The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Honeymoon



"Wah.. bagus sekali tempatnya Al."


Paloma berbinar menatap sebuah pulau pribadi dari atas jet, mereka akan segera landing 5 menit lagi.


Alano tersenyum bahagia melihat istri cantiknya yang sudah tidak sabar turun dari dalam pesawat.


"Apa kau suka sayang?."


Alano memapah Paloma turun dari tangga jet pribadi dengan hati-hati. Paloma bersikeras untuk berjalan sendiri karena dia sudah lebih baik dari sebelumnya.


"Sangat indah Al. Aku senang kau membawa ku kesini, kita bisa menikmati sunset Al."


Paloma berdecak kagum melihat pemandangan pulau pribadi yang memiliki pasir putih dengan lautnya yang sangat biru, dan pepohonan yang menambah kesan rindang dan hangat di pulau itu.


Tidak jauh dari tempat pesawat mereka berada, berdiri sebuah villa mewah dengan pemandangan langsung menghadap ke arah laut.


Di pulau pribadi itu juga disediakan lapangan golf dimana Alano dan Paloma bisa bersantai sejenak disana, sambil bermain golf bersama yang terletak di belakang villa.


Alano dan Paloma harus menaiki royal limo menuju resort, dimana mereka akan menginap selama seminggu ini.



Royal limo adalah mobil golf edisi terbatas dengan enam penumpang yang memiliki jok kulit, velg 15 inci yang mengkilap, Alpine CD Player, dan dilengkapi dengan hard top berwarna hitam cocok dengan kesan maskulin Alano Lodovico. Mereka melewati pinggiran pantai untuk bisa sampai ke villa.


"Aku khusus membeli pulau ini untukmu sayang. Kita akan sering-sering berlibur disini bersama anak-anak kita nantinya."


Paloma menatap tak percaya tentang apa yang baru saja di katakan oleh Alano. Bahkan Al sampai memikirkan itu semua, Paloma tersenyum bahagia dia bersyukur karena Alano adalah pria yang sangat baik dan penuh kasih sayang.


Dia ingin selalu bisa memanjakan Paloma dengan cinta dan juga perhatian nya pada keluarga kecil mereka.


"Terima kasih Al. Sebenarnya ini terlalu berlebihan, kau tidak perlu sampai membelikan sebuah pulau untuk ku. Dengan cinta dan kasih sayang mu, itu sudah cukup buatku Al."


"Tidak ada yang berlebihan sayang, cintaku akan selalu untukmu sampai akhir nafasku. Anggap saja ini hadiah pernikahan dariku buatmu sayang."


Alano mengecup dahi Paloma dengan mesra dan melangkah masuk ke dalam villa. Alano langsung membawa Paloma menuju kamar mereka berdua, yang sudah di dekorasi dengan sangat indah. Bunga rose menghiasi tiap sudut kamar itu yang membuat suasana terasa begitu romantis.


Alano mendekati Paloma dan memeluknya dari belakang saat mereka tengah berada di balkon kamar, yang menghadap tepat kearah laut. Langit sore terlihat memanjakan mata bagi setiap yang melihatnya.


"Aku mencintaimu sayang."


Alano mencium pipi Paloma penuh cinta, dia sangat bahagia karena akhirnya Paloma bisa menerima dirinya yang tidak sempurna untuk menjadi teman hidup wanita cantik itu.


Meski kedepan nya pasti akan ada banyak rintangan, tapi Alano yakin mereka pasti bisa melewati itu semua setelah sebelumnya awal pernikahan mereka sudah banyak yang terjadi hingga Angelina Hall harus pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.


Paloma berbalik dan menatap Alano dalam. Kedua tangannya memeluk leher Alano yang lebih tinggi menjulang di depannya.


"Aku juga mencintaimu suamiku."


Paloma tersenyum dan berjinjit mencium bibir merah Alano. Mereka berciuman dengan lembut saling mengecap satu sama lain bertukar saliva.


Semakin lama ciuman itu berubah menjadi ciuman yang menuntut dan penuh gairah. Manik mata cokelat Alano berkabut merasakan sesuatu di bawah sana yang mulai menegang dan sesak. Paloma selalu bisa membangkitkan nalurinya sebagai lelaki.


Alano bertanya sebelum mereka melangkah lebih jauh lagi. Dia tidak ingin memaksa istrinya karena tahu Paloma masih merasa tidak nyaman, akibat ulah nya yang menggempur Paloma habis-habisan waktu itu.


Paloma mengangguk mengiyakan, dia pun sudah tidak bisa menahan diri untuk merasakan kembali sentuhan lembut Alano padanya.


Alano segera membawa Paloma ke tempat tidur dan mulai melucuti satu per satu pakaian Paloma, tanpa melepaskan tautan bibir mereka berdua.


Dia mulai mencium leher jenjang Paloma dan meninggalkan jejak kepemilikan nya disana. Tangan kekar itu meremas dua gundukan sintal Paloma dan mulai memainkan puncaknya, hingga membuat Paloma berdesah.


Kegiatan pemanasan mereka berlangsung cukup lama, Alano tidak membiarkan setiap jengkal tubuh Paloma lewat dari permainan lembut dan menggairahkan.


Alano bersiap untuk masuk dan menjelajah surga dunianya, hingga Paloma sedikit berjengkit saat merasakan sesuatu yang besar telah masuk di bawah sana.


Meski tidak sesakit pertama kali tapi Paloma masih bisa merasakan milik suaminya sangat sesak begitu memasukinya.


Alano mulai memainkan pinggulnya hingga Paloma tidak berhenti mengerang nikmat terbang ke langit ketujuh.


"Ahh... Al, lebih cepat."


Paloma berbicara di sela-sela nafasnya yang menderu.


"As wish you babe."


Alano semakin mempercepat laju permainan membuat Paloma mendesah lebih kencang dari sebelumnya. Alano tersenyum puas melihat wanitanya mengerang nikmat.


Selama 2 jam akhirnya Alano berhasil mencapai klimaks dan menyemprot benih-benih kehidupan di dalam perut rata Paloma, berharap agar itu segera berbuah menjadi buah cinta mereka berdua.


"I Love you so much Paloma Hendrawan."


Alano menyudahi kegiatan panas mereka berdua dan mencium dahi Paloma yang sudah tertidur karena lelah.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Like and Vote 🌹