The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Cemburu



Sudah hampir jam makan siang namun Alano masih mendiamkan Paloma. Sejak dia masuk ruangannya setelah sempat berbicara dengan Pablo Dominic, Alano tidak mau menatap Paloma.


Rasa cemburu di dalam hatinya tidak dapat dia tutupi mengingat pernyataan cinta Pablo pada istrinya Paloma.


"Al, sudah jam makan siang. Ayo kita pergi makan, aku lapar."


Alano masih bungkam tidak berbicara pada Paloma yang tengah menatapnya penuh harap. Paloma tahu kalau laki-laki ini memang sengaja mendiamkan nya sejak tadi pagi.


Alano menghubungi Dave asisten pribadinya untuk membeli makan siang dan membawa nya keruangan.


Hah.. Apa-apaan pria dingin ini, mau sampai kapan dia cuek kepada ku? Lihat saja aku pasti akan membalas perbuatan mu padaku hari ini. Paloma menggerutu dalam hati tidak habis pikir dengan sikap Alano.


Dave masuk membawa sekantong penuh makanan, minuman dan buah-buahan. Mereka sudah seperti akan mengundang banyak orang untuk makan siang.


Meja depan sofa ruangan CEO itu sontak penuh dengan makanan yang dibawa oleh Dave. Paloma melotot melihat pemandangan di depan matanya.


"Banyak sekali makanan nya Dave? Apa kita mau berpesta disini?."


Dave hanya berdehem tidak ingin menjawab pertanyaan nona mudanya. Alano memang memberi perintah padanya tadi ditelepon untuk membawa banyak makanan dan minuman serta buah-buahan agar Paloma bisa memilih apa yang suka dia makan.


Selain itu Alano ingin agar istrinya cepat pulih kembali setelah operasi donor jantung waktu itu.


Alano duduk di depan Paloma, dia langsung memakan makanannya tanpa mempedulikan wanita cantik yang sedang menatapnya kesal.


Dave tersenyum tipis memperhatikan tingkah bos besarnya yang sudah seperti anak kecil. Ternyata bos bisa juga bersikap seperti ini jika sedang cemburu pada nona Paloma, Dave bergumam dalam hati.


Tiba-tiba Paloma menarik tangan Dave dan menjatuhkan tubuhnya ke sofa di samping tempat duduk Paloma. Alano menggeram kesal saat melihat tangan istri cantiknya itu menempel di tubuh Dave.


"Makanlah Dave, kau juga pasti belum makan siang kan. Ini..."


Paloma menyodorkan sebuah nasi kotak ketangan Dave sambil tersenyum manis. Paloma sengaja melakukan itu karena ingin membalas sikap Alano yang mendiamkan nya sejak tadi.


Panas, panas deh lo. Paloma berucap penuh kemenangan dalam hati ketika dia melihat tatapan Alano yang seperti ingin mencekik Dave saat ini.


Oh Shit! Kenapa juga aku masih berdiam disini tadi. Aku yakin setelah ini bos pasti akan menghukum ku habis-habisan. Dave memakan makanan nya dengan susah payah, ruangan CEO itu langsung terasa dingin mencekam.


Tak ingin berlama-lama Dave memakan nasi kotaknya dengan terburu-buru hingga dia tersedak.


Uhukk.. uhukk...


Paloma panik dan sontak memberi air minum ditangan nya yang sudah sempat dia minum sebelumnya.


Brakkk...


Alano memukul meja dengan kuat membuat dua orang yang duduk di depannya berjengkit kaget. Bahkan Dave sampai melupakan rasa panas di lehernya akibat tersedak tadi.


"Al, ada apa denganmu? Kenapa menggebrak meja seperti itu!."


Paloma kesal karena air minum yang akan diberikan nya pada Dave tumpah dan membasahi bajunya.


Dave yang merasa mendapatkan tatapan membunuh dari bos besarnya, segera keluar dari ruangan mencekam itu. Maaf Nona Paloma, aku tidak mau lagi terjebak diantara pertengkaran kalian yang aneh.


Alano menarik tangan Paloma dan membawanya keruang pribadi yang ada di dalam ruangan itu. Begitu pintu tertutup Alano menghimpit tubuh langsing Paloma di balik pintu.


"Kau sengaja ingin menguji kesabaran ku nona Paloma Hendrawan?."


Manik mata cokelat itu menatap tajam manik mata hitam Paloma hingga membuatnya tertunduk. Dia sedikit takut melihat kilatan marah di mata Alano suaminya.


"A.. a.. apa maksud mu Al? Memangnya apa yang aku lakukan?."


Paloma berusaha meredam rasa takut dan gugupnya saat ini.


"Jangan berpura-pura sayang. Kau tahu kalau aku tidak suka kau berdekatan dengan lelaki lain termasuk Dave! Apalagi kau baru saja mendapatkan pernyataan cinta dari seorang pria bukan. Kau pasti sangat senang sekarang."


Alano mendorong tengkuk Paloma untuk memperdalam ciuman mereka, tangannya mulai menerobos masuk ke dalam kemeja Paloma.


Alano mulai mencium leher jenjang Paloma dan menyesapnya meninggalkan tanda kepemilikan disana. Tangan nakal Alano meremas lembut dua gundukan kenyal Paloma dan sukses membuat Paloma mengerang nikmat.


Oh tidak, aku harus menghentikan ini sebelum lebih jauh lagi. Paloma berusaha menyadarkan dirinya namun tubuh Paloma seakan mati rasa menikmati sentuhan lembut yang seakan membawanya melayang. Dia ikut terbawa dalam permainan Alano suaminya.


Alano memeluk dan menggendong tubuh ramping Paloma tanpa melepaskan tautan bibir mereka ke tempat tidur. Paloma sudah seperti koala yang menempel erat di pohon.


Alano menyibak kemeja Paloma dan mulai bermain diatas dua bukit indah milik istrinya yang terlihat menantang dan pas di genggaman tangan kekarnya.


Paloma semakin lupa diri merasakan sentuhan lembut dan menggairahkan yang pertama kali dia rasakan seumur hidupnya.


Ditengah kegiatan panas itu, tiba-tiba ponsel Alano berbunyi di balik saku jasnya. Paloma yang tersadar langsung mendorong kuat tubuh Alano yang berada diatasnya, dan lari pergi ke kamar mandi meninggalkan Alano yang sudah On sejak tadi.


Shit! Alano mengumpat dalam hati dan membanting ponselnya ke lantai hingga hancur berserakan.


Padahal tinggal sedikit lagi dan aku bisa memiliki Paloma seutuhnya. Damn! Sungguh sial!.


Alano merasakan sesuatu di balik celananya sesak, dia mengusap wajahnya frustasi karena adik kecilnya itu masih harus bersabar untuk masuk ke kamarnya dan bermain disana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Yang sabar yaa Mr. Alano 😂


Masih pemanasan dulu guys biar Alano makin penasaran 🤭🤣


Jangan lupa dukung terus karya Author yaa


Like and Vote 🌹**