
Dave dan Barbara hanya singgah sebentar ke hotel tempat mereka menginap untuk mandi dan berganti pakaian. Mereka harus segera pergi ke resort untuk mengecek pembangunan disana yang tinggal tahap finishing.
Rencananya setelah Alano Lodovico pulang dari honeymoon, mereka akan menggelar acara peresmian untuk resort mewah yang baru milik properti Perusahaan Lodovico, Corp.
"Bagaimana, apa masih ada kendala lagi saat ini?."
Dave bertanya pada kepala proyek yang bertanggung jawab dalam pembangunan resort mewah di kota Venesia.
"Sejauh ini sudah 98% pembangunan nya selesai tuan, dan untuk kendala kami masih bisa menghandle nya tuan Dave."
"Bagus, bos besar tidak pernah menerima kesalahan sekecil apapun. Pastikan semuanya berjalan dengan lancar sampai hari peresmian tiba."
"Baik tuan."
Dave dan Barbara pun pergi meninggalkan lokasi pembangunan resort mewah tersebut. Barbara masih memandang kagum bagaimana mewahnya resort milik kekasih masa kecilnya itu. Dalam hati dia terus bertanya-tanya tentang sekaya apa seorang Alano Lodovico pemilik perusahaan Lodovico, Corp.
Mereka memutuskan untuk mencari makan sebelum kembali ke hotel, perut mereka sudah keroncongan sejak tadi minta diisi. Jam makan siang memang sudah lama lewat, sehingga kedua orang itu tampak sangat kelaparan saat ini.
Dave memberhentikan mobilnya di dekat restoran western food dan turun tanpa mempedulikan wanita yang sedang bersamanya dalam mobil.
Damn! dasar manusia aneh, seenaknya saja meninggalkan aku disini. Barbara sedikit berlari untuk mengejar langkah kaki panjang Dave yang sudah lebih dulu masuk ke dalam restoran.
Karena tidak memperhatikan jalan, Barbara menabrak seorang pejalan kaki yang tengah berjalan di depannya.
"Ah.. i'm sorry Mr."
Barbara sedikit membungkuk untuk meminta maaf pada orang yang sudah dia tabrak tadi, yang diketahui adalah seorang lelaki.
"Barbara?."
Mata Barbara membola sempurna melihat lelaki tersebut yang sangat dia kenali. Pakaian yang dipakainya terlihat sedikit compang camping dengan wajah lusuh dan bau alkohol yang tajam.
"Ternyata itu benar kau Barbara."
Barbara mundur satu langkah saat pria itu ingin menyentuh dirinya. Dia syok tidak menyangka akan kembali bertemu dengan pria yang sangat dia benci, karena sudah membuat hidup nya menderita selama ini.
"Wah.. lihatlah dirimu, ternyata pria gila itu benar-benar memelihara mu dengan baik. Kau tampak sangat cantik dengan memakai barang-barang mewah di tubuhmu!."
"Maaf tuan, aku tidak mengenali anda. Jangan menghalangi jalanku!."
Lelaki itu tersenyum tidak suka mendengar ucapan Barbara padanya, dia menarik kasar tangan wanita itu saat Barbara akan meninggalkan nya.
"Ck, ck, hanya seorang peliharaan sepertimu bisa bertingkah sombong juga ternyata! Aku tahu kau ingin menghindari dariku Barbara, tapi kau jangan lupa aku adalah ayahmu. Aku yang mengurus mu saat ibu bodoh mu itu mati! Jadi jangan bertingkah pura-pura tidak mengenali aku!."
Plakkk..
Barbara menampar pipi lelaki itu yang adalah ayah tirinya, orang yang sudah tega menjual dirinya pada pria gila yang selalu menyiksa dan menggagahi dirinya dengan keji.
"Hahaha..."
Ayah tiri Barbara yang bernama Mat tertawa sarkas mendengar ucapan Barbara, sambil memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan anak tirinya barusan.
"Kau memang sama seperti ibumu, sama-sama bodoh dan gampang marah karena hal kecil! Aku tahu sekarang hidup mu sangat mewah Barbara, tapi ingat kalau bukan karena aku. Kau tidak akan bisa tidur di ranjang yang empuk dan berpakaian bermerk seperti ini. Jadi seharusnya kau berterima kasih padaku karena sudah menjual mu pada pria gila itu!."
Barbara semakin muak melihat Mat yang dengan tidak tahu malunya merasa bangga telah menjual dan membuat hidup anak tirinya tersiksa selama ini.
Barbara menendang kaki Mat dengan kuat hingga pria itu meringis kesakitan. Dia buru-buru pergi meninggalkan Mat namun tangan Barbara langsung ditahan olehnya.
"Where are you going b*itch? Jangan berani kau lari dariku setelah kau menendang kakiku! Kau harus ganti rugi. Cepat berikan aku uang, atau kau akan menyesal sudah membuat ku marah!."
"Let me go! itu tidak seberapa dengan perbuatan mu padaku orang asing!."
Barbara berusaha melepaskan tangan Mat yang mencengkram kuat lengannya, dia tidak ingin memberikan apapun pada orang yang sudah dengan tega menjual dirinya. Karena membutuhkan uang untuk membayar hutang di meja judi.
"Lepaskan tangan mu tuan!."
Dave menarik tangan Mat dan memelintirnya ke belakang hingga pria itu berteriak menahan sakit. Barbara mundur bersembunyi di belakang tubuh kekar Dave, karena takut Mat akan berbuat macam-macam padanya.
"Aku peringatkan satu hal padamu tuan, dia adalah peliharaan ku sekarang! Dan tidak boleh ada satupun yang berani mengusik milikku. Jika kau masih ingin bernafas, lebih baik kau berhenti mengganggu peliharaan ku mulai detik ini!. Dan jika kau masih muncul di depanku, aku pastikan kau akan mati terkubur di dasar laut!."
Dave melepas pelintiran tangan Mat hingga dia jatuh ke tanah dan dengan cepat Dave menarik Barbara masuk ke dalam mobil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹