
Selama beberapa malam tidak bisa tidur dengan nyenyak, pagi ini Hana bangun dengan segar karena semalam dia bisa tidur dengan pulas.
Hana bahkan sempat memimpikan Austin, pria yang sudah berhasil menggantikan nama Ali di hatinya.
Hari ini Hana sudah memantapkan hatinya untuk mengejar seorang pria bernama Austin Hendrawan, sebelum pria itu semakin pergi menjauh darinya.
Dengan penuh keyakinan, Hana berangkat menuju rumah Austin sebelum pukul 8 pagi, dimana Austin akan pergi ke rumah sakit untuk terapi.
Ceklek...
Bunyi pintu dibuka ketika Hana menekan bel di samping kanan pintu.
"Hana?."
"Selamat pagi Tante Samantha."
Hana tersenyum manis menyapa wanita cantik keturunan Amerika tersebut.
"Selamat pagi juga Hana, ayo masuk kedalam."
Samantha membawa Hana menuju ruang tamu dan duduk di sampingnya. Seorang pelayan mendekat dan membawa teh serta camilan bagi nyonya rumah dan juga Hana.
"Ada apa kau pagi-pagi sudah kemari Hana? Tante pikir kau tidak akan sering main kesini lagi karena bertengkar dengan Austin."
Deg...
Sontak Hana jadi salah tingkah mendengar ucapan Samantha, dia bingung kenapa Ibu Austin itu tahu kalau dirinya dan Austin sedang dalam kondisi yang sedikit merenggang.
Melihat Hana yang gugup, Samantha tersenyum dan mengusap lembut tangan kecil Hana.
"Jangan gugup seperti itu Hana, maaf jika Tante membuat mu merasa tidak enak. Tante bisa melihat kalau kalian sedang bertengkar karena kemarin, tiba-tiba saja Austin mengatakan pada Tante dan Om kalau dia akan pergi ke Amerika dan meneruskan terapinya disana."
"Apa? Ke Amerika tan?."
"Iya sayang, dia mengambil penerbangan pagi jam 6 tadi Han."
Hana tersentak mendengar ucapan Samantha, dia langsung lemas karena mendapati Austin yang sudah pergi meninggalkan dirinya tanpa berpamitan lebih dulu pada Hana.
"Sebenarnya ada apa dengan kalian berdua Hana? Terakhir kali kau datang mengantar Austin pulang kerumah dari rumah sakit, dia terlihat banyak melamun. Setiap kali Tante bertanya, Austin tidak mau sama sekali membahasnya. Jujur saja Tante sedih sekali melihat putra Tante seperti itu. Baru saja dia bangun dari koma panjangnya, Austin malah ingin pergi meninggalkan kami."
Suara Samantha terdengar lirih, dia mengusap pipinya karena sebulir kristal jatuh dari pelupuk mata indah wanita paruh baya itu.
"Maafkan Hana Tante. Ini semua adalah kesalahan saya Tan."
Hana menunduk dan meremas jari jemarinya merasa bersalah karena sudah membuat Samantha ibu kandung Austin bersedih. Dia tidak menyangka jika Austin akan memutuskan pergi ke luar negeri untuk menghindari dirinya.
Hana pun ikut merasakan kehilangan saat tahu kalau Austin benar-benar akan melupakan rasa di hatinya untuk Hana.
"Jangan menyalahkan dirimu Hana, Tante tahu kalau Austin mencintaimu sejak lama. Dia mungkin butuh waktu untuk menenangkan diri dan menata hatinya kembali. Austin hanya ingin kau bahagia bersama lelaki yang kau cintai Han."
Hana menarik nafas panjang untuk menenangkan perasaan sesak yang ada, airmata sudah jatuh membasahi wajah cantik perempuan itu.
"What?."
Samantha berjengkit mendengar ucapan Hana, dia sangat tahu bagaimana Hana sangat mencintai Ali keponakan tirinya selama bertahun-tahun.
Mendapati pernyataan Hana barusan membuat Samantha kaget dan tidak percaya dengan pengakuan putri Ketua MPR RI itu.
"Maafin Hana Tante, aku pun baru menyadari perasaan ku yang sesungguhnya pada Ka Austin. Saat dia meminta diriku untuk menjauh darinya hari itu. Aku memang bodoh karena tidak bisa mengetahui perasaan ku sendiri lebih cepat, dan sekarang aku malah kehilangan Ka Austin Tan."
Hana menangis sesegukan dalam pelukan Samantha, dia tidak tega melihat Hana yang sudah seperti anak kandungnya sendiri menangis sedih.
"Jangan menangis Han, Tante mengerti dengan perasaan mu. Tapi bagaimana dengan Ali? Bukankah kau menjalin hubungan dengannya Han?. Tante dengar Ali bahkan ingin segera menikahi mu sayang."
"Aku... aku sudah mengakhiri hubungan ku dengan nya tadi malam Tante."
Lagi Samantha terkejut mendengar ucapan Hana, dia tidak menyangka kalau Hana akan memutuskan hubungan nya dengan Ali dan lebih memilih Austin putra tunggal adik Presiden RI.
Samantha hanya bisa mendesah dan mengusap kepala Hana dengan lembut. Dia tahu kalau perempuan yang sedang berada di pelukan nya ini, benar-benar mencintai Austin hingga berani melepaskan Ali lelaki yang dulu sangat dia cintai selama bertahun-tahun lamanya.
"Tenanglah sayang, jika memang kalian berjodoh. Austin pasti akan kembali padamu Hana, Tante hanya bisa mendukung mu. Semua keputusan ada di tangan Austin dan dirimu sayang. Tapi kalau kau mau, kau bisa menyusul Austin ke Amerika. Temui dia dan katakan kalau kau sangat mencintai dirinya sayang."
Hana terdiam, memang benar apa yang dikatakan Samantha padanya. Kali ini Hana harus mengejar lelaki yang dicintainya sebelum Austin benar-benar akan melupakan rasa dihati untuk dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹