The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Pesta Pernikahan



"Kenapa Alano belum juga sampai? Nomornya pun dengan Dave tidak bisa dihubungi."


Paloma mondar mandir dalam ruang ganti khusus pengantin dengan perasaan tidak tenang.


Pasalnya tinggal 30 menit lagi acara pesta pernikahan mereka akan segera dimulai. Seluruh tamu undangan penting dari berbagai kalangan sudah hadir dan sedang menunggu kedua pengantin yang tengah berbahagia.


Pesta pernikahan putri Presiden ini sempat membuat publik gempar, karena belum lama dia pulang ke Indonesia dan sekarang malah Paloma telah menikah dengan seorang pengusaha muda dan sukses. Berkebangsaan Italia yang waktu itu membawa nya pulang ke Indonesia.


Paloma ingin pesta pernikahan mereka berlangsung secara sederhana dengan mengusung tema garden party, dimana setiap undangan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.


Paloma terlihat cantik dan memukau memakai gaun pengantin Lace potongan A-Line dengan tambahan aplikasi bunga brokat, yang memberi kesan anggun, mewah sekaligus romantis.



Ceklek...


Bunyi pintu ruang ganti pengantin di buka, Alano masuk ke dalam dan terpana melihat Paloma yang terlihat sangat cantik bak bidadari.


"Al.. kau kemana saja! Aku sangat khawatir padamu. Aku pikir kau tidak bisa datang hari ini."


Paloma mencebik karena Alano malah menatapnya dengan berbinar seakan tidak melakukan kesalahan apapun. Padahal dua sudah sangat gelisah tadi, takut kalau Alano akan melewatkan pesta pernikahan mereka.


Alano tersenyum dan memeluk Paloma, "Tenanglah sayang, mana mungkin aku tidak datang ke pesta pernikahan aku sendiri. Lagipula istri cantik ku ini pasti akan marah-marah padaku, kalau aku sampai terlambat sedikit saja."


"Ish.... bukan aku yang akan marah, tapi Ayah yang akan langsung memecat dirimu jadi menantu keluarga Hendrawan!."


Mereka berdua tertawa bersama mendengar ucapan Paloma. Alano hampir melupakan mertua Presiden nya itu, yang pasti akan marah besar padanya jika dia tidak datang tepat waktu hari ini.


"Kau terlihat sangat cantik sayang. Rasanya aku tidak akan mengizinkan mu keluar dari sini. Aku tidak rela mereka melihat kecantikan mu sayang."


Alano mencium mesra leher jenjang Paloma, membaui tubuh Paloma yang sangat dia rindukan selama beberapa hari mereka tidak bertemu.


"Bersabarlah Al, setelah pesta ini selesai kau bisa mengurungku di dalam kamar."


Paloma tertawa sendiri mendengar ucapannya, dia merasa geli karena mengatakan itu pada Alano suami tampannya.


"Kau sudah berani menggoda ku sayang. Lihat saja kau nanti malam, aku akan membuat dirimu menyesal karena sudah membangunkan singa yang sedang tidur."


Alano mengecup bibir ranum Paloma, ingin rasanya dia langsung membawa Paloma ke kamar dan menelanjangi dirinya hingga Alano bisa menjelajahi tubuh seksi istri cantiknya.


Mereka lalu keluar menuju taman, dimana pesta pernikahan mereka diadakan. Semua mata menatap takjub dengan kedua raja dan ratu sehari itu, mereka tampak serasi dan selalu tersenyum penuh cinta saat menatap satu sama lain.


Pesta pernikahan berlangsung secara tertutup, Paloma ingin acara nya bisa berlangsung dengan tenang dan intim bersama dengan keluarga dan undangan penting lainnya.


Paloma dan Alano terlihat sangat bahagia karena akhirnya mereka bisa benar-benar menikah, dengan rasa cinta yang mendalam seperti pasangan pada umumnya.


"Apa kau bahagia sayang?."


"Tentu saja aku bahagia Al. Aku sangat bahagia karena kita akhirnya bisa saling mencintai, dan bisa saling memiliki sepenuhnya. Aku mencintai mu Alano Lodovico."


Ini pertama kalinya Paloma mengungkapkan cintanya pada Alano, disaat mereka sedang berdansa di lantai dansa.


Alano sangat bahagia mendengar ucapan cinta Paloma untuk nya, hatinya terasa membuncah berbunga-bunga indah.


Alano lalu mencium mesra bibir Paloma dengan penuh cinta, hati mereka berdua terasa hangat dengan perasaan yang mendalam untuk satu sama lain.


Semua yang ada di sana bertepuk tangan riuh melihat pemandangan mesra di lantai dansa. Mereka ikut merasa bahagia melihat pasangan yang tengah di mabuk cinta itu.


Poly menitikkan airmata bahagia, tidak menyangka kalau putri kecilnya kini sudah dewasa, dan telah menikah bersama lelaki yang di cintainya.


Kevin mengusap lembut tangan Poly Irawan yang mulai mengeriput itu, dia pun ikut merasa bahagia melihat putri kesayangan nya kini sudah ada yang menjaga dan melindunginya menggantikan dirinya.


Ali yang duduk tidak jauh dari Ayah dan Bundanya bersama Hana, menggenggam tangan Hana penuh cinta.


"Berikutnya adalah kita sayang."


Ali berbisik di telinga Hana yang membuat wanita itu merona merah. Austin yang sedari tadi sibuk memandangi Hana di ujung meja yang berada di depannya, tersenyum saat melihat Hana tampak malu-malu.


Hah... harusnya aku yang berada di sampingmu saat ini Hana. Haruskah aku merelakan mu untuk Ali sepupu tiriku? Austin bergumam dalam hati, sambil terus memperhatikan Hana yang tampak cantik memakai gaun berwarna peach.


Austin kini sudah lebih baik, meski dia masih harus duduk di kursi roda karena belum bisa terlalu lama berdiri.


Merasa ada yang tengah memperhatikan dirinya, Hana pun menatap ke arah Austin yang disambut dengan senyuman penuh kharisma nya itu.


Deg...


Jantung Hana berdetak tidak karuan saat melihat senyuman pria tampan, yang selalu tampak indah di matanya.


Hana sedikit salah tingkah membalas senyuman Austin untuk dirinya. Ada apa dengan ku? Kenapa ku malah gugup begini sih.


Pesta pernikahan Paloma dan Alano berlangsung dengan meriah, para undangan terlihat menikmati setiap pengisi acara yang ikut menghadiri pesta pernikahan putri Presiden RI. Acara mereka menjadi topik pembicaraan hangat masyarakat Indonesia, hingga sampai ke media Italia negara asal Alano.


"Andai Momy ada disini, dia pasti sangat bahagia melihat kita berdua Al."


"Momy selalu ada di hati kita berdua sayang. Dia akan selalu ada dan hidup disana."


Alano memeluk tubuh ramping Paloma dari belakang dan mencium kepala istri tercinta.


.


.


.


.


.


.


.


****Akan ada up setiap hari


Like and Coment 🌹**