The President Daughter and Mafia

The President Daughter and Mafia
Mabuk



Keesokan paginya Paloma bangun sambil memeluk Alano yang tidur disampingnya. Dia mulai terbiasa dengan bau tubuh Alano yang maskulin itu.


Paloma mencuri-curi pandang menyentuh wajah tampan suaminya yang sedang tertidur pulas. Hidung mancung dan bibir seksi Alano yang selalu menciumnya dengan rakus menjadi pusat perhatiannya.


Wajah Paloma merona mengingat bagaimana bibir itu begitu hangat dan memabukkan setiap kali Alano menciumnya.


"Kau sudah puas memandangi wajah tampan ku sayang?."


Paloma tersentak saat kedua mata tajam itu terbuka dan sedang menatapnya penuh arti. Paloma buru-buru menjauhkan dirinya memberi jarak bagi mereka berdua.


"Hahaha.. kau sangat lucu saat sedang gugup seperti ini sayang."


Alano mencubit pelan hidung mancung Paloma dan menarik tubuhnya agar mendekat.


Alano membaui tubuh Paloma dengan mencium leher Paloma dengan mesra. Lenguhan kecil berhasil keluar dari mulut Paloma saat Alano menggigit kecil lehernya meninggalkan tanda merah, saking gemas nya melihat tingkah Paloma.


"Oh sayang, jangan memancing ku sayang. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau terus mengeluarkan suara seperti tadi."


Kerlingan nakal muncul dari balik wajah Alano.


"Apa sih.. dasar mesum!"


Paloma berusaha melepaskan diri dari pelukan tubuh kekar suaminya. Namun Paloma sudah lebih dulu kalah, kekuatan nya tidak sebanding dengan pria dingin itu.


Alano kembali tertawa puas melihat Paloma yang sudah pasrah tidak ingin melepaskan diri darinya.


"Aku mencintai mu Paloma sayang."


Cup..


Alano mencium bibir sintal Paloma yang sukses membuat hatinya membuncah dengan perasaan yang berbunga mekar indah.


Paloma masih malu untuk mengatakan cinta pada Alano, meski dia sendiri tahu kalau dia tidak bisa menutupi rasa bahagianya tiap kali mendengar ungkapan cinta Alano untuk nya.


"Kau tidak bekerja Al?."


Paloma berusaha mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa gugup yang dirasakan nya.


"Tidak sayang. Aku akan seharian disini memanjakan mu dengan cintaku."


Paloma memukul pelan dada bidang Alano yang ditumbuhi dengan bulu-bulu halus menambah keseksian pria tampan keturunan Itali itu.


"Jangan bercanda Al, aku sedang serius bertanya padamu!."


"Iya sayang aku tidak bercanda. Kau ingin main di pantai bukan? Aku akan menemani mu disana."


Paloma tersenyum lebar, dia sudah seperti anak kecil yang diberikan permen.


"Benarkah? Asik.. sudah lama rasanya aku tidak pernah bermain di pantai."


Mereka pun bangun dan bersiap-siap. Alano meminta pelayan resort untuk mengatur makanan mereka di dekat pantai agar mereka berdua bisa menikmati udara sejuk disana.


Paloma dan Alano menikmati sarapan sekaligus makan siang mereka sambil sesekali bercanda. Tawa kebahagiaan terasa indah siang itu, membawa kehangatan di hati dua insan yang sedang di mabuk cinta.


Alano mendekap tubuh ramping Paloma saat mereka sudah selesai mengisi perut. Alano menyibakkan anak rambut istrinya yang berterbangan terkena angin sejuk di pinggir pantai.


Matanya tidak berhenti menatap wajah cantik Paloma yang selalu berhasil membuat dada Alano berdetak tidak karuan.


"Kau sangat cantik sayang."


Paloma mendengar ucapan suaminya barusan, pipinya langsung memerah menambah kesan imut dan menggemaskan di wajah cantik Paloma. Alano memang selalu bisa membuat Paloma bersemu merah hanya dengan kata-kata nya saja.


Alano tidak bisa menahan hasratnya untuk mencium pipi merah Paloma yang terlihat sangat seksi di matanya.


Paloma mendorong pelan dada bidang Alano hingga menyisakan sedikit jarak diantara mereka berdua.


"Baiklah, apapun itu asalkan kau senang sayang."


Alano tersenyum penuh cinta dan menarik tangan Paloma membawa nya ke tepi pantai. Mereka berdua saling kejar-kejaran layaknya anak kecil yang bahagia karena bisa bermain air bersama.


Alano menggendong tubuh Paloma dan menjatuhkan diri mereka di dalam air laut. Tawa kebahagiaan lagi-lagi terdengar diantara mereka berdua.


Dari jauh sang tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Alano, tersenyum bahagia melihat pemandangan indah di depan matanya.


Kau memang sudah membawa perubahan yang begitu banyak bagi bos besar nona Paloma. Aku yakin nyonya pun akan ikut bahagia dari atas sana melihat kalian berdua. Semoga kalian selalu bahagia bos, Dave bergumam dalam hati.


Hatinya ikut merasa hangat mendengar tawa bahagia dan keromantisan Alano dan Paloma di depan sana. Ah.. Aku juga ingin merasakan indahnya jatuh cinta dan menikah seperti bos Alano.


Dave pun lalu beranjak masuk kembali ke dalam resort mewah milik bos besarnya itu. Sebenarnya dia ingin bertemu dengan Alano untuk membicarakan masalah di kantor.


Namun melihat dua orang yang sedang di mabuk cinta itu begitu bahagia dan tidak bisa di ganggu. Dia pun memutuskan untuk menunggu bos besarnya di dalam resort sampai Paloma dan Alano selesai bermain dan bersenang-senang di pantai.


Mereka baru kembali ke resort setelah sore hari dengan saling memeluk mesra.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


****Hari ini udah Up banyak yaa guys 😁


Jangan lupa dukung terus karya Author 🤗


Like and Vote


terima kasih 🌹**