The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Tertawa



"Halo sayang, kau sudah makan?."


"Sudah Al, aku sudah makan tadi. Jam berapa kau akan pulang Al?."


Paloma memutuskan untuk memanggil pria dingin itu dengan panggilan Al singkatan dari namanya Alano. Paloma masih malu jika harus memanggil Alano dengan sebutan sayang, meski pelan-pelan Paloma mulai membuka hatinya untuk Alano Lodovico pria berkebangsaan Itali itu.


"Oh apa istriku begitu merindukan aku hingga tidak sabar menunggu kepulangan ku?."


Paloma tersenyum malu mendengar ucapan Alano di ponselnya. Wajah cantiknya seketika merona merah.


"Sudahlah jika tidak ingin menjawabnya aku akan menutup telepon mu, aku ngantuk!."


"Hahaha.."


Terdengar suara tawa renyah Alano diseberang sana, tawa yang hanya selalu muncul saat bersama dengan Paloma.


Bahkan Dave yang duduk dikursi kemudi menatap heran ketua mafia itu dari kaca spion. Nona Paloma memang sudah membawa banyak perubahan pada bos besar pikirnya.


"Aku akan pulang sedikit terlambat dari jam biasanya sayang, jangan menungguku. Tidurlah lebih dulu, begitu semua urusan ku sudah selesai aku akan segera pulang dan memelukmu sayang."


Alano menutup teleponnya setelah ucapan penuh cinta dan gombal versi Alano Lodovico selesai ia katakan. Dave geleng-geleng kepala mendengar ucapan manis itu keluar begitu saja dari mulut bos besarnya.


"Dave, apa kau mendengar perkataan ku?."


Alano menendang kursi kemudi Dave di depannya dengan kencang hingga membuat Dave tersadar dari lamunannya tentang Alano dan Paloma nona muda keluarga Lodovico.


"Maaf bos."


"Apa yang kau pikirkan Dave? Jangan bilang kalau kau cemburu pada Paloma. Tenang saja aku tetap menyayangi mu Dave sebagai orang yang selalu berada disamping ku."


Dave memutar bola matanya malas mendengar ucapan tidak berfaedah Alano. Dia tahu kalau Alano sedang ingin menggodanya saja sekarang.


"Cepatlah menikah agar kamu tahu bagaimana rasanya dicintai dan mencintai. Bagaimana rasanya ketika kau pulang ke rumah ada orang yang menyambut dan memeluk mu sepanjang malam."


Dave masih diam tidak ingin menimpali ucapan sang boos besar yang terdengar menyindir dirinya yang jomblo. Bagaimana aku akan menikah bos, pacar saja aku tidak punya.


"Begitu masalah Paloma selesai, mulai lah memikirkan dirimu sendiri Dave. Aku tidak ingin kau terus menerus mengikuti ku sampai tua dan menjadi bujang loyo. Hahaha..."


Alano tertawa geli mendengar ucapannya sendiri, entah mengapa sekarang dia mudah sekali tertawa dan mood nya akan berubah 180° setelah berbicara dengan Paloma di telepon setiap hari.


Alano sendiri mengakui jika dia sudah banyak berubah menjadi lebih hangat dari biasanya, dimana dia selalu dingin dan terkesan kejam dengan orang lain.


"Terima kasih atas perhatiannya bos."


"Jangan berterima kasih Dave, kalau kau sudah punya kekasih dan menikah baru lah kamu bisa berterima kasih padaku. Aku sungguh tidak sabar melihatmu bahagia seperti diriku. Yah meski tetap aku yang lebih bahagia karena bisa menikah dengan Paloma perempuan cantik berhati malaikat."


Dave menghela nafas panjang, terserah kau saja bos. Aku akan memaafkan ucapan mu padaku karena kau sedang dimabuk cinta. Hah.. semoga saja aku bisa kuat mendengar semua sindiran mu untuk ku, Dave bergumam dalam hati.


Sepanjang perjalanan menuju markas Mafia Fire Red, Alano tidak berhenti berbicara pedas menyindir kejombloan Dave sang tangan kanannya.


Malam ini rencananya Alano akan menghabisi Albert Hall paman kandungnya tanpa ampun.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini Up 2 episode lagi yaa guys


Tetap jaga kesehatan semua


Like and Vote 🌹**