
Sesuai permintaan Barbara kekasih masa kecilnya, Alano membawa Barbara ke hotel dimana dirinya menginap.
Dave merasa ada yang tidak beres dengan bos besarnya mencoba mencari tahu, mengapa pemimpin perompak The Pirates yang membajak kapal pengangkut mereka masih hidup dan bersama dengan Alano bos besarnya.
Namun Dave masih enggan bertanya melihat Alano yang terdiam seperti memikirkan sesuatu.
Sebenarnya ada hubungan apa bos dengan wanita itu? Dave bergumam dalam hati mencoba mengingat-ingat, jika ada wanita seperti dia yang pernah berhubungan dengan ketua mafia itu.
"Bos!."
Dave yang sedari tadi begitu penasaran akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Siapa wanita itu Bos? Kenapa bos malah membawanya kemari?."
Alano menghela nafas panjang mendengar pertanyaan tangan kanannya. Dia sendiri bingung kenapa dia malah mengikuti permintaan Barbara untuk membawanya kemari.
Alano memang sedikit merindukan tatapan mata hangat Barbara yang dulu selalu menatapnya ketika mereka bertemu di bawah pohon dekat rumah Alano. Sebelum dia ditemukan oleh Albert Hall dan kembali ke Mansion bersama Momy Alano Angelina Hall.
Mereka memang sering berpindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari Albert Hall, yang ingin menyingkirkan dirinya sebagai ahli waris kekayaan keluarga Lodovico.
Kenangan masa kecil Alano bersama Barbara terlintas di pikirannya.
Flashback on
"Kenapa kau menangis? Apa ada yang menggangu mu?."
Barbara kecil mendekati Alano kecil yang menangis di bawah pohon, yang berada di lapangan luas dekat rumahnya.
Alano menatap tajam perempuan berkuncir dua yang tersenyum manis menatapnya. Tatapan mata hangat Barbara mampu meluluhkan hatinya yang keras dan dingin terhadap orang lain.
Ya.. sejak Dady Alano meninggal, Alano tumbuh menjadi pribadi yang angkuh dan dingin terhadap orang lain.
Baginya tidak ada yang bisa dia percayai lagi di dunia ini, selain Dady dan Momy nya. Namun tatapan mata Barbara kecil mampu membuat hati dinginnya menghangat.
Sejak pertemuan mereka sore itu, Alano dan Barbara sering menghabiskan waktu bersama. Mereka bahkan sering berjanjian untuk bertemu di bawah pohon rindang itu setiap harinya.
Hingga suatu hari Alano terpaksa pergi meninggalkan Barbara, karena harus segera pindah dari rumah pelarian mereka bersama Angelina Hall.
"Maaf Barbara, aku harus pergi meninggalkan dirimu. Tapi aku berjanji, begitu kita dewasa aku akan mencari mu dan kita akan menikah sesuai dengan janji kita berdua."
"Kau janji Alano? Kau akan mencari ku lalu kita akan menikah?."
"Tentu saja Barbara, kau bisa memegang kata-kataku. Aku berjanji akan terus mencari dirimu sampai kita bisa bersama!."
Flashback off
"Bos."
Suara Dave membuyarkan lamunan nya tentang masa lalu yang sempat dia lupakan, karena lelah mencari Barbara yang tidak kunjung dia temukan.
Tapi disaat mereka bertemu, Alano malah sudah menikah dengan orang lain. Alano sedikit pusing sekarang, tidak tahu bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan nya pada Barbara.
Dia merasa bersalah karena Alano sendiri lah yang berjanji akan menikahinya kelak, saat mereka dewasa nanti.
"Dia adalah kekasih masa kecil ku yang selama ini aku cari Dave. Dialah Barbara Divaio, wanita yang aku janjikan untuk aku nikahi saat dewasa."
Dave berjengkit mendengar ucapan bos besarnya, jadi wanita itu yang selama ini selalu bos cari? Oh my... kenapa dia malah muncul disaat bos sudah menikah. Entah apa yang akan terjadi jika nyonya muda tahu masalah ini.
"Aku bingung Dave, apa yang harus katakan padanya. Dia mengatakan padaku kalau selama ini dia terus menunggu dan mencari ku. Hah... aku benar-benar merasa bersalah padanya! Harusnya aku tidak mengatakan apa-apa padanya waktu itu. Dengan bodohnya aku malah berjanji untuk sesuatu yang tidak bisa aku penuhi!."
Alano mengusap wajahnya kasar merasa frustasi dengan keadaan yang membuatnya dilema. Dia tidak mungkin meninggalkan Paloma istrinya, rasa cinta untuk perempuan Indonesia itu sangatlah besar. Dia tidak akan mampu jika dia sampai kehilangan Paloma.
"Kalau bisa saya memberikan saran bos, lebih baik Bos jujur saja pada nona Barbara kalau bos sudah menikah sekarang. Jelaskan padanya jika selama bertahun-tahun bos terus mencari dirinya, tapi bos tidak bisa menemukan nona Barbara. Saya rasa dia pasti mengerti kalau bos menjelaskan nya dengan baik-baik."
Lagi, Alano menarik nafas panjang. Benar yang dikatakan asisten pribadinya itu, dia harus jujur pada Barbara sebelum Paloma mendengar cerita ini dan merasa dikhianati karenanya.
Tiba-tiba Barbara masuk ke dalam kamar hotel Alano tanpa mengetuk pintu, dan mengabaikan tatapan tajam dari tangan kanan Alano Lodovico.
Dave semakin geram saat melihat perempuan seksi itu duduk di pangkuan Alano bos besarnya, dengan tidak tahu malu. Cih.. Dasar tidak sopan!.
.
.
.
.
.
.
****Hari ini Up 3 episode
Like and Vote 🌹**