
Sejak kemarin berita kepulangan putri Presiden Paloma Hendrawan, ramai menghiasi media cetak dan elektronik.
Momen penuh haru yang sempat direkam awak media menghebohkan semua lini masyarakat Indonesia.
Ada yang mengucapkan selamat datang kembali ke Indonesia nona Paloma. Ada juga yang mendoakan agar keluarga Presiden yang begitu dicintai itu selalu bahagia, terhindar dari segala macam marabahaya.
Selain berita kepulangan Paloma Hendrawan yang disambut penuh sukacita itu. Media juga ikut menyoroti sosok pria tampan berkebangsaan Italia, yang ikut mendampingi Paloma kembali ke Indonesia.
Informasi tentang Alano Lodovico langsung meramaikan jagad hiburan tanah air. Dikatakan bahwa Alano adalah seorang pengusaha muda dan sukses yang sangat terkenal di Italia bahkan manca negara. CEO sekaligus pemilik tunggal perusahaan Lodovico, Corp.
Namun media masih mencari tahu ada hubungan apa antara dirinya dan Paloma, putri tunggal Presiden Kevin Hendrawan.
"Apa kau melihat berita pagi ini Al?."
"Tidak. Kenapa memangnya sayang?."
Mereka sedang berjalan pagi disekitar halaman villa mewah milik keluarga Presiden, menikmati udara sejuk yang terasa menyegarkan tubuh mereka berdua.
"Kau sudah menjadi artis dadakan sekarang Al. Semua media memberitakan tentang siapa dirimu, dan ada hubungan apa antara kita berdua. Bahkan berita tentang mu mengalahkan berita pemilihan Presiden dan Wakil Presiden kemarin."
Paloma tertawa geli mengingat beberapa media online yang sempat dia baca tadi pagi, karena ada berita yang sedikit membuatnya heran dan geleng-geleng kepala.
"Tidak perlu heboh begitu sayang. Aku sudah biasa sering menjadi topik pembicaraan hangat di media massa." Jawab Alano sombong.
Paloma memutar bola matanya malas, harusnya dia tahu kalau Alano tetap lah laki-laki sombong dan angkuh. Meski terkadang dia bisa bersikap dingin dan cuek dengan orang lain.
"Terserah kau saja!."
"Hahaha..."
Alano tertawa gemas melihat wajah Paloma yang cemberut seperti anak kecil. Mereka pun menikmati jalan pagi itu dengan tertawa dan bercanda. Bahkan mereka juga berlari kejar-kejaran karena salah satu diantara mereka menggoda yang lain.
Dave sang tangan kanan juga ikut berjalan pagi mengikuti mereka dari belakang. Meski ada anggota Paspampres yang terlihat juga memperhatikan putri dan menantu Presiden itu dari jauh, namun Dave tetap tidak ingin meninggalkan bos besarnya tanpa pengawalan darinya.
Hah.. lagi-lagi kelakuan dua orang manusia yang sedang di mabuk cinta. Dunia seakan hanya milik berdua. Dave menggerutu melihat pemandangan romantis di depan sana.
Jiwa jomblo nya kembali meronta, apalagi melihat Alano dan Paloma yang beberapa kali berciuman mesra di depannya. Oh my.. lama-lama mataku bisa sakit karena terus menerus melihat adegan mesum bos dan nona muda.
Setelah puas berjalan menikmati udara pagi yang menyegarkan jiwa dan raga, Alano dan Paloma kembali ke dalam villa dimana keluarganya sedang menunggu untuk sarapan bersama.
"Selamat pagi ayah, bunda, ka Ali."
Paloma menyapa keluarga yang sudah berpisah dengan nya hampir 3 bulan itu. Dia begitu merindukan suasana hangat di meja makan seperti ini. Mata indahnya berkaca-kaca mengingat semua momen kebersamaan bersama keluarganya yang sudah banyak terlewatkan.
"Selamat pagi sayang. Ayo duduk, kita sarapan bersama."
Poly tersenyum manis menatap anak perempuan dan menantu tampan nya itu. Dia juga sangat bahagia karena akhirnya keluarga mereka kembali berkumpul, dan sudah ketambahan anggota keluarga yang baru.
"Kau juga Dave, duduklah makan bersama kami. Kau pasti sudah capek kan menemani mereka berdua daritadi."
Poly mengajak Dave untuk duduk di samping Alano setelah bos besar dan nona mudanya duduk berdampingan.
Dave menatap Alano yang terlihat mengangguk memberi izin agar dia duduk makan bersama keluarga Presiden. Dave pun duduk dan menikmati sarapan paginya.
Di villa memang hanya tersisa keluarga inti Paloma saja, karena semua keluarga besar nya yang berkumpul semalam langsung pulang. Begitu acara temu kangen bersama Paloma selesai.
"Ayah ingin mengadakan pesta pernikahan kalian seminggu lagi Paloma, Alano."
Kevin Hendrawan bersuara saat mereka sudah selesai makan.
"Iya, benar kata ayahmu Paloma. Bunda akan memanggil salah satu WO terbaik di negara kita, untuk mengatur pesta pernikahan mu sayang."
Poly terlihat antusias untuk mengadakan acara tersebut, dia ingin pesta pernikahan anak perempuan nya berlangsung meriah. Sudah lama dia memimpikan untuk melihat anaknya memakai baju pengantin.
"Terserah Bunda saja maunya bagaimana. Kami ikut apa kata Bunda saja."
Paloma bersuara tidak ingin membantah perkataan Bundanya, karena dia tahu kalau wanita yang sudah melahirkan nya itu terlihat begitu bahagia saat ini. Paloma tidak ingin merusak kebahagiaan Ibu kandung nya.
"Biarkan Dave juga ikut membantu dalam persiapan pesta pernikahan kami Bunda. Aku akan membawa beberapa orang ku dari Italia untuk ikut membantu."
Semua yang ada di meja makan tersenyum melihat Alano yang juga tidak mau lepas tangan dalam pesta pernikahan dirinya dan Paloma.
"Tentu saja Alano. Kami sangat berterima kasih dengan bantuan mu." Kevin berkata dengan penuh ketulusan.
"Baiklah, begitu kita pulang ke Jakarta Bunda akan langsung mengatur pertemuan dengan WO di istana negara."
Paloma tersenyum bahagia menatap satu per satu keluarga yang begitu dicintai nya itu. Dalam hati dia terus berdoa semoga saja keluarga mereka tidak akan pernah terpisahkan lagi.
Alano menatap penuh cinta wanita cantik yang duduk di samping kanan nya, dia lalu meraih tangan Paloma di bawah meja dan menggenggam nya lembut. Rona kebahagiaan menghiasi keluarga Presiden itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
****Dukung terus karya Author yaa 🤗
Like and Vote 🌹**