakukan seperti perintah Bos besar untuk menyiksanya tiap hari sampai Bos datang." Dave memberikan perintah pada anggota Mafia Fire Red yang berjaga didepan sel Gael Avignon.


"Baik Bos!."


Dave beranjak dari tempat itu dia harus pergi menemui Bos Besarnya untuk melaporkan informasi yang ia terima dari anak buahnya.


...*******...


Sudah satu Minggu Paloma menjadi sekretaris pribadi Alano, semua pekerjaannya pun berjalan dengan lancar tanpa hambatan.


Hari ini Paloma ditugaskan oleh Alano untuk bertanggung jawab membuat laporan keuangan perusahaan bersama staf keuangan. Paloma begitu serius menyelesaikan laporan itu hingga Alano dan Dave yang sedang berbicara tidak didengarnya.


"Apa kau sudah mengurus wanita itu Dave?." Alano duduk dengan gaya penuh kharismanya.


"Sudah Bos saat ini wanita itu sedang berada di rumah sakit dan telah siuman. Ibu Nona Paloma mendonorkan darah padanya ketika dioperasi dalam pesawat."


Alano tersenyum smirk laporan Dave ia yakin kalau Bella sedang ketakutan sekarang mengingat dirinya tertembak setelah mendapatkan ancaman dan gertakan dari Dave.


"Bersiaplah Dave setelah kita menyingkirkan Albert tikus-tikus itu juga akan kita hancurkan!." Alano semakin tidak sabar menunggu hari itu tiba.


"Selesai!."


Paloma berteriak kegirangan karena laporan yang dibuatnya sudah selesai. Alano dan Dave menatap heran padanya, sesenang itukah anda Nona Paloma karena berhasil menyelesaikan tugas dari Bos. Dave bergumam dalam hati dan tersenyum tipis melihat tingkah menggemaskan Nona mudanya itu.


"Ayo kita pergi makan siang kau pasti sudah laparkan Paloma."


Alano beranjak dari tempat duduk dan menarik tangan Paloma diikuti Dave dari belakang. Sejak kapan Bos suka memegang orang seperti itu, sepertinya banyak yang terjadi waktu aku tidak ada. Dave geleng-geleng kepala melihat perubahan yang terjadi pada Bos besarnya itu.


Hari ini ada rapat dengan beberapa pemimpin cabang perusahaan untuk membahas laporan keuangan tiap bulan. Paloma dipercayakan oleh Alano untuk mengurus laporan keuangan bulan ini. Dia percaya jika Paloma sebagai pewaris utama Hendrawan, Corp mampu melaksanakan tugas darinya sekalian dia ingin melihat kemampuan dan skill Paloma.


Setelah jam makan siang pemimpin cabang perusahaan telah berkumpul diruang rapat. Rapat dipimpin langsung oleh CEO Lodovico, Corp Alano Lodovico. Disitu juga ada Cecil sekretarisnya dan Vania sebagai pemimpin cabang yang baru.


Ketika akan mempresentasikan hasil laporan yang telah Paloma buat sebelumnya, para pemimpin cabang tampak bingung dengan dokumen yang mereka pegang. Pasalnya laporan keuangan yang ada ditangan mereka adalah laporan dua bulan lalu.


Paloma tampak gelagapan melihat file dokumen yang ada di laptopnya. Kenapa isi filenya berubah akukan menyimpannya dengan nama file ini tadi, lalu kenapa sekarang malah jadi laporan keuangan yang lalu.


Alano menatap tajam Paloma, dia paling tidak suka melihat cara kerja yang tidak bertanggung jawab dan tidak profesional.


Dave yang mengerti ada yang salah pada Paloma mencoba mendekatinya dan berbisik, "Ada apa Nona Paloma? Bukannya tadi anda berteriak begitu senang saat pekerjaan anda selesai?."


Paloma hanya diam masih berusaha mencari file laporan yang sudah dibuatnya dilaptop. Alano semakin kesal karena dibuat menunggu.


Alano memukul kuat meja rapat, semua yang ada disana terperanjat kaget. Paloma semakin gugup saat melihat manik mata cokelat itu menatapnya dengan marah.


"Apa kau tidak bisa bekerja Nona Paloma? Hanya membuat laporan keuangan saja kau tidak bisa apalagi mengurus perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan. Apa kau sengaja ingin menguji kesabaran saya!."


Paloma tertunduk lemah kata-kata Alano bagai pisau yang menancap tepat dijantungnya. Sial! Kenapa aku harus sakit hati dengan ucapannya aku disini jugakan bukan karena keinginanku. Aku sudah membuatnya juga dengan baik tadi.


"Maaf Bos file laporan yang sudah saya buat sebelumnya disimpan dengan nama file ini tapi anehnya isi file ini berubah dengan laporan keuangan dua bulan lalu."


Paloma mencoba membela diri diapun tidak tahu kenapa dengan isi file yang sudah dia buat sebelumnya berganti dengan file lain.


"Saya tidak menerima alasan apapun itu justru menunjukkan anda memang tidak bisa bertanggung jawab dengan pekerjaan anda. Silahkan keluar dari sini!." Alano menatap tajam Paloma dan meminta agar rapat dilanjutkan kembali.


Paloma yang merasa tidak terima dengan perkataan Alano padanya berlari keluar dari ruang rapat. Butiran kristal itu tidak bisa lagi dicegah oleh Paloma dia menangis menahan rasa sakit, marah, dan kecewa dalam hatinya.


Cecil tersenyum sinis melihat pertunjukkan yang terjadi didepannya. Hahaha.. ternyata usahaku tidak sia-sia wanita genit itu akhirnya diusir juga darisini, Cecil bersorak dalam hati penuh kemenangan.


Flashback on


Setelah Paloma, Alano dan Dave keluar dari ruangan CEO Lodovico, Corp diam-diam Cecil masuk kedalam ruangan itu. Dia tersenyum licik melihat laptop Paloma diatas meja kerjanya yang masih menyala, sepertinya rencanaku kali ini akan berhasil.


Cecil mengganti isi file laporan keuangan yang telah Paloma buat dengan laporan dua bulan lalu. Sementara laporan yang sebenarnya dia simpan dengan nama file lain, aksinya berjalan dengan lancar karena begitu Paloma balik dari makan siang bersama Alano dan Dave dia tidak memeriksa kembali laporannya dan langsung memprint serta memfotocopy laporan keuangan itu.


Flashback off


Paloma pergi menenangkan diri diatas atap gedung perusahaan Lodovico, Corp. Perasaanya campur aduk tidak menyangka Alano akan marah dan memperlakukannya seperti itu setelah dengan seenaknya dia merebut ciuman pertama Paloma.


"Bedebah sialan! Mati saja sana kau!." Paloma berteriak dengan lantang melampiaskan amarah dihatinya.


.


.


.


.


.


.


.


**Terima kasih untuk dukungan kalian selama ini untuk author


Jangan lupa Like Vote and Rate 🌹