The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Akhir Albert Hall



Jam 8 malam Alano dan Dave tiba di markas Mafia Fire Red dan disambut anggotanya yang sedang berjaga di sana. Mereka langsung menuju ke penjara untuk menemui Albert Hall dan melewati bilik penjara dimana Gael Avignon disekap.


"Terus siksa Gael dan beri dia makan dan minum setiap tiga hari sekali. Sebelum semua bukti dan masalah Paloma selesai dia harus tetap hidup!."


"Baik Bos."


Dave memberi kode pada anak buahnya yang berjaga di depan bilik penjara Gael Avignon untuk melakukan perintah Alano Lodovico. Mereka lalu mulai memukul dan menyiksa Gael berkali-kali.


Suara kesakitan memohon pengampunan keluar dari mulutnya. Alano tersenyum smirk mendengar teriakan putus asa Gael Avignon. Selanjutnya, mari kita bermain bersama mu paman.


Alano masuk ke dalam bilik penjara Albert Hall dengan gaya dinginnya. Dia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membangunkan Albert yang pingsan akibat dipukuli anggota Mafia Fire Red sebelumnya.


"Halo paman."


Albert bergetar melihat ponakan nya berdiri menjulang di depannya dengan aura pembunuh. Dia tahu kalau malam ini adalah hari terakhirnya melihat dunia. Albert bersungkur di bawah kaki Alano dan mencium sepatunya.


"Maaf, maafkan aku Alano. Tolong ampuni paman mu ini, aku berjanji tidak akan menentang mu lagi dan mengganggu Ibumu dan juga Paloma. Tolong lepaskan aku Alano ponakan ku sayang."


"Cuihh!."


Alano meludahi Albert Hall dan menendang tubuh lumpuh itu agar menjauh dari kakinya. Dia menyuruh anak buahnya untuk menarik rantai yang mengikat tangan Albert agar membuatnya tidak bisa bergerak bebas.


Albert memang diikat di lantai penjara yang dingin, kakinya sudah lumpuh tidak bisa berjalan semenjak kecelakaan itu terjadi.


"Jangan pernah bermimpi kalau aku akan melepaskan mu Albert. Kau sudah membunuh Ibuku bahkan hampir membunuh Istri ku juga, jadi terimalah kematian mu malam ini dan pergilah dengan tenang."


Albert terbelalak mendengar Angelina adik perempuannya telah mati akibat kecelakaan mereka hari itu. Dia tertunduk menyesali semua perbuatannya terhadap keluarga Lodovico, maafkan aku adik ku.


Alano mulai menguliti kulit punggung Albert dan menarik kulitnya hingga terlepas dari tubuh pria paruh baya itu.


"Aaaaa..."


Teriakan kesakitan terus terdengar menggema di dalam penjara. Bau amis darah tercium di indera penciuman Alano, aku suka bau ini.


"Ku mohon Alano bunuh saja aku. Aku sudah cukup tua untuk mendapatkan siksaan mu!."


Alano tertawa sinis, "Kau bilang tua! Disaat seperti ini kau baru mengingat umur mu pria tua! Jangan pernah berharap aku akan langsung membunuh mu. Aku baru saja mulai bermain dengan mu!."


Dave menyiram air cuka ke luka punggung Albert dan terlihat daging tubuh Albert melepuh dan empuk seperti daging ayam yang diberi lemon sebelum diolah.


Albert menahan rasa sakit dan perih luka di punggungnya. Aku harus memprovokasi Alano agar dia segera membunuhku. Aku tidak akan kuat menghadapi penyiksaan ini."


"Hahaha.. Penyiksaan mu tidak ada apa-apanya Alano, kau pikir dengan menyiksa ku Ibumu akan hidup kembali? Dia memang pantas mati karena berani melawanku!."


Crashh..


"Kau tidak perlu berusaha untuk memprovokasi ku tuan Albert yang terhormat. Nikmati saja permainan kita ini."


Alano tertawa sarkas dia lalu memerintahkan anak buahnya membawa tubuh dan potongan kaki Albert Hall ke belakang penjara. Disana ada tempat penangkaran buaya dan cheetah miliknya.


Mereka melempar kedua potongan kaki Albert ke dalam kandang buaya dan langsung diserbu oleh hewan ganas tersebut.


"Makanlah yang banyak buaya-buaya ku hari ini kalian mendapatkan makanan mewah dariku."


Alano mulai memotong kecil-kecil tubuh Albert dan melemparkan nya ke kandang buaya dan Cheetah. Albert berteriak semakin lama semakin pelan, dia sudah tidak mampu lagi karena kehilangan banyak darah. Albert mati mengenaskan malam itu dengan tubuh yang tidak lagi utuh.


"Selamat tinggal paman. Semoga kau tenang di alam sana."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Dukung terus karya Author


Like and Rate 🌹**