
Sejam setelah Alano pergi menuju Negara Turki, Paloma sudah merasakan rindu yang sangat mendalam pada suaminya. Dia teringat pembicaraan mereka berdua, sebelum Alano berangkat ke bandara.
"Cepat pulang ya Al, aku akan menghadiahkan mu sesuatu begitu kau kembali ke sini."
"Ok babe."
Paloma melepas kepergian suaminya dengan perasaan yang tidak rela. Mereka berciuman lama sebelum Alano masuk ke dalam mobil mewah miliknya, bersama Dave sang asisten kepercayaan.
Alano tidak sempat berpamitan pada kedua mertuanya, karena saat ini mereka sedang berada di luar daerah untuk kunjungan kerja sebagai Presiden RI.
Paloma berusaha memejamkan matanya untuk tidur, dia sudah terbiasa ada Alano di sampingnya. Hingga membuat wanita cantik itu gelisah tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Hah... Lebih baik aku panggil Hana saja kemari menemaniku malam ini."
Paloma pun menghubungi Hana sahabat nya untuk datang kerumah pribadi keluarga Hendrawan, menemaninya tidur malam ini sambil bercakap-cakap. Sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama, Paloma juga ingin bercerita banyak hal pada sahabat nya itu.
"Halo Han, kamu lagi ngapain?."
"Ada apa Paloma, tumben kamu nelfon aku jam segini. Apa nggak di marahin tuh ama laki kamu!."
"Ish asal aja kalo ngomong. Alano lagi nggak ada Han, dia lagi ke Turki sekarang. Temenin aku yuk dirumah, bete nih nggak tahu mo ngapain!."
"Huh.. giliran bete aja baru inget aku. Eh tapi, kok Alano pergi sih? Jauh lagi perginya. Bentar lagi kan pesta pernikahan kamu ama dia diadain, kok Alano nya malah pergi sih?."
"Bawel aja kamu tuh. Udah cepet datang aja kesini, nanti aku ceritain kalo kamu udah ada disini!."
Tut.. Tut.. Tut...
Paloma langsung mematikan sambungan telepon mereka, sebelum mendengar jawaban Hana di seberang sana. Dia lalu melempar ponselnya ke bantal samping, tempat Alano sering mengistirahatkan tubuhnya.
Paloma menarik nafas panjang, lagi-lagi dia merasa kesepian karena tidak ada Alano disisinya. Biasanya Alano akan memeluk tubuh ramping Paloma, sambil bercerita tentang kegiatan mereka selama sehari.
"Ah.. aku kangen dengan bibir seksimu Al."
Paloma tersenyum malu mendengar ucapannya sendiri. Kegiatan panas mereka tadi sore kembali terngiang di kepalanya.
Paloma merona merah tidak menyangka kalau Alano sudah melihat seluruh tubuhnya, bahkan sempat membuat dirinya melayang merasakan sentuhan dan cumbuan Alano yang memabukkan.
Padahal tadi Paloma sudah sangat siap jika Alano akan meminta hak nya sebagai seorang suami. Dia sudah yakin akan memberikan sepenuhnya hati dan juga jiwa raganya untuk Alano, lelaki tampan yang sudah berhasil membuat Paloma jatuh cinta.
Ingin sekali Paloma menghubungi Alano untuk mendengar suaranya, tapi dia masih harus bersabar karena Alano masih berada di dalam jet pribadi miliknya sekarang.
Sejam kemudian Hana tiba dirumah keluarga Hendrawan bersama Ali kekasihnya. Paloma sedikit kesal karena bukannya menemani dirinya yang kesepian karena ditinggal pergi oleh Alano, Hana malah asik berduaan dengan Ali tanpa mempedulikan keberadaan nya yang sudah seperti obat nyamuk disana.
"Cih...!."
"Kau kenapa dek?."
Ali bertanya setelah ciuman singkat mereka berhenti.
"Apa-apaan kalian ini, aku memanggil mu kemari untuk menemani ku Hana! Bukan nya untuk menonton kalian bermesraan begitu!."
Paloma berkata sarkas merasa risih dengan pemandangan di depannya, yang membuat kedua mata indah itu sakit.
"Kenapa sih harus marah-marah begitu dek. Tenang saja, Hana akan menemani mu sebentar lagi. Aku juga ingin ditemani olehnya sebentar."
Ali tersenyum jahil menatap Paloma, dia memang selalu bisa membuat adik tirinya itu jengkel dan kesal padanya.
"Males ngurusin kalian berdua!."
Paloma pergi dari ruang keluarga meninggalkan Ali dan Hana dengan cemberut.
"Eh Paloma, tunggu.."
Hana yang bermaksud ingin mengejar Paloma, tertahan karena Ali langsung menarik pinggangnya untuk kembali duduk di sampingnya.
"Sudahlah sayang, biarkan saja dia. Temani dulu aku sebentar disini sayang, apa kau tidak kasihan melihatku? Aku sangat lelah hari ini. Temani aku ya sayang."
Hana pun mengangguk tidak bisa berbuat banyak karena dia pun juga, sudah sangat rindu pada Ali pujaan hatinya itu. Padahal mereka baru bertemu tadi pagi setelah Ali mengantarkan nya ke rumah sakit untuk menjenguk Austin, setelah perjalanan mereka dari Bandung.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Like and Vote 🌹