The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Hukuman



Setelah berbicara panjang lebar tentang masa lalu Alano pada istrinya, mereka menghabiskan malam panjang itu dengan kembali bergelut menikmati indahnya surga dunia.


Suara desahan dan erangan penuh kenikmatan terdengar menghiasi kamar pengantin baru itu. Meski mereka sudah hampir 4 bulan menikah, namun mereka baru benar-benar bisa merasakan indahnya berumah tangga dengan penuh cinta belum lama ini, membuat Alano dan Paloma serasa menjadi pengantin baru.


Alano menarik selimut dan menutupi tubuh polos Paloma yang sudah tertidur di sampingnya, karena kelelahan akibat di gempur habis-habisan oleh Alano suaminya.


Alano tidak pernah merasa cukup dengan kehangatan dan kenikmatan yang dia dapatkan dari tubuh Paloma. Dia sangat merasa tergila-gila dengan tubuh putih mulus Paloma, yang selalu berhasil membuat batang pohon miliknya ON setiap kali berada di dekat Paloma.


Alano turun dari ranjang dengan perlahan setelah mencium dahi Paloma penuh cinta. Dia mengambil ponselnya di atas nakas untuk memeriksa pesan yang sempat dikirim Barbara tadi sore, hingga membuat Paloma kesal dan salah paham padanya.


Paloma memang menceritakan darimana dia tahu nama Barbara tadi pada Alano, sebelum mereka merengkuh nikmat bersama.


Alano mencoba menghubungi nomor ponsel Dave asisten kepercayaan selama beberapa kali, dia sedikit kesal karena Dave tidak kunjung mengangkat telepon nya hingga dia kembali menghubungi Dave untuk yang ke tiga kalinya.


"Halo bos."


"Dari mana saja kau! Kenapa tidak mengangkat telepon ku dari tadi?."


Alano berkata sarkas menahan rasa geram pada tangan kanannya itu. Dave mengernyit mendengar nada bicara bos besar yang terdengar aneh di telinganya. Dia yakin kalau telah terjadi sesuatu hingga mengakibatkan bos besarnya marah-marah di telepon.


"Maaf bos, tadi saya sedang mandi jadi tidak mendengar dering ponselnya berbunyi."


Dave memang baru selesai mandi saat mendengar dering ponselnya, yang ternyata bos besar yang menghubungi dirinya sedari tadi. Alano mendengus perkataan Dave karena membuat dirinya kesal menunggu di telepon.


"Apa kau mengerjakan pekerjaan mu dengan baik Dave? Aku sudah memerintahkan mu untuk mengawasi Barbara bukan, kenapa dia malah mengganggu honeymoon ku disini Dave!."


Alano berusaha mengontrol nada suaranya karena tidak ingin Paloma terganggu dalam tidurnya. Meski saat ini Alano sedang berada di balkon kamar, tapi Alano takut suara nya akan membangun kan istrinya yang kelelahan.


Shit! Apalagi yang dilakukan wanita pengganggu itu, Dave bergumam dalam hati. Dia tahu kalau bos besar akan marah padanya karena sudah merusak acara honeymoon mereka di pulau pribadi itu.


"Maaf bos karena saya yang teledor tidak mengawasi nona Barbara dengan baik. Saya akan pastikan kejadian ini tidak akan terulang kembali."


"Dasar bodoh! Ingat, kalau sampai dia mengganggu ku lagi. Kau akan aku kirim ke Antartika bersamanya!."


Dave menelan susah saliva nya, dia tahu kalau bos besar itu tidak pernah main-main dalam ucapannya.


Alano menutup panggilan itu secara sepihak sebelum mendengar jawaban Dave sang asisten kepercayaan.


"Damn! Rupanya wanita pengganggu itu tidak mendengarkan perkataan ku tadi di kantor!."


Dave buru-buru memakai baju dan keluar dari kamarnya mengetuk pintu kamar Barbara, yang tepat berada di samping kamarnya.


Dave memang sudah memperingatkan sebelumnya pada Barbara saat dia akan menyerahkan kembali ponsel wanita itu tadi, setelah jam pulang kantor tiba. Untuk tidak mengganggu Alano bos besarnya.


Tapi sepertinya wanita pengganggu itu tidak pernah mengindahkan peringatan yang diberikan nya. Lihat saja Barbara, aku akan memberikan mu hukuman karena sudah berani melawanku! Dave bergumam dalam hati sambil terus mengetuk pintu kamar Barbara.


"Ada apa Dave, ini sudah malam. Kenapa kau tidak berhenti mengganggu ku sejak tadi!."


Barbara kesal karena Dave tidak pernah berhenti merecoki dirinya sejak masih berada di kantor.


Dave mendorong tubuh Barbara hingga wanita itu terus mundur kebelakang dan jatuh di atas ranjang. Barbara sedikit takut melihat mata tajam Dave yang terasa ingin mencabik-cabik dirinya.


Dave mencengkram kuat mulut Barbara dengan tangan kekarnya, hingga membuat wanita itu bergetar ketakutan.


"Sudah aku katakan padamu Barbara untuk tidak mengganggu bos Alano. Tapi sepertinya kau sama sekali tidak mendengarkan kata-kata ku! Kau ingin coba-coba melawan perintah ku nona!."


Dave tersenyum penuh arti menatap Barbara yang terlihat ketakutan, tidak menyangka tangan kanan Alano itu akan berbuat kasar padanya.


"Lepaskan aku!."


Dave pun mendorong dengan kasar wajah Barbara hingga dia jatuh tertidur di ranjang. Merasa tidak terima Barbara melayangkan kaki kanannya untuk menendang perut Dave.


Belum sampai mengenai nya, Dave menahan kaki Barbara dan menarik dengan kuat kaki kanan wanita itu hingga membuat Barbara menjerit kesakitan.


"Shit! Apa yang kau lakukan Dave. Kau ingin membunuh ku?."


Dave tersenyum mengejek melihat Barbara yang tampak tak berdaya karena posisinya kini sedang mengangkang di depan tubuh Dave.


Dave memajukan tubuhnya dan mendekati wajah cantik Barbara, hembusan nafas aroma mint langsung terasa menyentuh wajah Barbara dan membuat wanita itu salah tingkah.


"Jika kau masih berani berbuat macam-macam pada bos besar, aku pastikan kalau aku bisa lebih kasar lagi padamu. Kau senang bukan di perlakukan kasar nona!."


Dave berbisik di telinga Barbara dan tersenyum licik. Barbara menegang saat merasakan hembusan nafas Dave di telinganya. Dadanya berdetak tidak karuan karena ulah lelaki tampan itu.


Dave lalu berdiri dari atas tubuh seksi Barbara dan melihat ke sekeliling mencari ponsel miliknya.


Dave segera mengambil ponsel Barbara dan membuka ponsel itu, yang kebetulan tidak di kunci. Dia pergi ke menu kontak dan menghapus nomor ponsel Alano dari sana. Begitu juga dengan semua pesan masuk di ponsel Barbara.


Dave melempar ponsel itu ke ranjang dimana Barbara berada dan pergi dari sana. Dia berbalik sebelum benar-benar keluar dari kamar Barbara.


"Ingat peringatan ku yang terakhir ini, jangan pernah mengganggu dan mengusik kehidupan rumah tangga bos dan nona muda! Jika kau sampai melanggar nya lagi, kau akan habis di tangan ku!."


Barbara terdiam mendengar ucapan Dave, dia masih syok dengan kejadian barusan. Barbara tidak menyangka kalau asisten kepercayaan Alano itu, bisa berbuat kasar padanya.


Ke depannya dia berjanji untuk lebih berhati-hati lagi menghadapi pria tukang perintah itu. Rencana nya untuk merebut Alano kembali akan tetap dia lakukan tanpa sepengetahuan Dave.


Tapi Barbara tidak tahu kalau semua pergerakan nya, akan selalu di awasi oleh Dave tangan kanan Alano Lodovico.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini author berusaha mau update banyak yaa


Tungguin aja nanti 🤗


Jangan lupa Like and Coment 🌹**